Contoh Soal TKA SD Matematika dan Pembahasan

kepalasekolah.id – Contoh Soal TKA SD Matematika dan Pembahasan. Artikel ini menyajikan contoh soal TKA SD Matematika dan pembahasan yang dapat digunakan guru sebagai bahan latihan siswa. Soal dibuat dengan mempertimbangkan karakteristik kemampuan yang terdapat dalam kerangka TKA Matematika SD, terutama kemampuan memahami konsep, menerapkan pengetahuan, menggunakan representasi, bernalar, memecahkan masalah, dan menghubungkan konsep matematika dengan situasi sehari-hari.

Perlu ditegaskan bahwa contoh soal dalam artikel ini bukan soal resmi TKA 2027. Soal merupakan bahan latihan yang dapat membantu guru membangun kemampuan siswa. Untuk ketentuan dan perangkat resmi TKA tahun 2027, guru tetap perlu mengikuti informasi yang diterbitkan oleh pemerintah.

Mengenal TKA Matematika SD

Pada jenjang SD/MI/sederajat, Matematika merupakan salah satu mata uji TKA bersama Bahasa Indonesia. Informasi resmi Pusat Asesmen Pendidikan menyebutkan bahwa TKA Matematika SD/MI/sederajat mengukur kemampuan siswa memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur matematika serta menerapkan pengetahuan matematika untuk menyelesaikan masalah.

Muatan TKA Matematika SD mencakup tiga elemen utama, yaitu:

  • Bilangan
  • Geometri dan Pengukuran
  • Data

Namun, latihan TKA tidak cukup jika hanya meminta siswa melakukan perhitungan.

Kerangka TKA juga memperhatikan kemampuan matematis yang meliputi:

  • pengetahuan matematika;
  • representasi matematis;
  • penalaran;
  • pemecahan masalah matematis;
  • koneksi matematis.

Artinya, siswa perlu dibiasakan menghadapi masalah yang mengharuskan mereka memahami informasi, memilih strategi, melakukan perhitungan, kemudian memeriksa apakah jawabannya masuk akal.

Mengapa Soal TKA Matematika Perlu Berbasis Masalah?

Dalam pembelajaran Matematika, siswa sering kali sudah mengetahui rumus tetapi mengalami kesulitan ketika rumus tersebut harus digunakan dalam situasi yang berbeda.

Sebagai contoh, siswa mungkin hafal rumus luas persegi panjang.

Namun, ketika diberikan permasalahan:

Sebuah taman memiliki panjang 12 meter dan lebar 8 meter. Sebagian taman digunakan untuk membuat kolam. Berapa luas bagian taman yang tersisa?

siswa harus memahami terlebih dahulu informasi yang tersedia dan menentukan operasi yang diperlukan.

Inilah alasan latihan TKA sebaiknya tidak hanya berupa kumpulan soal hitungan langsung.

Siswa perlu berlatih memahami apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, strategi apa yang digunakan, dan bagaimana memeriksa jawaban.

Contoh Soal TKA SD Matematika dan Pembahasan

Soal 1 – Operasi Bilangan

Ibu membeli 2,5 kg beras dan 1,75 kg gula. Setelah itu, Ibu membeli lagi 0,75 kg tepung. Berapa kilogram seluruh bahan yang dibeli Ibu?

A. 4 kg
B. 4,5 kg
C. 5 kg
D. 5,25 kg

Jawaban: B. 5 kg

Pembahasan:

Jumlah seluruh bahan:

2,5 + 1,75 + 0,75

= 2,5 + 2,5

= 5 kg

Jadi, jawaban yang benar adalah C.

Perlu diperhatikan bahwa pilihan jawaban harus selalu diperiksa kembali setelah soal dibuat. Dalam latihan untuk siswa, ketelitian penyusunan pilihan jawaban sama pentingnya dengan pembahasan.

Soal 2 – Pecahan dan Desimal

Rani mempunyai sebuah kue. Sebanyak 1/4 bagian diberikan kepada adiknya dan 0,25 bagian diberikan kepada temannya.

