PKGSD-MBI 2026/2027: Panduan Pelatihan Guru SD Mengajar Bahasa Inggris

kepalasekolah.id – PKGSD-MBI 2026/2027: Panduan Pelatihan Guru SD Mengajar Bahasa Inggris. Perubahan kebijakan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar membuat kesiapan guru menjadi salah satu perhatian penting menjelang tahun ajaran 2027/2028. Mulai tahun ajaran tersebut, Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib pada jenjang SD, MI, dan bentuk satuan pendidikan yang sederajat. Kebijakan ini merupakan bagian dari perubahan kurikulum melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.

Untuk mendukung proses transisi tersebut, pemerintah menjalankan Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris atau PKGSD-MBI. Program ini dirancang untuk membantu guru meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus kemampuan pedagogis agar dapat menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik SD.

Bagi guru SD yang selama ini belum memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Inggris, keberadaan PKGSD-MBI menjadi salah satu bentuk dukungan untuk mempersiapkan diri. Guru tidak hanya dituntut mengetahui kosakata Bahasa Inggris, tetapi juga perlu memahami bagaimana mengajarkan bahasa tersebut kepada anak secara sederhana, menyenangkan, dan bermakna.

Apa Itu PKGSD-MBI?

PKGSD-MBI merupakan singkatan dari Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris. Program ini merupakan bagian dari upaya Kemendikdasmen untuk memperkuat kesiapan guru SD dalam menghadapi penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada kemampuan berbahasa. Pemerintah juga menekankan penguatan kompetensi pedagogik sehingga guru mampu mengubah kemampuan Bahasa Inggris yang dipelajari menjadi pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan usia dan kebutuhan peserta didik.

Dengan demikian, guru yang mengikuti PKGSD-MBI diharapkan tidak berhenti pada kemampuan seperti menghafal vocabulary atau memahami grammar. Guru juga perlu mampu menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks kelas, memberikan instruksi sederhana, mengembangkan aktivitas pembelajaran, menggunakan media, serta melakukan asesmen.

Mengapa PKGSD-MBI Penting Menjelang 2027/2028?

Bahasa Inggris akan beralih dari mata pelajaran pilihan menjadi mata pelajaran wajib di SD mulai tahun ajaran 2027/2028. Sampai tahun ajaran 2026/2027, satuan pendidikan masih berada dalam masa transisi dan dapat menyelenggarakan Bahasa Inggris berdasarkan kesiapan sekolah.

Perubahan tersebut tentu membutuhkan kesiapan pada beberapa sisi, terutama guru.

Tidak semua sekolah dasar memiliki guru yang berlatar belakang pendidikan Bahasa Inggris. Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam proses persiapan.

Kemendikdasmen menyebut PKGSD-MBI sebagai salah satu upaya untuk memperkuat kompetensi guru secara bertahap. Pada tahap awal tahun 2026, sebanyak 5.777 guru dari 177 kabupaten/kota di 34 provinsi mengikuti pelatihan.

Program kemudian dikembangkan agar jangkauannya semakin luas, termasuk melalui pelatihan mandiri yang dapat diakses guru melalui Ruang GTK di Rumah Pendidikan.

Siapa yang Perlu Memanfaatkan PKGSD-MBI?

PKGSD-MBI sangat relevan bagi guru SD yang akan terlibat dalam pembelajaran Bahasa Inggris, terutama guru yang belum memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Inggris.

Namun, program ini sebaiknya tidak dipahami sebagai pemberian kewenangan otomatis kepada semua guru untuk mengajar Bahasa Inggris. Penugasan guru tetap perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku, kesesuaian bidang tugas, kompetensi, serta kebijakan satuan pendidikan dan pemerintah daerah.

Dalam program tahap awal, salah satu sasaran yang disebut pemerintah adalah guru kelas dengan latar belakang non-Bahasa Inggris pada sekolah yang belum menerapkan Bahasa Inggris. Program tersebut dilaksanakan secara bertahap dan guru yang belum memperoleh pelatihan dapat mengikuti jalur pembelajaran berikutnya atau memanfaatkan pembelajaran mandiri.

Apa Tujuan PKGSD-MBI?

