kepalasekolah.id – Contoh Soal TKA SD Bahasa Indonesia dan Pembahasan. Tes Kemampuan Akademik atau TKA SD menjadi salah satu perhatian penting bagi guru kelas 6 dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi asesmen akademik. Setelah membahas panduan TKA SD 2027, kisi-kisi materi, strategi guru, serta latihan literasi, numerasi, dan penalaran, pembahasan berikutnya perlu diarahkan pada contoh soal yang lebih konkret.
Artikel ini menghadirkan contoh soal TKA SD Bahasa Indonesia dan pembahasan yang dapat digunakan guru sebagai bahan latihan di kelas maupun sebagai inspirasi untuk menyusun latihan mandiri.
Perlu dipahami sejak awal bahwa contoh soal dalam artikel ini bukan soal resmi TKA 2027. Soal dibuat sebagai latihan yang mengacu pada karakteristik kompetensi Bahasa Indonesia SD yang tersedia dalam kerangka asesmen TKA. Guru tetap perlu menyesuaikan latihan dengan ketentuan resmi terbaru apabila pemerintah menerbitkan pembaruan untuk pelaksanaan TKA tahun 2027.
Mengenal Karakteristik TKA Bahasa Indonesia SD
Pada jenjang SD/MI/sederajat, mata pelajaran yang diujikan dalam TKA mencakup Bahasa Indonesia dan Matematika. Untuk Bahasa Indonesia, fokus asesmen berada pada keterampilan membaca. Materi membaca menggunakan dua jenis teks, yaitu teks informasi dan teks fiksi.
Kerangka Bahasa Indonesia TKA tidak sekadar meminta siswa membaca sebuah teks kemudian mencari jawaban yang tertulis secara langsung. Kemampuan membaca juga mencakup kemampuan memahami informasi tersurat, menarik kesimpulan dari informasi tersirat, serta melakukan evaluasi dan apresiasi terhadap isi teks.
Dengan demikian, latihan TKA Bahasa Indonesia sebaiknya tidak didominasi pertanyaan sederhana seperti “Siapa tokoh dalam cerita?” atau “Di mana kejadian berlangsung?”. Pertanyaan semacam itu tetap dapat digunakan, tetapi perlu dilengkapi dengan pertanyaan yang mendorong siswa menghubungkan informasi, menyimpulkan, menilai gagasan, dan memahami alasan di balik suatu peristiwa.
Secara umum, kompetensi membaca tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian.
1. Pemahaman tekstual
Pemahaman tekstual berkaitan dengan kemampuan menemukan dan memahami informasi yang disampaikan secara langsung dalam teks.
Contohnya adalah:
- menemukan informasi tertentu;
- menentukan bagian penting dalam teks;
- memahami makna kata berdasarkan konteks;
- mengidentifikasi tokoh, latar, atau informasi tertentu;
- menyusun kembali informasi yang terdapat dalam teks.
Kemampuan ini menjadi dasar sebelum siswa memasuki pertanyaan yang lebih kompleks.
2. Pemahaman inferensial
Pada tingkat inferensial, siswa tidak cukup hanya menemukan kalimat yang sama dengan pilihan jawaban.
Siswa perlu menggunakan informasi yang tersedia untuk menarik kesimpulan.
Misalnya, teks tidak secara langsung mengatakan bahwa seorang tokoh merasa kecewa. Namun, dari tindakan, ucapan, dan situasi tokoh, siswa dapat menyimpulkan bahwa tokoh tersebut sedang kecewa.
3. Evaluasi dan apresiasi
Pada bagian ini, siswa diajak memberikan penilaian terhadap gagasan atau isi teks dan memberikan tanggapan terhadap teks.
Kemampuan tersebut dapat berupa menilai alasan tokoh, menilai gagasan penulis, memberikan tanggapan terhadap suatu peristiwa, atau memahami penggunaan bahasa dalam teks.
Kerangka resmi TKA Bahasa Indonesia SD memang menempatkan pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, serta evaluasi dan apresiasi sebagai kompetensi yang perlu diperhatikan.
Contoh Soal TKA SD Bahasa Indonesia
Contoh berikut dapat digunakan guru sebagai bahan latihan. Guru dapat mengubah nama tokoh, angka, konteks, maupun tingkat kesulitan sesuai kemampuan peserta didik.
