RANGKUMAN MATERI BAHASA INDONESIA Kelas 6

Rangkuman Materi Kelas 6 Bahasa Indonesia Bab 7: Aku Bisa Berempati

kepalasekolah.id – Rangkuman Materi kelas 6 berbagai mata pelajaran mulai dari Pendidikan Pancasila hingga Bahasa Inggris. Yuk, simak rangkuman berikut agar belajar jadi lebih mudah!

Rangkuman Materi Kelas 6 Bahasa Indonesia Bab 7: Aku Bisa Berempati

Bab 7 ini bertujuan agar siswa mampu mengambil hikmah dari cerita, mahir menggunakan ragam bahasa kiasan, terampil menulis puisi dan resensi, serta kritis membedakan mitos dan fakta.

I. Menemukan Pesan/Amanat (Hikmah) dalam Cerpen

Tujuan utama membaca cerita pendek (cerpen) bertema empati adalah agar kalian dapat mengambil hikmah (pelajaran berharga) dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Poin Penting:

  • Amanat (atau Hikmah) adalah pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.
  • Pesan ini dapat ditemukan dengan memperhatikan tindakan tokoh dalam menghadapi masalah dan akibat yang mereka terima di akhir cerita.
  • Empati adalah kunci utama bab ini. Empati berarti kalian mencoba memahami apa yang dirasakan orang lain dalam berbagai situasi, baik senang, sedih, marah, takut, maupun terkejut.

II. Ungkapan dan Peribahasa

Ungkapan dan peribahasa digunakan untuk memperindah dan memperkaya makna sebuah kalimat.

Pembeda dan Contoh

Kriteria Ungkapan (Idiom) Peribahasa (Proverb)
Pengertian Gabungan beberapa kata yang memiliki makna baru yang berbeda total dari arti kata-kata asalnya. Kelompok kata atau kalimat yang susunannya tetap dan berisi perumpamaan, nasihat, atau prinsip hidup.
Contoh dari Buku Banting tulang (Artinya: bekerja keras). Kepala batu (Artinya: tidak mau menuruti nasihat orang lain). Buah tangan (Artinya: oleh-oleh). Kalah jadi abu, menang jadi arang (Artinya: pada akhirnya yang menang dan yang kalah tidak mendapatkan apa-apa). Sudah jatuh tertimpa tangga (Artinya: mendapatkan musibah beruntun). Buruk muka cermin dibelah (Artinya: menyalahkan orang lain padahal yang bersalah dirinya sendiri).

Ungkapan dan Peribahasa dalam Cerita “Teman Baru Frida”:

Dalam cerita, terdapat contoh:

  • Ringan tangan (Ungkapan).
  • Memutar otak (Ungkapan).
  • Pucuk dicinta ulam tiba (Peribahasa).
  • Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing (Peribahasa).
  • Tiada ada gading yang tak retak (Peribahasa).
  • Banyak makan asam garam (Ungkapan/Peribahasa).

III. Kalimat Majemuk Bertingkat

Pengertian

Kalimat Majemuk Bertingkat adalah gabungan dari dua klausa (kalimat dasar) yang kedudukannya tidak setara. Satu klausa menjadi induk kalimat (inti kalimat) dan klausa lainnya menjadi anak kalimat (penjelas atau keterangan).

Jenis-Jenis dan Contoh

Jenis kalimat majemuk bertingkat dibedakan berdasarkan kata hubung (konjungsi) yang digunakan21.

Jenis Hubungan Kata Hubung Khas Contoh Kalimat
Hubungan Waktu sejak, ketika, sebelum, sesudah Muti merasa bahagia sejak pindah ke Kota Pesisir.
Hubungan Tujuan agar, supaya Roni belajar bahasa isyarat supaya bisa berkomunikasi dengan teman tuli.
Hubungan Sebab Akibat sehingga, oleh karena itu Salma belajar dengan tekun sehingga bisa mengerjakan ujian dengan baik.
Hubungan Perbandingan daripada, ibarat, seperti, bagaikan Lani dan kakaknya sangat mirip, bagaikan pinang dibelah dua.
Hubungan Pertentangan padahal, faktanya, kenyataannya Frida berusaha tidak menangis padahal dia sangat sedih.
Hubungan Syarat jika, apabila, seandainya, asalkan Zaki tidak akan terlambat masuk sekolah seandainya bangun lebih pagi.