Secara praktis, guru dapat melihat PKGSD-MBI sebagai program untuk mempersiapkan tiga kemampuan utama.

1. Meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris

Guru perlu memiliki kemampuan dasar yang cukup untuk berkomunikasi dan memberikan pembelajaran Bahasa Inggris kepada peserta didik.

Kemampuan tersebut dapat mencakup:

  • kosakata sehari-hari;
  • ungkapan sederhana;
  • classroom English;
  • listening;
  • speaking;
  • reading;
  • writing;
  • pronunciation;
  • pemahaman teks sederhana.

Kemampuan tersebut sebaiknya dikembangkan secara bertahap dan tidak membuat guru merasa harus menguasai seluruh Bahasa Inggris dalam waktu singkat.

2. Meningkatkan kemampuan pedagogik

Menguasai Bahasa Inggris belum tentu berarti mampu mengajarkannya kepada anak SD.

Guru perlu memahami karakteristik peserta didik, memilih aktivitas yang sesuai, memberikan instruksi sederhana, menggunakan media visual, mengelola kelas, serta memberikan umpan balik.

Karena itulah PKGSD-MBI tidak hanya berfokus pada penguasaan bahasa, tetapi juga kompetensi pedagogis. Pemerintah menjelaskan bahwa program ini dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa sekaligus kemampuan pedagogik guru.

3. Membangun kepercayaan diri guru

Sebagian guru mungkin merasa kurang percaya diri karena bukan lulusan Pendidikan Bahasa Inggris.

Hal tersebut wajar. Justru proses pelatihan dapat menjadi kesempatan bagi guru untuk belajar secara bertahap.

Pengalaman pelaksanaan PKGSD-MBI menunjukkan bahwa guru peserta merasa lebih percaya diri setelah memperoleh pelatihan. Pemerintah juga mendorong peserta untuk membagikan hasil belajar melalui KKG dan komunitas belajar.

Bagaimana Bentuk Pelatihan PKGSD-MBI?

PKGSD-MBI dikembangkan melalui beberapa pola pelatihan. Selain pelatihan yang diselenggarakan secara langsung atau bertahap melalui program pemerintah, tersedia pula pelatihan mandiri melalui Ruang GTK.

Model pelatihan mandiri dikembangkan agar guru dapat belajar secara lebih fleksibel tanpa harus meninggalkan tugas utama di sekolah. Program ini menggunakan pendekatan pembelajaran daring atau MOOC sehingga akses pembelajaran dapat diperluas.

Hal ini penting karena jumlah guru yang perlu mendapatkan penguatan kompetensi cukup besar.

Dalam roadmap PKGSD-MBI, pengembangan program dilakukan secara bertahap hingga 2029. Pada 2026 terdapat implementasi pelatihan dan penguatan instrumen; pada 2027 dikembangkan pelatihan mandiri dan sistem evaluasi; kemudian dilanjutkan pengembangan ekosistem pengembangan kompetensi guru pada 2028 dan 2029.

Materi Apa yang Perlu Dipelajari Guru?

Guru yang mempersiapkan diri melalui PKGSD-MBI sebaiknya tidak hanya berorientasi pada menyelesaikan modul. Hasil belajar perlu diterapkan dalam praktik pembelajaran.

Beberapa kemampuan yang penting dipelajari antara lain:

Classroom English

Guru dapat mempelajari ungkapan sederhana seperti:

  • Good morning, students.
  • Please sit down.
  • Open your book.
  • Listen carefully.
  • Work with your partner.
  • Repeat after me.
  • What do you see?
  • Can you answer the question?

Ungkapan tersebut dapat digunakan secara bertahap dalam kegiatan pembelajaran.

Kosakata kontekstual

Guru dapat memulai dari tema yang dekat dengan kehidupan anak, misalnya family, school, classroom, numbers, colors, animals, food, daily activities, hobbies, dan healthy life.

Listening dan speaking

Guru perlu melatih kemampuan memahami ucapan sederhana sekaligus memberikan contoh pengucapan yang dapat ditiru peserta didik.