Soal 1 – Menemukan Informasi Tersurat
Bacalah teks berikut!
Setiap Jumat pagi, siswa kelas VI SD Harapan mengikuti kegiatan Jumat Bersih. Mereka membersihkan halaman sekolah, merapikan taman, dan mengumpulkan sampah yang masih berserakan. Kegiatan tersebut dilakukan secara berkelompok. Sebagian siswa membersihkan halaman, sedangkan kelompok lainnya merawat tanaman di taman sekolah. Setelah selesai, semua siswa mencuci tangan sebelum mengikuti pembelajaran.
Pertanyaan:
Kegiatan yang dilakukan siswa kelas VI pada Jumat pagi adalah ….
A. mengikuti lomba kebersihan
B. melaksanakan kegiatan Jumat Bersih
C. melakukan pembelajaran di taman
D. mengikuti kegiatan olahraga
Jawaban: B
Pembahasan:
Jawaban dapat ditemukan secara langsung pada kalimat pertama. Teks menyatakan bahwa siswa kelas VI mengikuti kegiatan Jumat Bersih setiap Jumat pagi.
Soal seperti ini mengukur kemampuan menemukan informasi tersurat. Walaupun relatif sederhana, kemampuan tersebut tetap penting karena menjadi dasar untuk memahami teks secara lebih mendalam.
Soal 2 – Menentukan Informasi Penting
Bacalah teks berikut!
Membawa botol minum sendiri ke sekolah memiliki beberapa manfaat. Siswa dapat mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Selain itu, membawa air minum dari rumah membantu siswa memenuhi kebutuhan minum selama belajar. Botol minum juga dapat digunakan berulang kali sehingga lebih hemat dan ramah lingkungan.
Pertanyaan:
Apa manfaat utama membawa botol minum sendiri berdasarkan teks?
A. membuat siswa lebih cepat pulang
B. mengurangi sampah plastik dan memenuhi kebutuhan minum
C. membuat siswa tidak perlu mengikuti pelajaran
D. menggantikan semua kegiatan kebersihan sekolah
Jawaban: B
Pembahasan:
Teks menyebutkan beberapa manfaat membawa botol minum sendiri, yaitu mengurangi penggunaan plastik, memenuhi kebutuhan minum, dapat digunakan kembali, dan lebih hemat.
Pilihan B merangkum manfaat utama yang paling sesuai dengan isi teks.
Soal 3 – Menentukan Makna Kata Berdasarkan Konteks
Bacalah kalimat berikut!
Rina selalu membawa tempat makan dari rumah sehingga penggunaan kemasan sekali pakai dapat dikurangi.
Makna kata dikurangi dalam kalimat tersebut adalah ….
A. dibuat menjadi lebih sedikit
B. dibuat menjadi lebih mahal
C. digunakan lebih banyak
D. disimpan dalam waktu lama
Jawaban: A
Pembahasan:
Dalam konteks kalimat tersebut, penggunaan kemasan sekali pakai diharapkan menjadi lebih sedikit. Oleh karena itu, makna kata “dikurangi” adalah dibuat menjadi lebih sedikit.
Guru dapat mengembangkan soal semacam ini dengan menggunakan kosakata yang memiliki makna berbeda apabila ditempatkan dalam konteks kalimat yang berbeda.
Soal 4 – Menarik Kesimpulan
Bacalah teks berikut!
Dimas melihat banyak sampah berserakan di sekitar lapangan sekolah setelah kegiatan olahraga. Ia kemudian mengajak teman-temannya membersihkan sampah tersebut. Beberapa teman mengambil sampah plastik, sedangkan yang lain membawa sampah ke tempat pembuangan. Setelah selesai, lapangan terlihat lebih bersih dan nyaman digunakan.
Pertanyaan:
Kesimpulan yang tepat berdasarkan teks adalah ….
A. Dimas tidak menyukai kegiatan olahraga.
B. Dimas dan teman-temannya peduli terhadap kebersihan lingkungan.
C. Lapangan sekolah tidak dapat digunakan untuk olahraga.
D. Semua siswa meninggalkan sampah setelah olahraga.
Jawaban: B
Pembahasan:
Tidak ada kalimat yang secara langsung menyatakan bahwa Dimas dan teman-temannya “peduli terhadap kebersihan”. Kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan tindakan mereka membersihkan sampah.