Berapa bagian kue yang telah diberikan Rani?

A. 1/4 bagian
B. 1/2 bagian
C. 3/4 bagian
D. 1 bagian

Jawaban: B. 1/2 bagian

Pembahasan:

Pecahan 1/4 sama dengan 0,25.

Jadi:

1/4 + 0,25 = 0,25 + 0,25 = 0,50

0,50 sama dengan 1/2.

Jadi, bagian kue yang diberikan adalah 1/2 bagian.

Soal seperti ini melatih siswa menghubungkan berbagai bentuk bilangan, yaitu pecahan dan desimal.

Soal 3 – Persentase

Sebuah toko memberikan potongan harga sebesar 20% untuk sebuah tas yang harga awalnya Rp150.000.

Berapakah harga tas setelah mendapatkan potongan?

A. Rp110.000
B. Rp120.000
C. Rp125.000
D. Rp130.000

Jawaban: B. Rp120.000

Pembahasan:

Potongan harga:

20% × Rp150.000 = Rp30.000

Harga setelah potongan:

Rp150.000 − Rp30.000 = Rp120.000

Jadi, jawaban yang benar adalah B.

Guru dapat mengembangkan soal ini dengan mengubah konteks menjadi diskon alat tulis, buku, pakaian, atau kebutuhan sekolah.

Soal 4 – KPK dalam Kehidupan Sehari-hari

Tiga kelompok siswa melakukan kegiatan olahraga secara berkala.

Kelompok A berolahraga setiap 2 hari sekali.

Kelompok B berolahraga setiap 3 hari sekali.

Kelompok C berolahraga setiap 4 hari sekali.

Hari ini ketiga kelompok berolahraga bersama.

Berapa hari lagi ketiga kelompok tersebut akan berolahraga bersama kembali?

A. 6 hari
B. 8 hari
C. 10 hari
D. 12 hari

Jawaban: D. 12 hari

Pembahasan:

Kita mencari KPK dari 2, 3, dan 4.

Kelipatan 2:

2, 4, 6, 8, 10, 12, …

Kelipatan 3:

3, 6, 9, 12, …

Kelipatan 4:

4, 8, 12, …

KPK ketiganya adalah 12.

Jadi, ketiga kelompok akan berolahraga bersama kembali setelah 12 hari.

Contoh seperti ini menunjukkan bahwa konsep KPK dapat dikaitkan dengan aktivitas sehari-hari.

Soal 5 – Luas Persegi Panjang

Sebuah taman sekolah berbentuk persegi panjang memiliki panjang 15 meter dan lebar 8 meter. Di bagian tengah taman dibuat sebuah kolam berbentuk persegi dengan panjang sisi 4 meter.

Berapakah luas taman yang tidak digunakan untuk kolam?

A. 96 m²
B. 104 m²
C. 112 m²
D. 120 m²

Jawaban: C. 104 m²

Pembahasan:

Luas taman:

15 × 8 = 120 m²

Luas kolam:

4 × 4 = 16 m²

Luas taman yang tersisa:

120 − 16 = 104 m²

Jadi, jawaban yang benar adalah B.

Soal ini memerlukan lebih dari satu langkah penyelesaian. Siswa harus menghitung luas taman terlebih dahulu, kemudian menghitung luas kolam, lalu mengurangkannya.

Soal 6 – Volume

Sebuah kotak berbentuk balok memiliki panjang 20 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 5 cm.

Berapakah volume kotak tersebut?

A. 500 cm³
B. 750 cm³
C. 1.000 cm³
D. 1.500 cm³

Jawaban: C. 1.000 cm³

Pembahasan:

Rumus volume balok:

Volume = panjang × lebar × tinggi

= 20 × 10 × 5

= 1.000 cm³

Jadi, jawaban yang benar adalah C.

Dalam latihan TKA, soal volume dapat dikembangkan menjadi permasalahan yang lebih kontekstual, misalnya kapasitas kotak, bak air, kardus, atau wadah penyimpanan.

Soal 7 – Pengukuran

Ayah mempunyai tali sepanjang 3 meter. Tali tersebut digunakan untuk membuat beberapa potongan yang masing-masing panjangnya 40 cm.

Berapa potongan tali utuh yang dapat dibuat dan berapa sentimeter sisanya?

A. 6 potong, sisa 40 cm
B. 7 potong, sisa 20 cm
C. 7 potong, sisa 30 cm
D. 8 potong, sisa 20 cm

Jawaban: B. 7 potong, sisa 20 cm

Pembahasan:

3 meter = 300 cm.

300 ÷ 40 = 7 sisa 20.

Jadi, tali dapat dibuat menjadi 7 potongan, dengan sisa 20 cm.

Soal ini menguji kemampuan siswa menghubungkan satuan meter dan sentimeter sekaligus melakukan pembagian.

Soal 8 – Data dalam Tabel

Perhatikan data jumlah buku yang dibaca empat siswa selama satu bulan berikut.

Nama Jumlah Buku
Andi 6
Beni 8
Citra 5
Dinda 9

Berdasarkan data tersebut, siapa yang membaca buku paling banyak?

A. Andi
B. Beni
C. Citra
D. Dinda

Jawaban: D. Dinda

Pembahasan:

Jumlah buku yang dibaca:

Andi = 6
Beni = 8
Citra = 5
Dinda = 9

Jumlah terbesar adalah 9, sehingga siswa yang membaca buku paling banyak adalah Dinda.

Soal sederhana seperti ini dapat menjadi dasar sebelum siswa diberikan pertanyaan data yang membutuhkan beberapa langkah penalaran.

Soal 9 – Analisis Data

Perhatikan data berikut.

Hari Jumlah Pengunjung Perpustakaan
Senin 25
Selasa 30
Rabu 20
Kamis 35
Jumat 40

Pernyataan yang benar berdasarkan data tersebut adalah ….

A. Pengunjung terbanyak terjadi pada hari Selasa.
B. Pengunjung paling sedikit terjadi pada hari Jumat.
C. Selisih pengunjung hari Jumat dan Rabu adalah 20 orang.
D. Jumlah pengunjung hari Senin dan Selasa adalah 50 orang.

Jawaban: C dan D

Pembahasan:

Hari Jumat = 40 pengunjung.

Hari Rabu = 20 pengunjung.

Selisih:

40 − 20 = 20.

Jadi, pernyataan C benar.

Jumlah pengunjung Senin dan Selasa:

25 + 30 = 55.

Karena hasilnya 55, pernyataan D sebenarnya salah.

Dengan demikian, soal ini menunjukkan pentingnya memeriksa setiap pernyataan satu per satu.

Untuk model latihan pilihan ganda kompleks, guru dapat meminta siswa memilih semua pernyataan yang benar.

Soal 10 – Penalaran Matematika

Sebuah kelas mempunyai 36 siswa. Guru ingin membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan jumlah anggota yang sama. Setiap kelompok harus memiliki lebih dari 4 siswa dan kurang dari 10 siswa.

Manakah pembagian kelompok yang mungkin dilakukan?

A. 4 kelompok, masing-masing 9 siswa
B. 5 kelompok, masing-masing 7 siswa
C. 6 kelompok, masing-masing 6 siswa
D. 8 kelompok, masing-masing 5 siswa

Jawaban: A dan C

Pembahasan:

Jumlah siswa harus tetap 36.

A:

4 × 9 = 36.

Setiap kelompok berisi 9 siswa. Syarat terpenuhi.

C:

6 × 6 = 36.

Setiap kelompok berisi 6 siswa. Syarat juga terpenuhi.

B:

5 × 7 = 35, sehingga tidak sesuai.

D:

8 × 5 = 40, sehingga tidak sesuai.

Soal ini tidak hanya meminta siswa melakukan perkalian, tetapi juga memeriksa syarat yang diberikan dalam masalah.

