CP IPAS 2025 Terbaru Kelas 3 dan 4 Fase B

CP IPAS 2025 Terbaru Kelas 3 dan 4 Resmi, Mengintegrasikan Sains dan Sosial untuk Masa Depan Berkelanjutan

kepalasekolah.id – CP IPAS 2025 Terbaru Kelas 3 dan 4 Resmi, Mengintegrasikan Sains dan Sosial untuk Masa Depan Berkelanjutan. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah secara resmi merilis Keputusan Kepala Badan Nomor 046/H/KR/2025. Keputusan tersebut menetapkan Capaian Pembelajaran (CP) baru untuk berbagai mata pelajaran, termasuk Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk jenjang pendidikan dasar. Khususnya bagi murid-murid di Fase B, yang umumnya mencakup Kelas 3 dan 4 SD/MI, CP IPAS 2025 membawa semangat baru dalam dunia pendidikan dengan mengintegrasikan dua disiplin ilmu yang selama ini sering terpisah.

Keputusan ini menjadi angin segar bagi para pendidik, orang tua, dan praktisi pendidikan yang berupaya membekali anak-anak dengan keterampilan relevan di masa depan. Berbeda dari pendekatan konvensional, CP IPAS yang baru ini tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep semata, melainkan juga menekankan pentingnya keterampilan proses untuk memecahkan masalah kompleks yang ada di sekitar kita.

 

Integrasi Sains dan Sosial: Fondasi untuk Tantangan Global

Rasional di balik CP IPAS 2025 sangatlah relevan dengan kondisi dunia saat ini. Mata pelajaran ini dirancang untuk menjadi fondasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang mampu menyelesaikan berbagai masalah global. Sebut saja perubahan iklim, ketimpangan sosial, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan. Semua masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu sudut pandang, melainkan membutuhkan pemahaman holistik dari sisi sains maupun sosial.

Pembelajaran IPAS terbaru ini berfokus pada pemahaman mendalam tentang konsep dan proses sains yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta kontribusinya terhadap masyarakat. Murid tidak lagi hanya menghafal teori, tetapi diajak untuk melatih kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Dengan demikian, IPAS bukan hanya menjadi mata pelajaran, tetapi juga sebuah jembatan untuk memahami interaksi kompleks antara manusia, alam, dan lingkungannya.

Menurut dokumen resmi, CP IPAS 2025 juga dirancang untuk mendukung pencapaian delapan dimensi profil lulusan yang komprehensif. Pembelajaran ini mendorong murid untuk mengembangkan keimanan dan ketakwaan melalui pemahaman alam sebagai ciptaan Tuhan, memperkuat nilai kewargaan dengan mengajarkan tanggung jawab sosial, serta melatih kreativitas dan penalaran kritis. Murid juga akan belajar kolaborasi, kemandirian, dan komunikasi saat melakukan investigasi ilmiah atau memecahkan masalah kelompok. Terakhir, aspek kesehatan juga menjadi perhatian penting, di mana murid diajarkan untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

 

Tujuan Pembelajaran IPAS: Lebih dari Sekadar Teori

Dengan mempelajari IPAS, para murid diharapkan dapat mencapai sejumlah tujuan penting yang jauh melampaui sekadar pengetahuan kognitif. Tujuan-tujuan ini membentuk karakter dan kemampuan yang esensial bagi generasi masa depan:

  1. Mengembangkan Rasa Ingin Tahu: Murid diharapkan termotivasi untuk mengkaji fenomena di sekitar, memahami alam semesta, dan kaitannya dengan kehidupan manusia.
  2. Memahami Diri dan Lingkungan: Mereka akan diajak untuk mengerti siapa dirinya, memahami lingkungan sosial, dan memaknai perubahan kehidupan manusia dari waktu ke waktu.
  3. Menerapkan Pengetahuan: Murid dapat mengembangkan pemahaman konsep IPAS dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Mengembangkan Keterampilan Proses: Mereka dilatih untuk mengidentifikasi, merumuskan, dan menyelesaikan masalah melalui aksi nyata.
  5. Berkontribusi bagi Masyarakat: Murid akan memahami arti menjadi anggota masyarakat, bangsa, dan dunia, sehingga dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.
  6. Menjaga Lingkungan: Peran aktif dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan alam, serta mengelola sumber daya dengan bijak, menjadi bagian integral dari pembelajaran ini.

