kepalasekolah.id – CP IPAS 2025 Terbaru untuk Kelas 5 dan 6 Ajak Murid Jadi Peneliti Cilik Berpikir Kritis. Setelah sukses memperkenalkan kurikulum IPAS untuk fase awal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025, kini merilis Capaian Pembelajaran (CP) IPAS terbaru untuk Fase C. CP ini secara khusus ditujukan bagi murid Kelas V dan VI SD/MI, menandai langkah maju dalam mengintegrasikan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial di tingkat yang lebih dalam dan aplikatif.
Kurikulum baru ini dirancang untuk membekali murid dengan pemahaman dan keterampilan yang lebih matang. Jika pada Fase B murid diajak untuk mengamati, pada Fase C ini mereka didorong untuk menjadi peneliti cilik yang mampu berpikir kritis, menganalisis, dan mengambil tindakan nyata terhadap fenomena di sekitar mereka. CP IPAS Fase C ini adalah evolusi penting yang menekankan aksi, refleksi, dan argumen berbasis bukti, bukan sekadar pengetahuan teoritis.
Daftar Isi
Pemahaman IPAS Fase C: Dari Sistem Organ hingga Sejarah Pahlawan
Pada akhir Fase C, murid tidak hanya diharapkan menguasai konsep dasar, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari dan konteks yang lebih luas. Capaian Pembelajaran untuk Pemahaman IPAS mencakup spektrum materi yang luas dan relevan:
2.1. Pemahaman IPAS
- Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya;
- menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem;
- menjelaskan fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari;
- menghasilkan upaya penghematan energi, serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim;
- menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi;
- menjelaskan letak dan kondisi geografis negara Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital;
- meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya;
- menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal;
- serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
Dengan cakupan materi ini, murid diajak untuk memahami tubuhnya sendiri sebagai sebuah sistem yang kompleks, melihat bagaimana kehidupan saling terhubung dalam sebuah ekosistem, hingga meninjau perjuangan para pahlawan lokal yang membentuk identitas bangsa. Pendekatan ini menunjukkan komitmen kurikulum untuk mencetak generasi yang sadar akan kesehatan, lingkungan, dan sejarah bangsanya.
Keterampilan Proses: Dari Mengamati ke Mengomunikasikan dengan Argumen
Jika di Fase B murid masih banyak dibimbing, pada Fase C mereka didorong untuk lebih mandiri. Keterampilan Proses menjadi kunci utama yang membedakan pembelajaran IPAS di fase ini. Murid tidak hanya mengamati, tetapi juga mulai menganalisis, merefleksikan, dan mengomunikasikan hasil dengan argumen yang kuat.
2.2. Keterampilan Proses
Mampu menerapkan keterampilan proses yang meliputi:
- Mengamati: Murid mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana, mencatat hasil pengamatannya, serta mencari persamaan dan perbedaannya.
- Mempertanyakan dan Memprediksi: Dengan panduan pendidik, murid mengidentifikasi pertanyaan yang dapat diselidiki secara ilmiah dan membuat prediksinya.
- Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan: Secara mandiri, murid merencanakan dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Murid melakukan observasi menggunakan alat bantu pengukuran sederhana.
- Memproses serta Menganalisis Data dan Informasi: Murid mengolah data dalam bentuk tabel dan grafik, serta menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data. Murid membandingkan data dengan prediksi dan memberikan alasan berdasarkan bukti.
- Mengevaluasi dan Refleksi: Melakukan refleksi dan memberikan saran perbaikan terhadap penyelidikan yang sudah dilakukan.
- Mengomunikasikan Hasil: Murid mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh yang ditunjang dengan argumen dalam berbagai media.
Peningkatan kompleksitas pada keterampilan proses ini menunjukkan bahwa murid di Fase C diharapkan mampu mengadopsi cara berpikir layaknya seorang ilmuwan atau peneliti. Kemampuan untuk mengidentifikasi pertanyaan ilmiah, merancang penyelidikan mandiri, mengolah data menjadi grafik, dan mengomunikasikan temuan dengan argumen logis adalah modal berharga untuk jenjang pendidikan selanjutnya.
Selengkapnya CP Resmi 2025 Unduh Disini
Tantangan dan Harapan Implementasi
Tentu saja, penerapan CP IPAS Fase C ini membawa tantangan tersendiri. Guru dituntut untuk memiliki pemahaman mendalam tidak hanya pada materi, tetapi juga pada metodologi pembelajaran yang mendorong kemandirian dan inisiatif murid. Pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan investigasi ilmiah akan menjadi model yang efektif untuk mencapai capaian ini.
Dukungan dari sekolah dalam menyediakan sumber daya seperti alat ukur sederhana, akses ke data, dan media presentasi sangat krusial. Selain itu, kolaborasi dengan masyarakat lokal untuk meninjau sejarah pahlawan atau kearifan lokal akan menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna.
CP IPAS 2025 Fase C ini adalah investasi penting untuk masa depan bangsa. Dengan membekali murid-murid kelas 5 dan 6 dengan keterampilan berpikir ilmiah dan kesadaran sosial sejak dini, Indonesia tengah mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.
Dengan kurikulum yang inovatif ini, apakah Anda siap menyaksikan murid-murid Anda bertransformasi menjadi ilmuwan dan warga negara aktif yang mampu berkontribusi nyata?