Soal 11 – Pecahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Ibu mempunyai 2 liter sirup. Sebanyak 3/4 liter digunakan untuk membuat minuman. Kemudian, 1/2 liter digunakan untuk membuat es buah.

Berapa liter sirup yang masih tersisa?

A. 1/4 liter
B. 1/2 liter
C. 3/4 liter
D. 1 liter

Jawaban: A. 3/4 liter

Pembahasan:

Jumlah sirup yang digunakan:

3/4 + 1/2

Samakan penyebut:

3/4 + 2/4 = 5/4 liter.

Jumlah awal adalah 2 liter atau 8/4 liter.

Sisa:

8/4 − 5/4 = 3/4 liter.

Jadi, jawaban yang benar adalah C.

Soal ini dapat digunakan untuk melatih operasi pecahan sekaligus kemampuan memahami konteks.

Soal 12 – Pilihan Ganda Kompleks Kategori

Sebuah bus sekolah berangkat pukul 06.30. Perjalanan menuju sekolah membutuhkan waktu 45 menit. Dalam perjalanan, bus berhenti selama 15 menit karena menunggu siswa.

Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut.

Pernyataan Benar Salah
Bus tiba pukul 07.30. ✓
Lama perjalanan termasuk waktu berhenti adalah 60 menit. ✓
Jika tidak berhenti, bus tiba pukul 07.15. ✓

Pembahasan:

Waktu perjalanan:

45 menit + 15 menit = 60 menit.

Bus berangkat pukul 06.30.

06.30 + 60 menit = 07.30.

Jika tidak berhenti:

06.30 + 45 menit = 07.15.

Jadi, ketiga pernyataan tersebut benar.

Model seperti ini dapat melatih siswa membaca informasi secara teliti sebelum melakukan perhitungan.

Soal 13 – Bangun Datar dan Penalaran

Sebuah halaman sekolah berbentuk persegi panjang dengan panjang 18 meter dan lebar 10 meter. Sekolah ingin memasang pagar mengelilingi halaman tersebut, tetapi bagian depan sepanjang 4 meter tidak diberi pagar karena digunakan sebagai pintu masuk.

Berapa meter pagar yang diperlukan?

A. 48 meter
B. 52 meter
C. 56 meter
D. 60 meter

Jawaban: B. 52 meter

Pembahasan:

Keliling persegi panjang:

2 × (18 + 10)

= 2 × 28

= 56 meter.

Karena bagian depan sepanjang 4 meter tidak diberi pagar:

56 − 4 = 52 meter.

Jadi, pagar yang diperlukan adalah 52 meter.

Soal ini menunjukkan bahwa siswa harus memahami situasi terlebih dahulu. Tidak cukup hanya menghafal rumus keliling.

Materi Matematika yang Perlu Banyak Dilatih

Berdasarkan kerangka resmi TKA Matematika SD, guru dapat memberikan perhatian pada tiga elemen utama.

Bilangan

Latihan dapat mencakup:

  • bilangan cacah;
  • pecahan;
  • desimal;
  • persen;
  • pecahan senilai;
  • perbandingan;
  • operasi bilangan;
  • faktor dan kelipatan;
  • FPB;
  • KPK.

Yang perlu diperhatikan adalah kemampuan siswa menerapkan konsep tersebut dalam permasalahan.

Geometri dan Pengukuran

Materi dapat dikembangkan melalui:

  • bangun datar;
  • bangun ruang;
  • keliling;
  • luas;
  • volume;
  • panjang;
  • berat;
  • waktu;
  • hubungan antarsatuan;
  • visualisasi ruang.

Pusat Asesmen Pendidikan juga mencantumkan kemampuan memahami dan menerapkan konsep geometri serta pengukuran dalam konteks permasalahan.

Data

Siswa perlu terbiasa membaca:

  • tabel;
  • diagram;
  • informasi kuantitatif;
  • data sederhana;
  • perbandingan data;
  • perubahan data.

