Lafal Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang yang Diwakilkan

Lafal Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang yang Diwakilkan

Cilacap – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Muslim diwajibkan untuk menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri dan harta. KepalaSekolah.id, melalui platform e-learning-nya, memberikan panduan lengkap mengenai lafal niat zakat fitrah dalam bahasa Arab beserta terjemahannya. Panduan ini mencakup niat zakat fitrah untuk diri sendiri, istri, anak laki-laki, anak perempuan, keluarga, serta orang yang diwakilkan.

Berikut adalah lafal niat zakat fitrah yang dapat dipraktikkan:

  1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِيْ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى.
    (Bismillahirrohmanirrohim, nawaitu an-ukhrija zakaatal fithri an-nafsi fardhol lillahi ta’ala.)
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardhu karena Allah Ta’ala.”
  2. Niat Zakat Fitrah untuk Istri
    نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى.
    (Nawaitu an-ukhrija zakaatal fithri ‘an zaujati fardhol lillahi ta’ala.)
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardhu karena Allah Ta’ala.”
  3. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki (Contoh: Ahmad)
    نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ أَحْمَدَ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى.
    (Nawaitu an-ukhrija zakaatal fithri ‘an waladi Ahmad fardhol lillahi ta’ala.)
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku Ahmad, fardhu karena Allah Ta’ala.”
  4. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan (Contoh: Fatimah)
    نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِيْ فَاطِمَةَ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى.
    (Nawaitu an-ukhrija zakaatal fithri ‘an binti Fatimah fardhol lillahi ta’ala.)
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku Fatimah, fardhu karena Allah Ta’ala.”
  5. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
    نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّيْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَنْ تَلْزَمُنِيْ نَفَقَاتُهُمْ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى.
    (Nawaitu an-ukhrija zakaatal fithri ‘anni wa ‘an jami’i man talzamuni nafaqatuhum fardhol lillahi ta’ala.)
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardhu karena Allah Ta’ala.”
  6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan (Contoh: Kosim)
    نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ قَاسِمٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى.
    (Nawaitu an-ukhrija zakaatal fithri ‘an Qasim fardhol lillahi ta’ala.)
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk Kosim, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Selain lafal niat, KepalaSekolah.id juga membagikan doa yang dapat dibaca oleh penerima zakat:
“آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا.”
(Ajrokallahu fiima a’thaita, wa baaraka fiima abqaita wa ja’alahu laka thohuuran.)
Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan, serta menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

panduan ini diharapkan dapat memudahkan umat Muslim dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah. KepalaSekolah.id mengajak masyarakat untuk menyebarkan artikel ini sebagai amal jariyah. “Jika artikel ini bermanfaat, silakan bagikan di media sosial Anda. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua,”.

Untuk mendapatkan update artikel terbaru seputar ibadah dan pengetahuan agama, masyarakat dapat mengikuti update KepalaSekolah.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *