kepalasekolah.id – Kumpulan cerita rakyat dunia dalam dua bahasa — Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris — ditulis dengan gaya ringan dan modern agar mudah dipahami anak-anak. Setiap kisah membawa pesan moral dan nilai kehidupan yang menginspirasi untuk berbuat baik, bersahabat, dan rendah hati. Temukan keseruan membaca sambil belajar dalam setiap edisi mingguan kami!
Daftar Isi
Anansi, Si Laba-Laba yang Bijaksana
Afrika Barat (Ghana dan sekitarnya)
–Versi Bahasa Indonesia–
Pada zaman dahulu, hiduplah seekor laba-laba kecil bernama Anansi. Tubuhnya kecil, kakinya kurus, dan suaranya tidak menggelegar seperti singa atau gajah. Namun Anansi memiliki satu kelebihan besar: ia suka berpikir dan tidak mudah menyerah.
Di hutan tempat Anansi tinggal, semua kebijaksanaan dunia disimpan oleh Dewa Langit, Nyame. Kebijaksanaan itu membuat siapa pun menjadi bijak, adil, dan mampu hidup rukun. Namun kebijaksanaan tersebut tidak dimiliki makhluk biasa.
Anansi ingin agar kebijaksanaan itu bisa dimiliki oleh semua makhluk, bukan hanya oleh para dewa.
“Aku ingin dunia menjadi tempat yang lebih baik,” kata Anansi pada dirinya sendiri.
“Dan aku tidak akan menyerah sebelum mencoba.”
Anansi pergi menemui Nyame.
“Aku ingin kebijaksanaan dunia,” kata Anansi dengan berani.
Nyame tersenyum.
“Jika kau ingin kebijaksanaan itu, kau harus menyelesaikan tiga tugas,” katanya.
Tugas pertama adalah menangkap Leopard, hewan paling cepat dan paling kuat di hutan. Banyak yang mengira Anansi akan gagal. Namun Anansi membuat jebakan sederhana, memanfaatkan kecerdikannya, bukan kekuatan.
Tugas kedua adalah menangkap Hornet, serangga yang sangat berbahaya. Anansi menipu Hornet dengan berkata bahwa hujan besar akan datang, sehingga Hornet masuk ke dalam labu yang disiapkannya.
Tugas ketiga adalah menangkap Fairy Hutan yang licik dan sulit dilihat. Dengan kesabaran dan kecerdikan, Anansi kembali berhasil.
Nyame kagum.
“Kau kecil, tapi tidak menyerah,” katanya.
“Kau pantas mendapatkan kebijaksanaan dunia.”
Kebijaksanaan itu disimpan Anansi dalam sebuah guci. Ia ingin menyembunyikannya di tempat tertinggi agar aman. Namun saat memanjat pohon, guci itu justru menghalanginya.
Anak Anansi melihat dan berkata,
“Ayah, bukankah lebih mudah jika gucinya kau bawa di belakang?”
Anansi terkejut.
“Anakku bisa berpikir bijak tanpa guci?” katanya.
Saat itu Anansi menyadari sesuatu. Kebijaksanaan tidak boleh disimpan sendiri. Ia harus dibagikan.
Anansi menjatuhkan guci itu, dan kebijaksanaan menyebar ke seluruh dunia. Sejak saat itu, manusia dan makhluk lain bisa belajar, berpikir, dan memperbaiki diri.
–English Version–
Long ago, there lived a small spider named Anansi. He was not strong like a lion or big like an elephant. But Anansi had something special: he never gave up and loved to think.
All the wisdom of the world belonged to Nyame, the Sky God. Wisdom made life peaceful and fair, but ordinary creatures did not have it.
Anansi wanted wisdom to be shared.
“I want the world to be better,” Anansi said.
“And I will not give up.”
Nyame gave Anansi three tasks.
First, Anansi had to catch the powerful Leopard. Using his clever mind, Anansi succeeded.
Second, he had to catch the dangerous Hornet. Anansi tricked him into a bottle by pretending a storm was coming.
Third, Anansi captured the clever Forest Fairy with patience and intelligence.
Nyame was impressed.
“You are small, but you never give up,” he said.
Nyame gave Anansi a pot of wisdom. Anansi tried to hide it on a tall tree, but the pot made climbing difficult.
His son said,
“Father, wouldn’t it be easier if you carried it on your back?”
Anansi realized wisdom already existed without the pot. Wisdom should be shared.
He dropped the pot, and wisdom spread across the world.
Pesan Moral / Moral Message
Bahasa Indonesia:
Kecerdikan, kesabaran, dan pantang menyerah lebih penting daripada kekuatan. Kebijaksanaan sejati akan lebih bermanfaat jika dibagikan kepada sesama.
English:
Cleverness, patience, and perseverance are more powerful than strength. True wisdom becomes meaningful when it is shared with others.