Latihan data sangat baik untuk membangun kemampuan membaca informasi sekaligus bernalar.

Jangan Hanya Memberikan Soal Hitungan

Salah satu hal penting dalam persiapan TKA Matematika adalah membedakan antara soal hitungan biasa dan soal pemecahan masalah.

Contoh soal hitungan:

25 × 16 = ….

Soal tersebut berguna untuk mengukur keterampilan operasi.

Namun, guru juga dapat mengubahnya menjadi masalah:

Sebuah sekolah membeli 25 kotak pensil. Setiap kotak berisi 16 pensil. Pensil tersebut akan dibagikan sama rata kepada 8 kelompok. Berapa pensil yang diterima setiap kelompok?

Siswa harus melakukan beberapa langkah:

25 × 16 = 400

400 ÷ 8 = 50.

Jadi, setiap kelompok memperoleh 50 pensil.

Konteks seperti ini membuat siswa belajar menentukan operasi yang tepat.

Biasakan Siswa Menuliskan Strategi

Dalam latihan, guru dapat meminta siswa tidak hanya menuliskan jawaban akhir.

Gunakan pola sederhana:

Diketahui:
Tuliskan informasi penting dari soal.

Ditanyakan:
Tuliskan apa yang harus dicari.

Strategi:
Tentukan operasi atau rumus yang digunakan.

Penyelesaian:
Lakukan perhitungan.

Kesimpulan:
Tuliskan jawaban sesuai konteks.

Cara tersebut membantu siswa memahami proses berpikir matematika.

Gunakan Kesalahan sebagai Bahan Belajar

Ketika siswa mendapatkan jawaban salah, guru tidak harus langsung memberikan jawaban yang benar.

Tanyakan:

  • Bagian mana yang belum dipahami?
  • Informasi apa yang terlewat?
  • Apakah satuannya sudah sama?
  • Rumus apa yang digunakan?
  • Apakah operasi yang dipilih sudah tepat?
  • Apakah hasil akhirnya masuk akal?

Pendekatan tersebut membantu siswa belajar dari kesalahan.

Hasil TKA 2026 juga menunjukkan bahwa kemampuan Matematika masih perlu mendapat perhatian, khususnya kemampuan berpikir logis, penalaran matematika, dan pemecahan masalah. Kemendikdasmen menyampaikan bahwa hasil TKA dapat dimanfaatkan sebagai bahan refleksi pembelajaran, bukan sekadar angka.

Latihan TKA Matematika Tidak Harus Setiap Hari

Guru tidak harus memberikan puluhan soal TKA setiap hari.

Latihan dapat dimasukkan ke dalam pembelajaran reguler.

Misalnya:

Senin: operasi bilangan dan pecahan.

Selasa: masalah sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan.

Rabu: geometri dan pengukuran.

Kamis: tabel dan data.

Jumat: satu atau dua soal penalaran yang menggabungkan beberapa konsep.

Dengan pola tersebut, siswa mendapatkan latihan secara konsisten tanpa merasa sedang menghadapi ujian setiap hari.

Kenali Bentuk Soal TKA

Informasi resmi TKA menjelaskan bahwa soal dapat menggunakan pilihan ganda sederhana dan pilihan ganda kompleks. Dalam kerangka asesmen TKA SD, pilihan ganda kompleks dapat berbentuk lebih dari satu jawaban benar maupun model kategori, seperti Benar/Salah.

Karena itu, guru sebaiknya tidak hanya memberikan soal dengan satu jawaban benar.

Siswa juga perlu dilatih membaca beberapa pernyataan dan menentukan:

  • mana yang benar;
  • mana yang salah;
  • mana yang sesuai dengan informasi;
  • atau lebih dari satu pilihan yang benar.

Namun, latihan bentuk soal sebaiknya tetap dilakukan setelah siswa memahami konsep matematika yang menjadi dasar.

Buat Latihan Berdasarkan Tingkat Kesulitan

Latihan dapat disusun dalam tiga tahap.