IV. Puisi

Pengertian, Unsur, dan Gaya Bahasa

  • Puisi adalah media untuk katarsis (pelepasan emosi seperti sedih atau marah). Puisi juga menjadi media untuk berani bersuara atau berekspresi, termasuk pendapat dan kritik.
  • Gaya Bahasa (Majas): Puisi yang sudah jadi harus dipercantik dengan majas, ungkapan, atau peribahasa yang sudah dipelajari.

Cara Mengawali Menulis Puisi

  1. Menentukan Tema: Pilih tema yang berhubungan dengan kepribadian atau karakter orang yang dikagumi, kesan, atau kegiatan yang biasa dilakukan bersama orang tersebut.
  2. Membuat Kolam Kata-Kata: Catat sebanyak mungkin kata-kata yang berhubungan dengan tema yang dipilih.
  3. Mengaktifkan Pancaindra: Tulis hal-hal yang dapat kalian lihat, dengar, cium, sentuh, dan kecap.
  4. Menulis Draf Puisi: Puisi baru tidak terikat pada jumlah suku kata, baris, bait, maupun rima, sehingga kalian bebas berkreasi.
  5. Mempercantik: Gunakan majas dan ungkapan/peribahasa.
  6. Memberi Judul: Berikan judul yang menarik.

V. Resensi Buku

Pengertian

Resensi Buku adalah tulisan yang mengulas sebuah buku. Tujuannya adalah memberikan informasi kepada calon pembaca, memberi pujian (keunggulan) atau kritik (kelemahan), sehingga pembaca tahu apakah buku itu layak dibaca.

Unsur-Unsur Resensi (Struktur Penulisan)

  1. Judul Resensi.
  2. Data Buku: Meliputi judul, pengarang, penerbit, tahun terbit/cetakan, jumlah halaman, dan harga buku.
  3. Pembukaan.
  4. Sinopsis Singkat Buku (ringkasan cerita).
  5. Penilaian: Uraian tentang keunggulan dan kelemahan buku.
  6. Penutup: Berisi kesimpulan atau rekomendasi (kepada siapa buku itu bagus dibaca).

VI. Membedakan Mitos dengan Fakta

  • Mitos adalah sesuatu yang dipercaya oleh masyarakat luas meski belum terbukti kebenarannya. Mitos kadang berkaitan dengan tradisi yang diyakini secara turun-temurun.
  • Fakta adalah kebenaran yang dapat dibuktikan, kebalikan dari mitos.
  • Tujuan membedakan mitos dan fakta adalah agar kita mencari sumber informasi tepercaya sebelum mempercayai suatu hal (misalnya dalam isu kesehatan reproduksi atau teknologi).

Glosarium: Arti Kata-Kata Kunci

Berikut adalah arti dari kosakata baru (yang umum ditandai kuning) yang ditemukan dalam Bab 7:

Kata Kunci Arti Sederhana
Menstruasi/Haid/Datang Bulan Keadaan normal yang dialami wanita dewasa secara teratur satu kali setiap bulan.
Urung Batal; tidak jadi melakukan sesuatu.
Pembalut Kain atau bahan penyerap yang digunakan wanita saat menstruasi.
Mengantisipasi Melakukan tindakan atau persiapan sebelum sesuatu terjadi untuk mengatasi masalah di masa depan.
Difabel Sebutan umum untuk orang yang memiliki keterbatasan fisik atau mental.
Disabilitas Keadaan yang merusak atau membatasi kemampuan mental dan fisik seseorang, atau keadaan tidak mampu melakukan hal-hal dengan cara yang biasa.
Pramusaji Orang yang bertugas melayani makanan dan minuman di kafe atau restoran.
Bahasa Isyarat Bahasa yang menggunakan gerakan tangan dan ekspresi wajah, umum digunakan oleh tunarungu.
Tunarungu Orang yang mengalami gangguan pendengaran (tuli).
Tunadaksa Orang yang memiliki keterbatasan (cacat) pada fisik atau anggota tubuhnya.
Huruf Braille Sistem tulisan yang menggunakan titik-titik timbul, diciptakan khusus untuk tunanetra (orang buta).
Ramah Difabel Tempat atau fasilitas yang dibuat khusus agar mudah diakses dan digunakan oleh orang difabel.

 

Scroll to Top