kepalasekolah.id – Soal Bahasa Inggris SD Kelas 3–6 Tahun 2027/2028: Contoh Asesmen Formatif dan Sumatif. Persiapan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar semakin penting dilakukan oleh guru dan satuan pendidikan. Berdasarkan kebijakan yang berlaku, Bahasa Inggris yang sebelumnya dapat diselenggarakan sebagai mata pelajaran pilihan pada masa transisi akan menjadi mata pelajaran wajib di SD/MI mulai tahun ajaran 2027/2028. Pemerintah juga menyiapkan program peningkatan kompetensi guru agar pelaksanaan pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan menyenangkan.
Perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan jadwal pelajaran atau perangkat pembelajaran. Guru juga perlu mempersiapkan bentuk asesmen yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.
Soal Bahasa Inggris untuk murid SD sebaiknya tidak hanya menguji kemampuan menghafal kosakata. Guru perlu memberikan kesempatan kepada murid untuk menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, dan menggunakan bahasa dalam konteks sederhana.
Karena itu, penyusunan soal Bahasa Inggris kelas 3–6 perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan perkembangan kemampuan murid.
Artikel ini membahas contoh soal yang dapat dijadikan inspirasi guru untuk menyusun asesmen formatif maupun sumatif Bahasa Inggris SD.
Kelas 3–6 Menjadi Fokus Utama Persiapan Bahasa Inggris SD
Dalam penerapan Bahasa Inggris pada jenjang SD, kelas 3–6 menjadi bagian penting karena berada pada Fase B dan Fase C.
Guru dapat mengembangkan soal berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan melalui alur:
Capaian Pembelajaran → Tujuan Pembelajaran → ATP → Kegiatan Pembelajaran → Asesmen
Dengan demikian, soal tidak dibuat hanya karena ingin memiliki kumpulan soal, tetapi harus dapat memberikan informasi mengenai ketercapaian tujuan pembelajaran.
Guru juga tidak harus menggunakan bentuk tes tertulis untuk semua kemampuan. Asesmen Bahasa Inggris dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis dan dapat diintegrasikan sesuai elemen yang dikembangkan.
Perbedaan Asesmen Formatif dan Sumatif Bahasa Inggris
Sebelum membuat soal, guru perlu memahami fungsi asesmen.
1. Asesmen formatif
Asesmen formatif dilakukan selama proses pembelajaran. Tujuannya terutama untuk mengetahui perkembangan murid dan memberikan umpan balik sehingga pembelajaran dapat diperbaiki atau disesuaikan.
Contohnya:
- pertanyaan lisan;
- kuis singkat;
- mencocokkan gambar dengan kata;
- dialog sederhana;
- membaca kalimat;
- menyimak instruksi;
- menulis kalimat sederhana;
- observasi aktivitas berbicara;
- permainan kosakata;
- lembar kerja.
Asesmen formatif tidak harus selalu berupa ulangan.
2. Asesmen sumatif
Asesmen sumatif digunakan untuk melihat ketercapaian tujuan pembelajaran setelah suatu rangkaian pembelajaran selesai.
Bentuknya dapat berupa:
- tes tertulis;
- tes lisan;
- praktik percakapan;
- membaca teks;
- menulis;
- proyek;
- presentasi;
- produk sederhana.
Dengan demikian, asesmen Bahasa Inggris dapat dirancang lebih beragam sesuai kemampuan yang ingin diukur.
Prinsip Menyusun Soal Bahasa Inggris SD
Ada beberapa prinsip yang sebaiknya diperhatikan guru.
Pertama, gunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan murid. Soal kelas 3 tentu tidak perlu menggunakan struktur kalimat yang terlalu kompleks.
Kedua, gunakan konteks yang dekat dengan kehidupan anak. Misalnya keluarga, sekolah, teman, makanan, hewan, aktivitas sehari-hari, hobi, lingkungan rumah, dan kegiatan sekolah.