Tahap 1: Pemahaman

Siswa mengerjakan soal yang menguji konsep dasar.

Contohnya operasi bilangan, konversi satuan, luas, volume, dan membaca tabel sederhana.

Tahap 2: Penerapan

Siswa menggunakan konsep dalam situasi sehari-hari.

Contohnya menghitung diskon, menentukan jumlah bahan, menghitung waktu perjalanan, atau menentukan luas lahan.

Tahap 3: Penalaran

Siswa menghadapi masalah yang membutuhkan beberapa langkah penyelesaian atau beberapa kemungkinan jawaban.

Tahapan tersebut membantu siswa berkembang secara bertahap.

Peran Orang Tua dalam Latihan Matematika

Orang tua tidak harus menjadi guru tambahan di rumah.

Dukungan sederhana sudah sangat berarti, misalnya:

  • meminta anak menjelaskan cara memperoleh jawaban;
  • mengajak anak menghitung dalam aktivitas sehari-hari;
  • memberikan waktu membaca soal dengan tenang;
  • tidak langsung memarahi ketika jawaban salah;
  • memberikan kesempatan mencoba kembali.

Matematika sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Saat berbelanja, anak dapat belajar uang dan persen.

Saat memasak, anak dapat belajar pecahan dan pengukuran.

Saat bepergian, anak dapat belajar jarak, waktu, dan kecepatan.

Saat menata kamar, anak dapat belajar ukuran dan luas.

Pembelajaran semacam ini dapat memperkuat koneksi matematis.

TKA Bukan Sekadar Mengejar Nilai

Persiapan TKA sebaiknya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa, bukan hanya mengejar skor.

TKA dirancang untuk memberikan informasi mengenai capaian akademik murid secara terstandar. Pemerintah juga menekankan pemanfaatan hasil TKA sebagai bahan refleksi pembelajaran.

Karena itu, guru dapat menggunakan hasil latihan untuk menjawab pertanyaan:

Konsep apa yang sudah dikuasai siswa?

Konsep apa yang masih lemah?

Apakah siswa salah menghitung atau salah memahami masalah?

Apakah siswa kesulitan membaca data?

Apakah siswa mampu menjelaskan strategi penyelesaiannya?

Pertanyaan tersebut jauh lebih penting daripada sekadar mengetahui jumlah jawaban benar.

Penutup

Contoh soal TKA SD Matematika dan pembahasan dalam artikel ini dapat digunakan sebagai bahan latihan bagi guru kelas 6. Soal mencakup bilangan, pecahan, persentase, KPK, geometri, pengukuran, volume, data, hingga penalaran dan pemecahan masalah.

Kerangka resmi TKA Matematika SD menempatkan Bilangan, Geometri dan Pengukuran, serta Data sebagai elemen utama. Kemampuan yang dilatih tidak berhenti pada pengetahuan matematika, tetapi juga mencakup representasi, penalaran, pemecahan masalah, dan koneksi matematis.

Karena itu, guru sebaiknya tidak hanya memberikan soal hitungan rutin. Siswa perlu dibiasakan membaca informasi, menentukan strategi, menghubungkan konsep, melakukan perhitungan, serta memeriksa kembali jawabannya.

Persiapan yang baik dapat dilakukan secara bertahap melalui pembelajaran sehari-hari. Latihan TKA tidak harus selalu berupa simulasi panjang. Satu masalah kontekstual yang dibahas secara mendalam dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna daripada banyak soal yang hanya dikerjakan untuk mengejar jumlah.

Untuk persiapan TKA SD 2027, guru tetap perlu mengikuti informasi dan dokumen resmi terbaru dari pemerintah. Contoh soal dalam artikel ini merupakan bahan latihan dan inspirasi penyusunan pembelajaran, bukan pengganti kisi-kisi atau soal resmi TKA.

Dengan latihan yang terarah, siswa diharapkan tidak hanya lebih siap menghadapi TKA, tetapi juga memiliki kemampuan matematika yang berguna dalam kehidupan sehari-hari