Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara Edisi #37

kepalasekolah.id – Kumpulan cerita rakyat Nusantara  dalam dua bahasa — Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris — ditulis dengan gaya ringan dan modern agar mudah dipahami anak-anak. Setiap kisah membawa pesan moral dan nilai kehidupan yang menginspirasi untuk berbuat baik, bersahabat, dan rendah hati. Temukan keseruan membaca sambil belajar dalam setiap edisi.

Legenda Batu Golog / The Legend of Batu Golog

Nusa Tenggara Barat

–Versi Bahasa Indonesia–

Dahulu kala di sebuah desa kecil di Pulau Lombok, hiduplah seorang ibu bernama Inaq Teteh bersama dua orang anak balitanya. Kehidupan mereka sangat sederhana. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Inaq Teteh bekerja keras menumbuk padi milik tetangga-tetangganya.

Suatu hari, Inaq Teteh membawa kedua anaknya ke tempat ia bekerja di dekat sebuah batu datar yang besar bernama Batu Golog. Sebelum mulai menumbuk padi, Inaq Teteh mendudukkan kedua anaknya di atas Batu Golog tersebut.

“Anak-anakku, duduklah dengan tenang di atas batu ini ya. Ibu akan menumbuk padi di dekat sini. Jangan pergi ke mana-mana,” pesan Inaq Teteh lembut.

Kedua anaknya mengangguk gembira. Namun, ketika Inaq Teteh mulai sibuk menumbuk padi dengan alu dan lesungnya, kedua anak itu mulai keasyikan bermain. Mereka bercanda, melompat-lompat, dan mengabaikan nasihat ibunya.

Tiba-tiba, Batu Golog tempat mereka duduk bergetar dan perlahan-lahan bertambah tinggi. Kedua anak itu merasakan batu tersebut terangkat, tetapi karena keasyikan bermain, mereka justru tertawa dan tidak menghiraukannya.

Batu Golog semakin menjulang tinggi menembus pepohonan. Baru ketika posisi batu sudah sangat tinggi dan menjauhi tanah, kedua anak itu mulai merasa takut.

“Ibu! Ibu! Tolong kami! Batunya makin tinggi!” teriak sang anak sulung sambil menangis.

Inaq Teteh yang mendengar teriakan anak-anaknya segera menoleh. Ia terkejut luar biasa melihat Batu Golog sudah menjulang tinggi mendekati awan. Dengan panik, Inaq Teteh berlari mendekati batu tersebut dan mencoba menggapai kedua anaknya, tetapi batu itu sudah terlalu tinggi.

Inaq Teteh memohon dan berdoa agar batu tersebut berhenti tumbuh, lalu menggunakan sabuk kain penumbuk padinya untuk memukul Batu Golog. Seketika, Batu Golog terbelah menjadi tiga bagian dan berhenti meninggi.

Kedua anak itu akhirnya berhasil diselamatkan dengan bantuan warga desa, tetapi kejadian tersebut memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi mereka untuk selalu mendengarkan dan mematuhi nasihat orang tua.

 

–English Version–

Long ago in a small village on Lombok Island, lived a mother named Inaq Teteh with her two young children. Their life was very simple. To meet their daily needs, Inaq Teteh worked hard pounding rice for her neighbors.

One day, Inaq Teteh brought her two children to her workplace near a large, flat stone called Batu Golog. Before starting to pound the rice, Inaq Teteh sat her two children on top of Batu Golog.

“My children, sit quietly on this stone, alright? Mother will be pounding rice nearby. Do not wander off,” Inaq Teteh advised gently.

Her two children nodded happily. However, as Inaq Teteh became busy pounding rice with her mortar and pestle, the two children got caught up in playing. They joked around, jumped about, and ignored their mother’s advice.

Suddenly, Batu Golog shook and slowly grew taller. The two children felt the stone rise, but because they were so absorbed in their games, they merely laughed and paid no attention.

Batu Golog towered higher and higher, rising past the treetops. Only when the stone was extremely high off the ground did the two children begin to feel scared.

“Mother! Mother! Help us! The stone is getting higher!” cried the eldest child in tears.

Hearing her children’s screams, Inaq Teteh immediately turned around. She was shocked beyond measure to see Batu Golog soaring up toward the clouds. Panic-stricken, Inaq Teteh rushed over and tried to reach her children, but the stone was already far too high.

Inaq Teteh prayed desperately for the stone to stop growing, then used her rice-pounding cloth belt to strike Batu Golog. Instantly, Batu Golog split into three parts and stopped rising.

The two children were eventually rescued with the help of the villagers, but the incident taught them a deeply valuable lesson to always listen to and obey their parent’s advice.

Pesan Moral / Moral Lesson

Bahasa Indonesia:

  1. Pentingnya Patuh pada Orang Tua: Nasihat orang tua diberikan untuk kebaikan dan keselamatan anak. Melalaikan nasihat dapat mendatangkan bahaya.
  2. Tidak Lalai saat Diberi Kepercayaan: Ketika diminta menjaga diri atau bersiap, hendaknya kita tidak terlena oleh permainan hingga melupakan tugas utama.

English:

  1. The Importance of Obeying Parents: A parent’s advice is meant for the child’s safety and well-being. Ignoring it can lead to danger.

2. Not Being Careless When Given Trust: When asked to be careful or stay safe, we should not get so distracted by games that we forget our responsibilities.