 

Dua Elemen Kunci dalam IPAS 2025

Karakteristik pembelajaran IPAS 2025 terdiri dari dua elemen utama yang saling melengkapi: Pemahaman IPAS dan Keterampilan Proses. Kedua elemen ini tidak dapat dipisahkan dan disampaikan sebagai satu kesatuan yang utuh. Keterampilan proses berfungsi sebagai cara untuk memperoleh pemahaman IPAS, menciptakan siklus pembelajaran yang dinamis dan berpusat pada murid.

Tabel di bawah ini menjelaskan secara rinci elemen-elemen tersebut:

ELEMEN DESKRIPSI
Pemahaman IPAS Pemahaman terhadap fakta, konsep, prinsip, hukum, teori, dan model pada materi makhluk hidup dan lingkungannya; zat dan perubahannya; energi dan perubahannya; bumi dan alam semesta; konektivitas antarruang dan waktu; interaksi, komunikasi, dan sosialisasi; institusi sosial; perilaku ekonomi dan kesejahteraan; serta perubahan dan keberlanjutan yang sesuai untuk menjelaskan serta memprediksi suatu fenomena atau fakta dan menerapkannya pada situasi baru.
Keterampilan Proses Keterampilan ilmiah yang digunakan untuk membelajarkan elemen pemahaman IPAS. Keterampilan tersebut mencakup mengamati; mempertanyakan dan memprediksi; merencanakan dan melakukan penyelidikan; memproses, menganalisis data dan informasi; mengevaluasi dan refleksi; serta mengomunikasikan hasil. Keterampilan proses tidak selalu merupakan urutan langkah, melainkan suatu siklus yang dinamis yang dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan dan kemampuan murid.

 

Capaian Pembelajaran (CP) untuk Fase B (Kelas III dan IV)

Capaian Pembelajaran (CP) ini menjadi panduan bagi para pendidik untuk merancang kegiatan belajar yang relevan dan sesuai dengan tahapan perkembangan murid. Berikut adalah rincian CP IPAS untuk Fase B, yang menjadi fokus utama dalam implementasi kurikulum terbaru ini.

1. Fase B (Umumnya untuk Kelas III dan IV SD/MI/Program Paket A)

Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:

1.1. Pemahaman IPAS

  • Menjelaskan bentuk dan fungsi pancaindra;
  • menganalisis siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya;
  • menghasilkan solusi untuk masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim;
  • menyimpulkan proses perubahan wujud zat;
  • menjelaskan sumber dan bentuk energi, serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari;
  • membedakan jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda;
  • menjelaskan peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah;
  • mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional/digital;
  • mengklasifikasikan ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat, ragam budaya serta upaya untuk melestarikannya;
  • menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal;
  • menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya, serta cara mengelola keuangan secara bijak.

1.2. Keterampilan Proses

Mampu menerapkan keterampilan proses yang meliputi:

  • Mengamati: Murid mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana dan dapat mencatat hasil pengamatannya.
  • Mempertanyakan dan Memprediksi: Secara mandiri, murid mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui saat melakukan pengamatan dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya.
  • Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan: Dengan panduan pendidik, murid membuat rencana dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Murid melakukan observasi menggunakan alat bantu pengukuran sederhana.
  • Memproses, Menganalisis Data dan Informasi: Dengan panduan pendidik, murid mengorganisasikan data dalam bentuk turus dan diagram gambar untuk menyajikan dan mengidentifikasi pola. Murid membandingkan antara hasil pengamatan dengan prediksi dan memberikan penjelasan.
  • Mengevaluasi dan Refleksi: Murid melakukan refleksi terhadap penyelidikan yang sudah dilakukan.
  • Mengomunikasikan Hasil: Murid mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media.
Selengkapnya CP Resmi 2025 Unduh disini

 

Implikasi bagi Dunia Pendidikan

Implementasi CP IPAS 2025 ini membutuhkan perubahan signifikan dalam cara mengajar dan belajar. Guru dituntut untuk tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan sebagai fasilitator yang membimbing murid untuk berinvestigasi, bertanya, dan menemukan sendiri jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka. Keterampilan proses yang dinamis ini mendorong pembelajaran berbasis proyek dan investigasi, di mana murid aktif terlibat dalam setiap tahapan.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua, sangat dibutuhkan agar implementasi ini berjalan sukses. Pelatihan guru, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta sosialisasi kepada orang tua menjadi kunci keberhasilan. Dengan demikian, semangat CP IPAS 2025 yang mengintegrasikan sains dan sosial dapat terwujud, yaitu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat, peka terhadap lingkungan, dan mampu berkontribusi nyata untuk masa depan yang lebih baik.

Scroll to Top