CERITA RAKYAT DUNIA

Kumpulan Cerita Rakyat Dunia Edisi #12

kepalasekolah.id – Kumpulan cerita rakyat dunia dalam dua bahasa — Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris — ditulis dengan gaya ringan dan modern agar mudah dipahami anak-anak. Setiap kisah membawa pesan moral dan nilai kehidupan yang menginspirasi untuk berbuat baik, bersahabat, dan rendah hati. Temukan keseruan membaca sambil belajar dalam setiap edisi mingguan kami!

The Ant and the Grasshopper (Semut dan Belalang)

Fabel Aesop (Yunani Kuno)

 

Versi Bahasa Indonesia–

Di sebuah padang rumput yang luas dan hijau, hiduplah dua makhluk kecil dengan sifat yang sangat berbeda. Yang satu adalah Semut, kecil dan sederhana, tetapi rajin dan penuh perhitungan. Yang lainnya adalah Belalang, ceria, pandai bernyanyi, dan gemar menikmati hari tanpa memikirkan esok.

Saat musim semi tiba, matahari bersinar hangat dan bunga bermekaran. Semut mulai bekerja sejak pagi. Ia mengumpulkan biji-bijian, menyimpannya dengan rapi, dan memperbaiki sarangnya sedikit demi sedikit.

Belalang sering melompat mendekat sambil tertawa.

“Mengapa kau selalu bekerja, Semut? Lihat betapa indahnya hari ini. Mari bernyanyi dan bersenang-senang!”

Semut tersenyum, namun tetap bekerja.

“Aku juga suka hari yang cerah,” jawabnya. “Tapi aku ingin bersiap untuk hari-hari yang belum datang.”

Belalang mengangkat bahu.

“Hidup terlalu singkat untuk dipikirkan terus,” katanya sambil memainkan biolanya.

Musim pun berganti. Daun-daun mulai menguning, dan udara menjadi dingin. Semut masih bekerja, meski lebih pelan. Ia merasa lelah, tetapi puas karena persediaannya hampir cukup.

Belalang mulai merasa gelisah. Rumput mengering, dan makanan semakin sulit ditemukan. Namun ia masih berharap musim dingin tak akan terlalu berat.

Ketika musim dingin benar-benar datang, salju menutupi padang rumput. Belalang menggigil, lapar, dan sendirian. Ia teringat Semut dan memutuskan untuk mendatangi sarangnya.

Dengan suara gemetar, Belalang mengetuk pintu.

“Semut, aku lapar. Aku tahu aku salah. Bolehkah aku meminta bantuan?”

Semut membuka pintu. Ia terkejut melihat Belalang yang kini tampak lemah.

“Masuklah,” kata Semut akhirnya.

Belalang duduk dekat api kecil di dalam sarang.

“Aku selalu menertawakan kerajinanmu,” katanya pelan. “Sekarang aku mengerti.”

Semut mengangguk.

“Setiap orang bisa salah,” ujarnya. “Yang penting adalah mau belajar dan berubah.”

Semut membagikan makanan secukupnya.

“Aku tidak bisa memberi segalanya,” katanya jujur. “Tapi aku bisa membantumu bertahan. Jika musim semi datang, kita bisa bekerja bersama.”

Belalang menunduk penuh rasa syukur.

“Aku berjanji,” katanya. “Tahun yang baru nanti, aku akan bekerja lebih giat.”

Musim dingin akhirnya berlalu. Saat matahari musim semi kembali menghangatkan padang rumput, Belalang tidak lagi hanya bernyanyi. Ia ikut membantu Semut mengumpulkan makanan, bekerja dengan penuh semangat.

Ia masih bernyanyi, tetapi kini lagunya mengiringi kerja, bukan menggantikannya. Dan sejak saat itu, Belalang belajar bahwa kegembiraan sejati datang dari usaha dan tanggung jawab, bukan hanya kesenangan sesaat.

 

English Version–

In a wide green meadow lived two small creatures with very different personalities. One was the Ant, small and quiet, yet hardworking and thoughtful. The other was the Grasshopper, cheerful, musical, and carefree.

When spring arrived, the Ant began working early each day, collecting seeds and storing them carefully.

The Grasshopper often hopped nearby, laughing.

“Why do you work so hard, Ant? The day is beautiful! Come sing with me.”

The Ant smiled gently.

“I enjoy sunny days too,” he replied, “but I want to be ready for what comes next.”

The Grasshopper shrugged.

“Life is too short to worry,” he said, playing his violin.

As autumn came, the Ant continued preparing. The Grasshopper grew uneasy but still hoped winter would be mild.

When winter arrived, snow covered the meadow. The Grasshopper was cold and hungry. Remembering the Ant, he knocked on the Ant’s door.

“Ant,” he said softly, “I was wrong. May I ask for help?”

The Ant opened the door and welcomed him inside.

“Everyone makes mistakes,” said the Ant. “What matters is learning from them.”

He shared some food and added,

“I can’t give everything, but I can help you survive. When spring comes, we can work together.”

When spring returned, the Grasshopper kept his promise. He worked alongside the Ant, singing only after the work was done.

From then on, he learned that true happiness comes from effort and responsibility, not from pleasure alone.

 

Pesan Moral / Moral Message

Kesenangan tanpa usaha tidak akan bertahan lama. Dengan kerja keras, tanggung jawab, dan kemauan untuk belajar dari kesalahan, kita dapat memulai hari esok dengan lebih baik.
(Pleasure without effort does not last. Through hard work, responsibility, and the willingness to learn from mistakes, we can begin tomorrow in a better way.)

Scroll to Top