Ketiga, jangan terlalu berfokus pada grammar. Tata bahasa tetap penting, tetapi sebaiknya ditempatkan sebagai pendukung kemampuan berkomunikasi.
Keempat, gunakan gambar apabila membantu murid memahami konteks.
Kelima, berikan variasi bentuk asesmen agar kemampuan Bahasa Inggris tidak hanya diukur melalui pilihan ganda.
Pendekatan pembelajaran Bahasa Inggris yang dikembangkan pemerintah juga menekankan pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan serta mendorong murid berani menggunakan bahasa dalam situasi sederhana sehari-hari.
Contoh Soal Bahasa Inggris Kelas 3 SD
Kelas 3 termasuk Fase B. Pada tahap ini, soal dapat menggunakan kosakata dan kalimat sederhana yang dekat dengan kehidupan murid.
Contoh 1 – Vocabulary
Look at the picture of an apple. What is it?
A. Banana
B. Apple
C. Orange
D. Mango
Jawaban: B. Apple
Soal seperti ini dapat digunakan sebagai asesmen formatif setelah pembelajaran tentang nama-nama buah.
Contoh 2 – Introducing Yourself
Read the dialogue.
Rina: Hello. My name is Rina. What is your name?
Siti: My name is Siti.
What is Rina doing?
A. Saying goodbye
B. Introducing herself
C. Asking for food
D. Telling the time
Jawaban: B. Introducing herself
Contoh 3 – Daily Activity
I wake up at six o’clock in the morning. What does “wake up” mean?
A. Tidur
B. Bangun tidur
C. Makan
D. Bermain
Jawaban: B. Bangun tidur
Contoh 4 – Speaking
Guru menunjukkan gambar seorang anak sedang bermain bola.
Guru bertanya:
“What is he doing?”
Murid dapat menjawab:
“He is playing football.”
Soal ini lebih tepat digunakan sebagai asesmen lisan daripada hanya dijadikan pilihan ganda.
Contoh Soal Bahasa Inggris Kelas 4 SD
Pada kelas 4, guru dapat mulai memberikan teks pendek dan dialog yang sedikit lebih panjang.
Contoh 1 – Reading
Read the text.
My name is Andi. I live in a small house with my parents. I have one brother. His name is Budi. We usually go to school together every morning.
Who is Budi?
A. Andi’s father
B. Andi’s brother
C. Andi’s teacher
D. Andi’s friend
Jawaban: B. Andi’s brother
Contoh 2 – Daily Activities
What does Andi usually do every morning?
A. He goes to school.
B. He goes to the market.
C. He plays football.
D. He watches television.
Jawaban: A. He goes to school.
Contoh 3 – Speaking
Guru dapat meminta murid melakukan percakapan berpasangan.
Student A: Good morning. What do you usually do before school?
Student B: I take a bath, have breakfast, and prepare my school bag.
Penilaian dapat menggunakan rubrik sederhana:
| Aspek | Skor 1 | Skor 2 | Skor 3 |
|---|---|---|---|
| Pronunciation | Banyak kesalahan | Beberapa kesalahan | Cukup jelas |
| Vocabulary | Sangat terbatas | Cukup | Baik |
| Fluency | Banyak berhenti | Beberapa berhenti | Cukup lancar |
| Confidence | Belum percaya diri | Cukup percaya diri | Percaya diri |
Contoh Soal Bahasa Inggris Kelas 5 SD
Pada kelas 5, guru dapat meningkatkan kompleksitas teks dan meminta murid menemukan informasi tertentu.
Contoh 1 – Reading Comprehension
Read the text.
Last Sunday, Dika and his family went to the city park. They arrived at eight o’clock in the morning. Dika played badminton with his father. His mother prepared some food under a big tree. They went home at eleven o’clock.
Where did Dika and his family go?
A. To the school
B. To the market
C. To the city park
D. To the library
Jawaban: C. To the city park
Contoh 2 – Finding Information
What did Dika do with his father?
A. Played football
B. Played badminton
C. Cooked food
D. Read a book
Jawaban: B. Played badminton
Contoh 3 – Writing
Guru dapat memberikan tugas:
Write three sentences about your activities last Sunday.
Contoh jawaban:
Last Sunday, I went to my grandmother’s house.
I played with my cousin.
We had lunch together.
Untuk soal seperti ini, guru sebaiknya menggunakan rubrik, bukan hanya benar atau salah.
Contoh Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD
Pada kelas 6, soal dapat diarahkan pada kemampuan memahami informasi, menyampaikan pengalaman, dan menghasilkan teks sederhana.
Contoh 1 – Reading
Read the text.
Yesterday, our class visited a local museum. We learned about traditional tools and clothes from different regions in Indonesia. The guide explained the history of each object. I enjoyed the visit because I learned many new things.
Why did the writer enjoy the visit?
A. Because the museum was near his house
B. Because he met his friends
C. Because he learned many new things
D. Because he bought traditional clothes
Jawaban: C. Because he learned many new things
Contoh 2 – Main Idea
What is the text mainly about?
A. A visit to a museum
B. Traditional food
C. A school competition
D. A family holiday
Jawaban: A. A visit to a museum
Contoh 3 – Writing
Guru memberikan instruksi:
Write a short paragraph about your favorite school activity. Write at least four sentences.
Aspek yang dapat dinilai:
- kesesuaian isi;
- kosakata;
- struktur kalimat;
- ejaan;
- keterpaduan antarkalimat.
Contoh Asesmen Listening Bahasa Inggris SD
Listening merupakan kemampuan yang sebaiknya mulai dibiasakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
Guru tidak harus menggunakan audio yang rumit. Guru dapat membacakan kalimat pendek dengan kecepatan yang sesuai.
Contohnya:
“My name is Beni. I am ten years old. I have a blue school bag.”
Pertanyaan:
What color is Beni’s school bag?
A. Red
B. Green
C. Blue
D. Yellow
Jawaban: C. Blue
Untuk kelas yang lebih tinggi, teks yang dibacakan dapat dibuat lebih panjang.
Guru dapat menggunakan rekaman suara sendiri jika fasilitas audio tersedia. Hal terpenting adalah kualitas stimulus, kejelasan suara, dan kesesuaian dengan tujuan pembelajaran.
Contoh Asesmen Speaking
Speaking sebaiknya tidak hanya dinilai melalui hafalan dialog.
Guru dapat memberikan situasi sederhana.
Contohnya:
Situation: You meet a new friend at school.
Murid diminta melakukan percakapan:
“Hello. My name is Rani.”
“Hello, Rani. My name is Sinta.”
“Nice to meet you.”
“Nice to meet you too.”
Guru kemudian memberikan skor berdasarkan pronunciation, vocabulary, fluency, comprehension, dan confidence.
Contoh Asesmen Reading
Reading dapat menggunakan teks pendek yang sesuai tingkat kelas.
Untuk kelas 3–4, teks dapat terdiri dari beberapa kalimat sederhana.
Untuk kelas 5–6, teks dapat lebih panjang dan dilengkapi pertanyaan yang menguji:
- informasi tersurat;
- informasi tersirat sederhana;
- ide pokok;
- detail informasi;
- makna kosakata berdasarkan konteks.
Dengan cara tersebut, soal reading tidak hanya menguji kemampuan menerjemahkan setiap kata.
Contoh Asesmen Writing
Writing dapat dikembangkan secara bertahap.
Kelas 3: menulis kata dan kalimat sederhana.
Kelas 4: menulis beberapa kalimat tentang diri sendiri.
Kelas 5: menulis paragraf sederhana.
Kelas 6: menulis teks pendek tentang pengalaman, kegiatan, atau topik yang dekat dengan kehidupan murid.
