Panduan Lengkap Lomba Kriya FLS3N SD 2026: Materi, Teknis Pelaksanaan, dan Kriteria Penilaian Resmi

Panduan Lengkap Lomba Kriya FLS3N SD 2026: Materi, Teknis Pelaksanaan, dan Kriteria Penilaian Resmi

kepalasekolah.id – .Panduan Lengkap Lomba Kriya FLS3N SD 2026: Materi, Teknis Pelaksanaan, dan Kriteria Penilaian Resmi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional kembali menyelenggarakan Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tahun 2026. Salah satu cabang lomba yang menarik perhatian adalah Kriya tingkat Sekolah Dasar (SD).

BBerdasarkan dokumen resmi Petunjuk Pelaksanaan Kriya FLS3N SD 2026, lomba ini tidak sekadar menampilkan hasil karya seni, tetapi juga menekankan nilai edukatif, ketelitian, kreativitas, serta pemanfaatan kekayaan budaya lokal sebagai sumber inspirasi utama.

Lalu, seperti apa materi lomba, teknis pelaksanaan, hingga sistem penilaiannya? Berikut ulasan lengkapnya.

Pengertian Kriya dalam FLS3N SD 2026

Dalam dokumen juknis disebutkan bahwa kriya berasal dari Bahasa Sanskerta yang berarti kegiatan menghasilkan karya dengan tangan atau menggunakan alat bantu, yang memerlukan keterampilan, ketekunan, serta mempertimbangkan aspek estetika dan fungsional.

Secara lebih spesifik, kriya merupakan karya buatan tangan (handmade) yang memiliki karakter, nilai, estetika, gagasan (konsep), fungsi, bentuk, dan gaya dengan tingkat craftsmanship tinggi serta jumlah terbatas.

Artinya, dalam konteks FLS3N SD 2026, siswa tidak hanya diminta membuat kerajinan biasa, tetapi karya yang memiliki:

  • Nilai keindahan (estetika)

  • Fungsi yang jelas

  • Keunikan material

  • Konsep yang matang

  • Kualitas pengerjaan yang rapi dan detail

Tujuan Lomba Kriya FLS3N SD 2026

Cabang kriya pada ajang FLS3N tingkat SD bertujuan menggali nilai edukatif melalui proses berkarya. Beberapa tujuan utamanya antara lain:

1. Menumbuhkan Nilai Kesungguhan dan Ketelitian

Proses pembuatan kriya menuntut ketekunan tinggi. Siswa belajar bahwa hasil berkualitas lahir dari proses yang sabar dan cermat.

2. Mengembangkan Kepekaan terhadap Material

Setiap bahan memiliki karakter berbeda. Kayu, bambu, rotan, atau daun memiliki teknik pengolahan tersendiri.

3. Mengangkat Kearifan Lokal

Karya kriya diharapkan memanfaatkan kekayaan budaya daerah masing-masing sebagai sumber inspirasi dan material utama.

4. Mendorong Kreativitas Sejak Dini

Melalui eksplorasi bahan lokal dan konsep mainan anak, siswa diajak berpikir inovatif dan solutif.

Materi Lomba Tingkat Kabupaten/Kota

Berdasarkan juknis resmi Kriya FLS3N SD 2026, materi lomba pada tahap seleksi kabupaten/kota adalah:

1. Membuat 1 Produk Kriya

Produk yang dibuat berupa mainan anak berbasis material khas lingkungan sekitar atau daerah setempat.

2. Konsep Mainan Anak

Definisi produk mainan anak dalam lomba ini adalah karya kriya yang digunakan untuk permainan anak secara tradisional maupun modern. Mainan dapat menggunakan sistem mekanik sederhana seperti:

  • Daya gravitasi

  • Penggerak manual

  • Baterai sederhana

  • Sistem putar atau tarik

Peserta diharapkan memberikan nilai tambah terhadap potensi daerahnya melalui eksplorasi material lokal.

Bahan dan Teknik yang Digunakan

Material Utama

Material yang digunakan harus berasal dari alam dan tersedia di daerah setempat, seperti:

  • Kayu

  • Rotan

  • Bambu

  • Daun

  • Akar

  • Kulit kayu

  • Serat alam

Material tersebut dapat dikombinasikan dengan bahan pendukung, namun tidak boleh menghilangkan karakter utama bahan lokal.

Teknik Pembuatan

Peserta dapat menggunakan:

  • Peralatan manual

  • Peralatan mekanik sederhana

  • Mesin bor

  • Mesin potong

  • Alat tajam lainnya

Keselamatan kerja menjadi perhatian utama dalam penggunaan alat.

Teknis Pelaksanaan Tingkat Kabupaten/Kota

Pelaksanaan lomba dilakukan secara daring dengan beberapa ketentuan penting:

1. Proses Direkam Video

Pembuatan karya wajib direkam. Peserta boleh menggunakan teknik timelapse untuk bagian tertentu.

2. Seragam Sekolah

Peserta mengenakan seragam olahraga sekolah masing-masing saat proses pembuatan.