Reading dan writing

Untuk kelas yang lebih tinggi, guru dapat mulai mengembangkan kegiatan membaca teks pendek, menemukan informasi, menulis kalimat sederhana, dan membuat produk sederhana.

Pedagogi Bahasa Inggris

Guru juga perlu belajar bagaimana mengubah materi bahasa menjadi kegiatan yang sesuai dengan karakteristik anak.

Misalnya melalui permainan, lagu, gambar, benda nyata, role play, storytelling, dialog sederhana, dan proyek.

PKGSD-MBI Bukan Sekadar Belajar Grammar

Salah satu kesalahan yang mungkin terjadi dalam mempersiapkan diri adalah menganggap bahwa belajar Bahasa Inggris berarti harus menguasai grammar terlebih dahulu.

Untuk pembelajaran SD, guru sebaiknya membangun kemampuan komunikasi secara bertahap.

Grammar tetap penting, tetapi penggunaannya dapat ditempatkan sebagai pendukung komunikasi. Misalnya ketika mengajarkan daily activities, siswa dapat belajar kalimat:

I wake up at six o’clock.

Guru tidak harus langsung memberikan penjelasan tata bahasa yang panjang. Anak dapat terlebih dahulu memahami makna, menirukan, menggunakan dalam percakapan, kemudian secara bertahap memahami pola kalimat.

Pendekatan seperti ini lebih dekat dengan pembelajaran Bahasa Inggris yang komunikatif dan sesuai dengan karakteristik anak.

Hubungan PKGSD-MBI dengan CP, TP, dan ATP

Guru yang akan mengajar Bahasa Inggris juga perlu memahami perangkat pembelajaran.

Urutannya dapat dipahami secara sederhana:

CP → TP → ATP → Perencanaan Pembelajaran → Pembelajaran → Asesmen → Refleksi dan Tindak Lanjut

CP memberikan arah kemampuan yang perlu dicapai peserta didik. Guru kemudian dapat mengembangkan TP, menyusunnya dalam ATP, dan menerjemahkannya ke dalam perencanaan pembelajaran.

Artinya, setelah mengikuti PKGSD-MBI, guru tetap perlu belajar mengembangkan perangkat pembelajaran Bahasa Inggris.

Hal ini penting agar kegiatan di kelas tidak hanya berupa permainan Bahasa Inggris, tetapi benar-benar memiliki tujuan pembelajaran yang jelas.

Bagaimana Guru Mempersiapkan Diri Sebelum Mengikuti Pelatihan?

Guru dapat membuat checklist sederhana.

Checklist persiapan guru

  • Mengenali kebijakan Bahasa Inggris SD 2027/2028.
  • Mengetahui posisi Bahasa Inggris dalam kurikulum.
  • Memetakan kemampuan Bahasa Inggris pribadi.
  • Melatih kosakata sehari-hari.
  • Membiasakan classroom English.
  • Berlatih pronunciation.
  • Mempelajari CP Bahasa Inggris.
  • Mempelajari contoh TP dan ATP.
  • Berlatih membuat kegiatan speaking dan listening.
  • Belajar menggunakan media visual.
  • Mencoba asesmen sederhana.
  • Mengikuti pelatihan yang tersedia.
  • Berbagi praktik dengan rekan guru melalui KKG atau komunitas belajar.

Dengan checklist tersebut, guru dapat melihat perkembangan kompetensinya secara lebih nyata.

Manfaat Mengikuti PKGSD-MBI bagi Guru SD

Jika dimanfaatkan dengan baik, program ini dapat memberikan beberapa manfaat.

Pertama, guru memiliki kesempatan meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris secara bertahap.

Kedua, guru mendapatkan wawasan pedagogik untuk mengajarkan Bahasa Inggris kepada anak SD.

Ketiga, guru dapat lebih percaya diri menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi pembelajaran.

Keempat, guru dapat mengembangkan perangkat pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih sesuai dengan kebutuhan murid.

Kelima, hasil pelatihan dapat dibagikan kepada rekan sejawat sehingga manfaatnya tidak berhenti pada satu guru.

Kemendikdasmen sendiri mendorong agar hasil belajar peserta dapat dikembangkan melalui KKG dan komunitas belajar.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Sekolah?

PKGSD-MBI bukan hanya urusan guru secara individual. Sekolah juga perlu memberikan dukungan.

Sekolah dapat melakukan pemetaan sederhana:

Guru → Kompetensi → Pelatihan → Praktik → Pendampingan → Evaluasi

Kepala sekolah dapat membantu menyediakan waktu untuk belajar, mendorong guru mengikuti pelatihan, menyediakan media pembelajaran sederhana, serta memberikan ruang bagi guru untuk berbagi praktik baik.

Sekolah juga dapat membuat lingkungan yang mendukung Bahasa Inggris, misalnya melalui English Corner, label sederhana pada benda di kelas, salam Bahasa Inggris, atau kegiatan English Day.

Program penguatan PKGSD-MBI di lapangan juga mulai diarahkan agar hasil pelatihan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi diterapkan di ruang kelas.

Jangan Menunggu Tahun 2027/2028 untuk Mulai Belajar

Tahun ajaran 2027/2028 mungkin terlihat masih cukup jauh bagi sebagian guru, tetapi persiapan kompetensi membutuhkan waktu.

Guru tidak perlu menunggu sampai mendapatkan pelatihan formal untuk mulai belajar.

Mulailah dari hal sederhana.

Hari ini belajar 10 kosakata. Besok berlatih lima classroom English. Minggu berikutnya mencoba dialog sederhana. Setelah itu membuat satu kegiatan speaking untuk siswa.

Jika dilakukan secara konsisten, kemampuan akan berkembang.

Pemerintah juga telah membuka pelatihan mandiri PKGSD-MBI melalui Ruang GTK untuk memperluas kesempatan guru belajar secara fleksibel.

Guru dapat memanfaatkan jalur resmi tersebut sekaligus terus berlatih melalui KKG dan komunitas belajar.

Apakah PKGSD-MBI Menjadikan Guru Otomatis sebagai Guru Bahasa Inggris?

Ini merupakan hal penting yang perlu dipahami.

Mengikuti pelatihan PKGSD-MBI jangan dimaknai sebagai otomatis mengubah status atau penugasan guru menjadi guru Bahasa Inggris.

Program ini merupakan bentuk penguatan kompetensi dan dukungan pemerintah dalam masa transisi. Penugasan guru tetap harus memperhatikan ketentuan yang berlaku, kesesuaian bidang tugas, kompetensi, dan kebijakan satuan pendidikan.

Dalam informasi resmi PKGSD-MBI, pemerintah juga mencantumkan rujukan terkait kesesuaian bidang tugas dan kompetensi guru Bahasa Inggris. Portal program menyebut Perdirjen GTK Nomor 1668 Tahun 2024 yang mensyaratkan kompetensi minimal Guru Bahasa Inggris pada tingkat SD berada pada level B1 berdasarkan CEFR.

Karena itu, guru sebaiknya mengikuti program secara serius sebagai bagian dari proses peningkatan kompetensi, bukan sekadar untuk mendapatkan bukti mengikuti pelatihan.

Kesimpulan

PKGSD-MBI 2026/2027 merupakan salah satu program penting dalam persiapan guru SD menghadapi penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028.

Program ini tidak hanya berfokus pada kemampuan Bahasa Inggris, tetapi juga pada kemampuan pedagogik dan kesiapan guru menerapkan pembelajaran di kelas. Pada tahap awal 2026, program telah melibatkan ribuan guru, sementara pengembangannya terus dilakukan secara bertahap dan diperluas melalui pelatihan mandiri.

Bagi guru SD, terutama yang bukan berlatar belakang Pendidikan Bahasa Inggris, hal terpenting adalah tidak takut untuk mulai belajar.

Guru tidak harus langsung sempurna. Yang diperlukan adalah kemauan untuk meningkatkan kompetensi, berlatih secara konsisten, memanfaatkan pelatihan resmi, berdiskusi dengan rekan sejawat, dan menerapkan hasil belajar secara bertahap di kelas.

Persiapan menuju Bahasa Inggris wajib SD bukan hanya tentang menunggu kebijakan berlaku. Persiapan terbaik dimulai dari peningkatan kompetensi guru sejak sekarang.