Guru dapat membuat rubrik sederhana dengan aspek:
- isi;
- vocabulary;
- grammar;
- spelling;
- organization.
Contoh Asesmen Viewing
Viewing dapat menggunakan gambar, poster, ilustrasi, atau media visual sederhana.
Contohnya guru menunjukkan gambar sebuah taman.
Kemudian murid menjawab:
“What can you see in the picture?”
Jawaban yang diharapkan dapat berupa:
“I can see trees, flowers, and children.”
Bentuk asesmen seperti ini dapat menggabungkan kemampuan memahami informasi visual dengan kemampuan berbahasa.
Jangan Lupa Asesmen Kosakata
Vocabulary memang penting dalam Bahasa Inggris SD, tetapi sebaiknya tidak selalu dinilai melalui hafalan daftar kata.
Guru dapat menggunakan:
- matching;
- picture-word association;
- word classification;
- fill in the blanks;
- guessing games;
- penggunaan kata dalam kalimat;
- percakapan sederhana.
Contohnya:
Choose the correct word.
I drink ______ every morning.
A. water
B. chair
C. pencil
D. window
Jawaban: A. water
Soal menjadi lebih bermakna karena kosakata digunakan dalam konteks kalimat.
Contoh Kisi-Kisi Soal Bahasa Inggris SD
Sebelum membuat soal, guru dapat membuat kisi-kisi sederhana.
| No. | Kelas | Materi | Kemampuan | Bentuk Soal |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 3 | Greetings | Memahami ungkapan | Pilihan ganda |
| 2 | 3 | Vocabulary | Mengenali kosakata | Pilihan ganda |
| 3 | 4 | Daily activities | Memahami informasi | Pilihan ganda |
| 4 | 4 | Conversation | Berbicara | Praktik |
| 5 | 5 | Short text | Menemukan informasi | Pilihan ganda |
| 6 | 5 | Daily experience | Menulis | Uraian |
| 7 | 6 | Reading text | Menentukan ide pokok | Pilihan ganda |
| 8 | 6 | Experience | Menulis teks | Uraian |
Kisi-kisi tersebut dapat dikembangkan sesuai tujuan pembelajaran yang telah dibuat guru.
Soal Bahasa Inggris Tidak Harus Semuanya Pilihan Ganda
Salah satu hal penting dalam menyusun asesmen Bahasa Inggris SD adalah menghindari ketergantungan pada pilihan ganda.
Pilihan ganda memang praktis untuk mengukur pemahaman tertentu, tetapi kemampuan berbicara dan menulis tidak dapat tergambarkan secara optimal hanya dengan pilihan ganda.
Karena itu, guru dapat menggabungkan:
Pilihan ganda + isian + uraian + listening + speaking + reading + writing + praktik/proyek.
Kombinasi tersebut memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kemampuan murid.
Asesmen Harus Terhubung dengan Tujuan Pembelajaran
Guru sebaiknya tidak membuat soal terlebih dahulu kemudian mencari tujuan pembelajaran yang sesuai.
Urutan yang lebih baik adalah:
Tujuan Pembelajaran → Indikator Kemampuan → Aktivitas Pembelajaran → Bentuk Asesmen → Instrumen → Tindak Lanjut
Misalnya tujuan pembelajaran meminta murid mampu memperkenalkan diri secara sederhana.
Maka asesmennya dapat berupa praktik speaking:
“Hello, my name is … I am … years old. I live in …”
Guru kemudian menilai apakah murid mampu melakukan tugas tersebut.
Dengan demikian, asesmen benar-benar mengukur kemampuan yang ingin dikembangkan.
Tindak Lanjut Setelah Asesmen
Hasil asesmen jangan berhenti pada pemberian nilai.
Jika sebagian murid belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakukan pembelajaran remedial atau memberikan latihan tambahan.
Sebaliknya, murid yang sudah menguasai kemampuan dapat diberikan pengayaan.