3. Standar Keamanan

Jika menggunakan alat berbahaya, wajib mengenakan:

  • Masker

  • Sarung tangan

  • Kacamata pelindung

4. Durasi Video Maksimal 5 Menit

Video harus memuat:

  • Konsep karya

  • Bahan dan alat

  • Proses kerja

  • Teknik yang digunakan

  • Hasil akhir

Video harus memiliki pencahayaan, sudut pandang, fokus, dan audio yang baik.

Format dan Pengunggahan Video

Ketentuan teknis video meliputi:

  • Format MP4

  • Resolusi minimal 720p (HD)

  • Orientasi landscape (horizontal)

  • Diunggah ke Google Drive

  • Diunggah ke YouTube dengan visibilitas “unlisted”

  • Tautan dimasukkan ke aplikasi FLS3N 2026

Format Penamaan File:

Bidang lomba_Nama Peserta_Nama Sekolah_Kabupaten/Kota_Provinsi

Contoh:
KRIYA_IntaPrimasari_SD3Cibinong_KabBogor_JawaBarat

Seleksi Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN)

Seleksi peserta dari SILN dilaksanakan secara daring dan bersamaan dengan seleksi kabupaten/kota.

Format penamaan video mencakup:

Bidang lomba_Nama Peserta_Nama SILN_Negara

Babak Final Tingkat Nasional

Sebanyak 39 peserta terbaik (termasuk SILN) akan melaju ke tingkat nasional.

Materi Final

Materi tetap sama: membuat mainan anak berbasis kriya.

Namun, peserta wajib membuat karya baru, bukan mengembangkan karya sebelumnya.

Teknis Final

Teknis pembuatan dan perekaman video sama seperti tahap penyisihan.

Kriteria dan Bobot Penilaian

Sistem penilaian mengacu pada lima aspek utama berikut:

Aspek Bobot
Estetika 30%
Kerapihan 25%
Kreativitas 25%
Kualitas Material 10%
Fungsional 10%
Total 100%

1. Estetika (30%)

Menilai karakter dan keindahan bentuk karya.

2. Kerapihan (25%)

Menilai tingkat penyelesaian akhir, ketelitian, serta ketepatan penyatuan material.

3. Kreativitas (25%)

Menilai daya tarik khusus dan keunikan karya.

4. Kualitas Material (10%)

Meliputi kekuatan, kekhasan, dan proses pengolahan bahan.

5. Fungsional (10%)

Menilai nilai guna dan manfaat mainan tersebut.

Peraturan dan Sanksi

Beberapa aturan penting yang harus diperhatikan:

  • Karya wajib dikerjakan mandiri tanpa bantuan orang lain.

  • Tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.

  • Pelanggaran dapat dikenai pengurangan nilai hingga diskualifikasi.

  • Keputusan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Relevansi dengan Kurikulum Merdeka dan Pendidikan Karakter

Lomba kriya sangat sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan:

  • Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning)

  • Penguatan Profil Pelajar Pancasila

  • Kreativitas dan inovasi

  • Kearifan lokal

Dalam lomba ini, siswa belajar:

  • Bernalar kritis saat merancang konsep

  • Mandiri dalam proses pembuatan

  • Kreatif dalam eksplorasi material

  • Gotong royong dalam diskusi dengan guru pendamping

Strategi Sukses Mengikuti Lomba Kriya FLS3N SD 2026

Agar peluang lolos semakin besar, berikut beberapa tips:

1. Pilih Material yang Unik

Gunakan bahan khas daerah yang jarang dieksplorasi.

2. Rancang Konsep Matang

Buat sketsa dan perencanaan sebelum produksi.

3. Perhatikan Detail Kerapihan

Bobot kerapihan mencapai 25%.

4. Pastikan Fungsi Mainan Jelas

Mainan harus benar-benar bisa dimainkan.

5. Buat Video Profesional

Pencahayaan dan audio memengaruhi kesan juri.

Mengapa Lomba Kriya Penting bagi Siswa SD?

Di era digital, keterampilan tangan mulai berkurang. Lomba kriya mengembalikan keseimbangan antara:

  • Kreativitas digital dan manual

  • Konsep dan praktik

  • Ide dan implementasi

Kriya melatih motorik halus, kesabaran, dan rasa tanggung jawab.

Penutup

Lomba Kriya FLS3N SD 2026 bukan sekadar kompetisi seni, tetapi ajang pembentukan karakter dan eksplorasi budaya lokal. Dengan materi berupa pembuatan mainan anak berbasis material khas daerah, siswa didorong untuk kreatif, inovatif, dan tetap berakar pada tradisi.

Melalui sistem penilaian yang menekankan estetika, kerapihan, kreativitas, kualitas material, dan fungsi, kompetisi ini menjadi ruang ideal bagi siswa SD untuk menunjukkan potensi terbaiknya.

Bagi sekolah dan guru pendamping, memahami juknis resmi menjadi kunci sukses dalam mempersiapkan peserta secara maksimal.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *