kepalasekolah.id – .Panduan Lengkap Lomba Kriya FLS3N SD 2026: Materi, Teknis Pelaksanaan, dan Kriteria Penilaian Resmi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional kembali menyelenggarakan Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tahun 2026. Salah satu cabang lomba yang menarik perhatian adalah Kriya tingkat Sekolah Dasar (SD).
BBerdasarkan dokumen resmi Petunjuk Pelaksanaan Kriya FLS3N SD 2026, lomba ini tidak sekadar menampilkan hasil karya seni, tetapi juga menekankan nilai edukatif, ketelitian, kreativitas, serta pemanfaatan kekayaan budaya lokal sebagai sumber inspirasi utama.
Lalu, seperti apa materi lomba, teknis pelaksanaan, hingga sistem penilaiannya? Berikut ulasan lengkapnya.
Daftar Isi
- 1 Pengertian Kriya dalam FLS3N SD 2026
- 2 Tujuan Lomba Kriya FLS3N SD 2026
- 3 Materi Lomba Tingkat Kabupaten/Kota
- 4 Bahan dan Teknik yang Digunakan
- 5 Teknis Pelaksanaan Tingkat Kabupaten/Kota
- 6 Format dan Pengunggahan Video
- 7 Seleksi Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN)
- 8 Babak Final Tingkat Nasional
- 9 Kriteria dan Bobot Penilaian
- 10 Peraturan dan Sanksi
- 11 Relevansi dengan Kurikulum Merdeka dan Pendidikan Karakter
- 12 Strategi Sukses Mengikuti Lomba Kriya FLS3N SD 2026
- 13 Mengapa Lomba Kriya Penting bagi Siswa SD?
- 14 Penutup
Pengertian Kriya dalam FLS3N SD 2026
Dalam dokumen juknis disebutkan bahwa kriya berasal dari Bahasa Sanskerta yang berarti kegiatan menghasilkan karya dengan tangan atau menggunakan alat bantu, yang memerlukan keterampilan, ketekunan, serta mempertimbangkan aspek estetika dan fungsional.
Secara lebih spesifik, kriya merupakan karya buatan tangan (handmade) yang memiliki karakter, nilai, estetika, gagasan (konsep), fungsi, bentuk, dan gaya dengan tingkat craftsmanship tinggi serta jumlah terbatas.
Artinya, dalam konteks FLS3N SD 2026, siswa tidak hanya diminta membuat kerajinan biasa, tetapi karya yang memiliki:
-
Nilai keindahan (estetika)
-
Fungsi yang jelas
-
Keunikan material
-
Konsep yang matang
-
Kualitas pengerjaan yang rapi dan detail
Tujuan Lomba Kriya FLS3N SD 2026
Cabang kriya pada ajang FLS3N tingkat SD bertujuan menggali nilai edukatif melalui proses berkarya. Beberapa tujuan utamanya antara lain:
1. Menumbuhkan Nilai Kesungguhan dan Ketelitian
Proses pembuatan kriya menuntut ketekunan tinggi. Siswa belajar bahwa hasil berkualitas lahir dari proses yang sabar dan cermat.
2. Mengembangkan Kepekaan terhadap Material
Setiap bahan memiliki karakter berbeda. Kayu, bambu, rotan, atau daun memiliki teknik pengolahan tersendiri.
3. Mengangkat Kearifan Lokal
Karya kriya diharapkan memanfaatkan kekayaan budaya daerah masing-masing sebagai sumber inspirasi dan material utama.
4. Mendorong Kreativitas Sejak Dini
Melalui eksplorasi bahan lokal dan konsep mainan anak, siswa diajak berpikir inovatif dan solutif.
Materi Lomba Tingkat Kabupaten/Kota
Berdasarkan juknis resmi Kriya FLS3N SD 2026, materi lomba pada tahap seleksi kabupaten/kota adalah:
1. Membuat 1 Produk Kriya
Produk yang dibuat berupa mainan anak berbasis material khas lingkungan sekitar atau daerah setempat.
2. Konsep Mainan Anak
Definisi produk mainan anak dalam lomba ini adalah karya kriya yang digunakan untuk permainan anak secara tradisional maupun modern. Mainan dapat menggunakan sistem mekanik sederhana seperti:
-
Daya gravitasi
-
Penggerak manual
-
Baterai sederhana
-
Sistem putar atau tarik
Peserta diharapkan memberikan nilai tambah terhadap potensi daerahnya melalui eksplorasi material lokal.
Bahan dan Teknik yang Digunakan
Material Utama
Material yang digunakan harus berasal dari alam dan tersedia di daerah setempat, seperti:
-
Kayu
-
Rotan
-
Bambu
-
Daun
-
Akar
-
Kulit kayu
-
Serat alam
Material tersebut dapat dikombinasikan dengan bahan pendukung, namun tidak boleh menghilangkan karakter utama bahan lokal.
Teknik Pembuatan
Peserta dapat menggunakan:
-
Peralatan manual
-
Peralatan mekanik sederhana
-
Mesin bor
-
Mesin potong
-
Alat tajam lainnya
Keselamatan kerja menjadi perhatian utama dalam penggunaan alat.
Teknis Pelaksanaan Tingkat Kabupaten/Kota
Pelaksanaan lomba dilakukan secara daring dengan beberapa ketentuan penting:
1. Proses Direkam Video
Pembuatan karya wajib direkam. Peserta boleh menggunakan teknik timelapse untuk bagian tertentu.
2. Seragam Sekolah
Peserta mengenakan seragam olahraga sekolah masing-masing saat proses pembuatan.
3. Standar Keamanan
Jika menggunakan alat berbahaya, wajib mengenakan:
-
Masker
-
Sarung tangan
-
Kacamata pelindung
4. Durasi Video Maksimal 5 Menit
Video harus memuat:
-
Konsep karya
-
Bahan dan alat
-
Proses kerja
-
Teknik yang digunakan
-
Hasil akhir
Video harus memiliki pencahayaan, sudut pandang, fokus, dan audio yang baik.
Format dan Pengunggahan Video
Ketentuan teknis video meliputi:
-
Format MP4
-
Resolusi minimal 720p (HD)
-
Orientasi landscape (horizontal)
-
Diunggah ke Google Drive
-
Diunggah ke YouTube dengan visibilitas “unlisted”
-
Tautan dimasukkan ke aplikasi FLS3N 2026
Format Penamaan File:
Bidang lomba_Nama Peserta_Nama Sekolah_Kabupaten/Kota_Provinsi
Contoh:
KRIYA_IntaPrimasari_SD3Cibinong_KabBogor_JawaBarat
Seleksi Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN)
Seleksi peserta dari SILN dilaksanakan secara daring dan bersamaan dengan seleksi kabupaten/kota.
Format penamaan video mencakup:
Bidang lomba_Nama Peserta_Nama SILN_Negara
Babak Final Tingkat Nasional
Sebanyak 39 peserta terbaik (termasuk SILN) akan melaju ke tingkat nasional.
Materi Final
Materi tetap sama: membuat mainan anak berbasis kriya.
Namun, peserta wajib membuat karya baru, bukan mengembangkan karya sebelumnya.
Teknis Final
Teknis pembuatan dan perekaman video sama seperti tahap penyisihan.
Kriteria dan Bobot Penilaian
Sistem penilaian mengacu pada lima aspek utama berikut:
| Aspek | Bobot |
|---|---|
| Estetika | 30% |
| Kerapihan | 25% |
| Kreativitas | 25% |
| Kualitas Material | 10% |
| Fungsional | 10% |
| Total | 100% |
1. Estetika (30%)
Menilai karakter dan keindahan bentuk karya.
2. Kerapihan (25%)
Menilai tingkat penyelesaian akhir, ketelitian, serta ketepatan penyatuan material.
3. Kreativitas (25%)
Menilai daya tarik khusus dan keunikan karya.
4. Kualitas Material (10%)
Meliputi kekuatan, kekhasan, dan proses pengolahan bahan.
5. Fungsional (10%)
Menilai nilai guna dan manfaat mainan tersebut.
Peraturan dan Sanksi
Beberapa aturan penting yang harus diperhatikan:
-
Karya wajib dikerjakan mandiri tanpa bantuan orang lain.
-
Tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
-
Pelanggaran dapat dikenai pengurangan nilai hingga diskualifikasi.
-
Keputusan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Relevansi dengan Kurikulum Merdeka dan Pendidikan Karakter
Lomba kriya sangat sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan:
-
Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning)
-
Penguatan Profil Pelajar Pancasila
-
Kreativitas dan inovasi
-
Kearifan lokal
Dalam lomba ini, siswa belajar:
-
Bernalar kritis saat merancang konsep
-
Mandiri dalam proses pembuatan
-
Kreatif dalam eksplorasi material
-
Gotong royong dalam diskusi dengan guru pendamping
Strategi Sukses Mengikuti Lomba Kriya FLS3N SD 2026
Agar peluang lolos semakin besar, berikut beberapa tips:
1. Pilih Material yang Unik
Gunakan bahan khas daerah yang jarang dieksplorasi.
2. Rancang Konsep Matang
Buat sketsa dan perencanaan sebelum produksi.
3. Perhatikan Detail Kerapihan
Bobot kerapihan mencapai 25%.
4. Pastikan Fungsi Mainan Jelas
Mainan harus benar-benar bisa dimainkan.
5. Buat Video Profesional
Pencahayaan dan audio memengaruhi kesan juri.
Mengapa Lomba Kriya Penting bagi Siswa SD?
Di era digital, keterampilan tangan mulai berkurang. Lomba kriya mengembalikan keseimbangan antara:
-
Kreativitas digital dan manual
-
Konsep dan praktik
-
Ide dan implementasi
Kriya melatih motorik halus, kesabaran, dan rasa tanggung jawab.
Penutup
Lomba Kriya FLS3N SD 2026 bukan sekadar kompetisi seni, tetapi ajang pembentukan karakter dan eksplorasi budaya lokal. Dengan materi berupa pembuatan mainan anak berbasis material khas daerah, siswa didorong untuk kreatif, inovatif, dan tetap berakar pada tradisi.
Melalui sistem penilaian yang menekankan estetika, kerapihan, kreativitas, kualitas material, dan fungsi, kompetisi ini menjadi ruang ideal bagi siswa SD untuk menunjukkan potensi terbaiknya.
Bagi sekolah dan guru pendamping, memahami juknis resmi menjadi kunci sukses dalam mempersiapkan peserta secara maksimal.