Contohnya, setelah asesmen speaking:
Murid yang belum lancar:
- latihan pronunciation;
- menggunakan kartu kosakata;
- latihan berpasangan;
- dialog lebih pendek.
Murid yang sudah lancar:
- membuat dialog sendiri;
- melakukan role play;
- menjadi partner bagi teman;
- membuat presentasi pendek.
Dengan demikian, asesmen menjadi bagian dari proses pembelajaran, bukan sekadar kegiatan untuk menghasilkan nilai.
Persiapan Guru Menjelang Bahasa Inggris Wajib 2027/2028
Guru SD sebaiknya mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. Pemerintah telah menjalankan PKGSD-MBI secara bertahap untuk memperkuat kompetensi guru dalam mengajar Bahasa Inggris. Pada tahap pertama 2026, sebanyak 5.777 guru dari 177 kabupaten/kota di 34 provinsi mengikuti pelatihan.
Pada Agustus 2026, pemerintah juga membuka pelatihan mandiri PKGSD-MBI melalui Ruang GTK agar guru dapat belajar secara lebih fleksibel.
Guru dapat mulai mempersiapkan:
- kemampuan Bahasa Inggris dasar;
- pronunciation;
- classroom English;
- vocabulary anak;
- metode mengajar Bahasa Inggris;
- asesmen listening;
- asesmen speaking;
- asesmen reading;
- asesmen writing;
- penggunaan media visual;
- permainan Bahasa Inggris;
- perangkat pembelajaran;
- kisi-kisi dan instrumen asesmen.
Checklist Soal Bahasa Inggris SD 2027/2028
Sebelum menggunakan soal, guru dapat melakukan pengecekan berikut:
☐ Soal sesuai tujuan pembelajaran
☐ Bahasa sesuai tingkat kelas
☐ Materi sesuai yang telah dipelajari
☐ Konteks dekat dengan kehidupan murid
☐ Tidak terlalu banyak hafalan
☐ Ada variasi bentuk asesmen
☐ Speaking dinilai dengan rubrik
☐ Writing dinilai dengan rubrik
☐ Reading menggunakan teks sesuai kemampuan
☐ Listening menggunakan stimulus yang jelas
☐ Gambar digunakan jika memang membantu
☐ Soal tidak terlalu sulit secara bahasa
☐ Terdapat kunci jawaban untuk soal objektif
☐ Terdapat pedoman penskoran untuk soal praktik
☐ Hasil asesmen digunakan untuk menentukan tindak lanjut
Penutup
Penyusunan soal Bahasa Inggris SD kelas 3–6 tahun 2027/2028 perlu dilakukan secara bertahap dan terencana. Guru tidak perlu memandang asesmen Bahasa Inggris hanya sebagai kumpulan pilihan ganda, tetapi sebagai cara untuk mengetahui perkembangan kemampuan murid dalam menggunakan bahasa.
Asesmen formatif dapat digunakan selama proses pembelajaran untuk memberikan umpan balik, sedangkan asesmen sumatif dapat digunakan untuk melihat ketercapaian tujuan setelah suatu rangkaian pembelajaran selesai.
Yang tidak kalah penting, soal harus terhubung dengan tujuan pembelajaran. Kemampuan listening, speaking, reading, viewing, dan writing dapat dinilai dengan instrumen yang berbeda sesuai karakteristiknya.
Dengan persiapan yang dilakukan sejak sekarang, guru akan lebih siap menghadapi penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib pada tahun ajaran 2027/2028. Pemerintah sendiri terus menyediakan penguatan kompetensi guru melalui PKGSD-MBI sebagai bagian dari proses transisi tersebut.
Guru dapat mengembangkan contoh-contoh soal dalam artikel ini menjadi kisi-kisi, soal formatif, soal sumatif, rubrik speaking, rubrik writing, maupun lembar asesmen Bahasa Inggris kelas 3, 4, 5, dan 6 sesuai kondisi dan kebutuhan sekolah.