Inilah contoh kemampuan inferensial. Siswa perlu menghubungkan beberapa informasi dalam teks untuk memperoleh kesimpulan.
Soal 5 – Menentukan Hubungan Antarperistiwa
Bacalah teks berikut!
Hujan turun cukup deras sejak pagi. Akibatnya, halaman sekolah menjadi basah dan beberapa bagian tergenang air. Guru kemudian memindahkan kegiatan olahraga dari halaman ke aula sekolah. Siswa tetap dapat mengikuti kegiatan olahraga meskipun tidak berada di lapangan.
Pertanyaan:
Mengapa kegiatan olahraga dipindahkan ke aula?
A. Siswa tidak menyukai olahraga.
B. Guru ingin mempercepat waktu belajar.
C. Halaman sekolah basah dan beberapa bagian tergenang air.
D. Aula merupakan tempat favorit siswa.
Jawaban: C
Pembahasan:
Hubungan sebab-akibat terlihat jelas dalam teks. Hujan deras menyebabkan halaman sekolah basah dan tergenang. Kondisi tersebut menyebabkan guru memindahkan kegiatan olahraga ke aula.
Guru dapat meningkatkan tingkat kesulitan dengan memberikan pilihan jawaban yang tidak menggunakan kalimat persis dari teks sehingga siswa benar-benar perlu memahami hubungan antarperistiwa.
Soal 6 – Memahami Teks Fiksi
Bacalah cerita berikut!
Pagi itu, Arga menemukan seekor anak kucing berada di dekat gerbang sekolah. Anak kucing tersebut tampak ketakutan dan terus mengeong. Arga ingin membawanya pulang, tetapi ia teringat pesan ibunya agar tidak membawa hewan tanpa meminta izin terlebih dahulu. Arga kemudian membawa anak kucing itu ke ruang guru dan meminta bantuan gurunya. Guru tersebut membantu mencari pemilik kucing melalui informasi dari warga sekitar.
Pertanyaan:
Sikap Arga yang paling tepat berdasarkan cerita adalah ….
A. bertanggung jawab dan meminta bantuan
B. takut terhadap semua hewan
C. tidak peduli terhadap keadaan kucing
D. membawa kucing pulang tanpa izin
Jawaban: A
Pembahasan:
Arga menunjukkan kepedulian terhadap anak kucing. Namun, ia juga mengingat pesan ibunya dan memilih meminta bantuan guru. Tindakan tersebut menunjukkan sikap bertanggung jawab.
Soal ini tidak hanya meminta siswa menemukan tindakan tokoh, tetapi juga memahami karakter tokoh berdasarkan tindakan yang dilakukan.
Soal 7 – Menilai Tindakan Tokoh
Berdasarkan cerita pada soal sebelumnya, apakah tindakan Arga tepat?
A. Tepat, karena ia membantu kucing sekaligus meminta bantuan orang dewasa.
B. Tidak tepat, karena seharusnya ia meninggalkan kucing tersebut.
C. Tidak tepat, karena semua hewan harus dibawa pulang.
D. Tepat, karena ia langsung membawa kucing pulang.
Jawaban: A
Pembahasan:
Arga mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kondisi anak kucing dan pesan yang diberikan ibunya. Ia tidak bertindak sembarangan, tetapi meminta bantuan guru.
Soal ini mulai masuk pada kemampuan evaluasi. Siswa perlu menilai tindakan tokoh berdasarkan informasi yang tersedia.
Soal 8 – Menentukan Gagasan Utama
Bacalah teks berikut!
Perpustakaan sekolah bukan hanya tempat menyimpan buku. Perpustakaan dapat menjadi tempat siswa mencari informasi, membaca cerita, mengerjakan tugas, dan berdiskusi. Karena itu, perpustakaan perlu dijaga agar tetap bersih, nyaman, dan memiliki koleksi bacaan yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pertanyaan:
Gagasan utama teks tersebut adalah ….
A. perpustakaan hanya digunakan untuk menyimpan buku
B. siswa harus mengerjakan tugas di perpustakaan
C. perpustakaan memiliki berbagai fungsi dan perlu dijaga
D. semua siswa harus membaca cerita setiap hari
Jawaban: C
Pembahasan:
Kalimat-kalimat dalam teks menjelaskan berbagai fungsi perpustakaan sekaligus pentingnya menjaga kondisi perpustakaan. Jadi, gagasan utama yang paling tepat adalah perpustakaan memiliki berbagai fungsi dan perlu dijaga.
Soal 9 – Pilihan Ganda Kompleks
Bacalah teks berikut!
Sekolah mulai membuat kebun kecil di halaman belakang. Siswa kelas VI membantu menanam cabai, tomat, dan beberapa tanaman obat. Guru menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi sarana belajar tentang tumbuhan sekaligus melatih tanggung jawab. Setiap kelompok mendapat jadwal untuk menyiram dan merawat tanaman.
Pertanyaan:
Pilihlah semua jawaban yang benar!
Manfaat kegiatan kebun sekolah berdasarkan teks adalah ….
□ membantu siswa belajar tentang tumbuhan
□ melatih tanggung jawab siswa
□ membuat semua siswa menjadi petani
□ mengajarkan siswa merawat tanaman
Jawaban:
✓ membantu siswa belajar tentang tumbuhan
✓ melatih tanggung jawab siswa
✓ mengajarkan siswa merawat tanaman
Pembahasan:
Teks secara langsung menyebutkan kegiatan tersebut sebagai sarana belajar tentang tumbuhan dan melatih tanggung jawab. Kegiatan menyiram dan merawat tanaman juga menunjukkan adanya pembelajaran untuk merawat tanaman.
Pernyataan bahwa semua siswa menjadi petani tidak terdapat dalam teks dan terlalu jauh dari informasi yang tersedia.
Soal 10 – Evaluasi Isi Teks
Bacalah teks berikut!
Membaca selama 15–20 menit setiap hari dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk meningkatkan kemampuan memahami bacaan. Agar kegiatan tersebut menyenangkan, siswa dapat memilih buku sesuai minatnya. Orang tua dan guru dapat membantu dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menceritakan kembali isi bacaan.
Pertanyaan:
Pernyataan yang paling sesuai sebagai tanggapan terhadap teks tersebut adalah ….
A. Membaca hanya bermanfaat bagi siswa yang gemar menulis.
B. Kebiasaan membaca dapat dibangun secara bertahap melalui kegiatan yang sesuai minat siswa.
C. Siswa harus membaca buku yang sama setiap hari.
D. Membaca tidak perlu dilakukan jika siswa sudah dapat menjawab soal.
Jawaban: B
Pembahasan:
Teks menyarankan kegiatan membaca secara rutin dalam waktu yang realistis serta memberikan kesempatan kepada siswa memilih buku sesuai minatnya. Oleh karena itu, pernyataan B merupakan tanggapan yang paling sesuai.
Apa yang Dapat Dipelajari Guru dari Contoh Soal di Atas?
Dari contoh tersebut terlihat bahwa latihan TKA Bahasa Indonesia sebaiknya tidak hanya berisi pertanyaan yang jawabannya dapat ditemukan dengan cara menyalin satu kalimat dari teks.
Guru dapat membuat latihan secara bertahap.
Tahap pertama adalah menemukan informasi.
Pada tahap ini siswa berlatih menjawab pertanyaan seperti:
- Apa?
- Siapa?
- Kapan?
- Di mana?
- Informasi apa yang disebutkan dalam teks?
Tahap kedua adalah menghubungkan informasi.
Siswa mulai diminta menentukan hubungan sebab-akibat, hubungan antarkalimat, hubungan antarparagraf, atau perubahan peristiwa.
Tahap ketiga adalah menarik kesimpulan.
Siswa harus menggunakan beberapa informasi untuk memperoleh jawaban yang tidak ditulis secara langsung.
Tahap keempat adalah mengevaluasi.
Siswa diminta mempertimbangkan apakah tindakan tokoh tepat, apakah sebuah gagasan masuk akal, atau bagaimana tanggapan yang sesuai terhadap isi teks.
Pola bertahap seperti ini lebih baik daripada langsung memberikan soal sulit dalam jumlah banyak.
Gunakan Teks Informasi dan Teks Fiksi secara Seimbang
Kerangka TKA Bahasa Indonesia SD menggunakan teks informasi dan teks fiksi.
Karena itu, guru sebaiknya menyediakan kedua jenis bacaan tersebut dalam latihan.
Teks informasi dapat berupa:
- lingkungan;
- kesehatan;
- teknologi sederhana;
- kegiatan sekolah;
- budaya;
- hewan dan tumbuhan;
- kehidupan masyarakat;
- kegiatan sehari-hari.
Sementara itu, teks fiksi dapat berupa cerita pendek dengan tokoh, peristiwa, konflik, dan penyelesaian yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah kualitas pertanyaan, bukan hanya jumlah bacaan.
Sebuah teks pendek dapat menghasilkan beberapa pertanyaan yang mengukur kemampuan berbeda. Misalnya, satu bacaan dapat digunakan untuk pertanyaan informasi tersurat, makna kata, kesimpulan, hubungan antarperistiwa, karakter tokoh, dan evaluasi.
Jangan Hanya Mengajarkan Siswa Mencari Kata yang Sama
Salah satu kebiasaan yang perlu diperbaiki dalam latihan soal adalah mengajarkan siswa mencari kata yang sama antara teks dan pilihan jawaban.
Strategi tersebut mungkin membantu pada soal informasi tersurat, tetapi tidak cukup untuk soal inferensial dan evaluatif.
Contohnya, teks menyatakan:
“Rani menyimpan payung di dekat pintu sebelum berangkat.”
Pertanyaan mungkin berbunyi:
Mengapa Rani menyiapkan payung sebelum berangkat?
Jawabannya belum tentu tertulis secara langsung. Siswa harus melihat konteks bacaan secara keseluruhan.
Oleh karena itu, guru perlu membiasakan siswa bertanya:
“Informasi apa yang mendukung jawaban saya?”
Kebiasaan tersebut akan membantu siswa memberikan jawaban berdasarkan bukti dari teks.
Latihan Tidak Harus Selalu Berupa Simulasi TKA
Persiapan TKA tidak berarti setiap hari siswa harus mengerjakan puluhan soal.
Pembelajaran Bahasa Indonesia sehari-hari sebenarnya dapat menjadi sarana persiapan yang sangat baik.
Guru dapat meminta siswa membaca sebuah teks pendek kemudian:
- menemukan informasi penting;
- menjelaskan kata sulit;
- menentukan gagasan utama;
- menyimpulkan isi bacaan;
- menjelaskan hubungan sebab-akibat;
- memberikan pendapat;
- menemukan bukti yang mendukung pendapat.
Dengan cara tersebut, kemampuan yang diperlukan dalam TKA dibangun melalui pembelajaran yang bermakna.
Pendekatan belajar bertahap juga sejalan dengan sumber belajar resmi yang mendorong persiapan TKA dilakukan sedikit demi sedikit, bukan dengan belajar secara berlebihan dalam waktu singkat.
Bagaimana Membuat Latihan TKA Bahasa Indonesia di Kelas?
Guru dapat menggunakan pola sederhana berikut.
Senin: Membaca teks informasi
Siswa membaca satu teks informasi dan menemukan lima informasi penting.
Selasa: Kosakata dan makna
Siswa mencari kata yang belum dipahami dan menentukan maknanya berdasarkan konteks.
Rabu: Inferensi
Siswa menjawab pertanyaan yang membutuhkan kesimpulan dari beberapa informasi.
Kamis: Teks fiksi
Siswa membaca cerita pendek dan menganalisis tokoh, peristiwa, konflik, serta pesan cerita.
Jumat: Evaluasi
Siswa memberikan pendapat terhadap isi bacaan dan menyertakan alasan.
Model seperti ini membuat latihan TKA menyatu dengan pembelajaran Bahasa Indonesia.
Peran Guru dalam Membahas Jawaban
Pembahasan soal justru merupakan bagian yang sangat penting.
Jangan berhenti pada kalimat:
“Jawabannya B.”
Guru dapat melanjutkan dengan pertanyaan:
“Mengapa B?”
Kemudian:
“Kalimat mana dalam teks yang mendukung jawaban tersebut?”
Untuk soal inferensial, guru dapat bertanya:
“Informasi apa saja yang harus kita gabungkan untuk memperoleh kesimpulan?”
Sedangkan untuk soal evaluasi:
“Apa alasan kamu memilih jawaban tersebut?”
Dengan demikian, siswa tidak hanya mengetahui benar atau salah, tetapi memahami proses berpikir yang menghasilkan jawaban.
Manfaat Membuat Jurnal Kesalahan
Guru juga dapat meminta siswa membuat jurnal sederhana setelah latihan.
Formatnya dapat berupa:
| Nomor | Jawaban Saya | Jawaban Benar | Penyebab Kesalahan | Perbaikan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | B | C | Salah memahami teks | Membaca paragraf kedua kembali |
| 2 | A | A | Benar | — |
| 3 | D | B | Tidak memperhatikan konteks | Mencari bukti dalam teks |
Jurnal tersebut membantu guru mengetahui apakah kesalahan siswa disebabkan oleh:
- kurang teliti;
- belum memahami kosakata;
- kesulitan menemukan informasi;
- kesulitan menarik kesimpulan;
- terburu-buru;
- belum mampu mengevaluasi isi bacaan.
Data tersebut jauh lebih berguna dibandingkan hanya mengetahui nilai akhir.
Jangan Menjadikan TKA sebagai Tekanan bagi Siswa
Persiapan TKA memang penting, tetapi guru tetap perlu menjaga suasana belajar yang sehat.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa TKA bukan alat untuk memberi label kepada sekolah, daerah, maupun murid. Hasil TKA juga dapat digunakan sebagai bahan refleksi pembelajaran. Pada hasil TKA 2026, pemerintah menekankan pentingnya menggunakan data asesmen untuk memahami kemampuan yang sudah dikuasai dan kemampuan yang masih perlu diperkuat.
Karena itu, nilai latihan sebaiknya digunakan untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran, bukan untuk menakut-nakuti siswa.
Guru dapat mengatakan:
“Kita latihan supaya tahu bagian mana yang sudah dikuasai dan bagian mana yang masih perlu dipelajari.”
Kalimat sederhana seperti itu dapat membantu membangun pola pikir bahwa latihan adalah bagian dari proses belajar.
Contoh Program Latihan TKA Bahasa Indonesia SD
Sekolah dapat membuat program sederhana selama beberapa minggu.
Minggu pertama berfokus pada informasi tersurat dan gagasan utama.
Minggu kedua berfokus pada kosakata, hubungan antarkalimat, dan hubungan antarparagraf.
Minggu ketiga berfokus pada kesimpulan dan informasi tersirat.
Minggu keempat berfokus pada teks fiksi, karakter tokoh, konflik, dan pesan.
Minggu kelima berfokus pada evaluasi dan apresiasi.
Minggu berikutnya dapat digunakan untuk latihan terpadu.
Dengan pola tersebut, siswa memiliki kesempatan membangun kemampuan secara bertahap.
Penutup
Contoh soal TKA SD Bahasa Indonesia sebaiknya dirancang untuk melatih kemampuan membaca secara utuh, bukan sekadar menguji kemampuan siswa mencari jawaban yang tertulis dalam teks.
Guru dapat memulai dari pemahaman tekstual, kemudian meningkatkan latihan menuju pemahaman inferensial, evaluasi, dan apresiasi.
Penggunaan teks informasi dan teks fiksi juga perlu diperhatikan karena keduanya menjadi bagian dari muatan TKA Bahasa Indonesia SD.
Yang tidak kalah penting, latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap. Siswa tidak harus langsung menghadapi soal yang sangat sulit. Mereka perlu memperoleh pengalaman membaca, memahami, menghubungkan informasi, menarik kesimpulan, dan memberikan alasan secara konsisten.
Untuk persiapan TKA SD 2027, guru juga perlu mengikuti informasi resmi pemerintah karena ketentuan teknis dan perangkat asesmen dapat diperbarui. Materi latihan dalam artikel ini dapat dijadikan contoh dan inspirasi, bukan pengganti kisi-kisi atau dokumen resmi TKA.
Pada akhirnya, persiapan TKA yang baik bukan hanya membuat siswa mampu menjawab soal, tetapi juga membantu mereka menjadi pembaca yang mampu memahami informasi, berpikir kritis, memberikan alasan, dan mengambil keputusan berdasarkan bukti.