Juknis MAPSI SD XXVII Jawa Tengah 2026 Resmi Terbit, Berikut Jadwal dan Cabang Lombanya

Juknis MAPSI SD XXVII Jawa Tengah 2026 Resmi Terbit, Berikut Jadwal dan Cabang Lombanya

kepalasekolah.id – Juknis MAPSI SD XXVII Jawa Tengah 2026 Resmi Terbit, Berikut Jadwal dan Cabang Lombanya. Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG PAI SD) Provinsi Jawa Tengah resmi menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SD XXVII Tahun 2026. Dokumen tersebut menjadi pedoman resmi pelaksanaan kegiatan MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan berlangsung pada November 2026 mendatang.

Penerbitan juknis tersebut juga mendapat pengantar resmi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melalui surat tertanggal 20 April 2026. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa juknis MAPSI SD 2026 dapat dijadikan pedoman oleh pengurus KKG PAI SD tingkat kabupaten/kota maupun kecamatan dalam mempersiapkan delegasi terbaiknya.

MAPSI SD sendiri merupakan agenda tahunan yang telah menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan agama Islam di tingkat sekolah dasar. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi akademik dan seni Islami, tetapi juga wadah pembinaan karakter, kreativitas, dan penguatan nilai-nilai keagamaan peserta didik.

MAPSI SD 2026 Akan Digelar di Asrama Haji Donohudan Boyolali

Berdasarkan juknis resmi yang diterbitkan KKG PAI SD Provinsi Jawa Tengah, pelaksanaan MAPSI SD XXVII Tahun 2026 akan dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada:

  • Hari: Rabu, Kamis, dan Jumat
  • Tanggal: 11–13 November 2026
  • Tempat: Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah

Pemilihan Asrama Haji Donohudan sebagai lokasi kegiatan dinilai strategis karena memiliki fasilitas yang memadai untuk menampung ribuan peserta dan official dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

MAPSI tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih meriah karena melibatkan sekitar 1.190 peserta yang merupakan juara pertama tingkat kabupaten/kota dari masing-masing cabang lomba.

Mengusung Tema Indonesia Emas 2045

Pada penyelenggaraan tahun 2026, MAPSI SD XXVII mengangkat tema:

“Ajang MAPSI sebagai Wahana Menciptakan SDM Unggul dan Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045 yang Beradab dan Berkeadilan.”

Tema tersebut menunjukkan bahwa MAPSI tidak hanya berorientasi pada perlombaan semata, tetapi juga menjadi sarana membangun generasi muda yang religius, cerdas, moderat, dan berdaya saing.

Dalam bagian pendahuluan juknis dijelaskan bahwa MAPSI SD telah diselenggarakan sejak tahun 1997 dan terus berkembang menjadi ajang pembinaan pendidikan agama Islam yang berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki wawasan Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah tantangan globalisasi.

Ada 13 Cabang Lomba dalam MAPSI SD 2026

Salah satu informasi penting dalam juknis MAPSI SD 2026 adalah daftar cabang lomba yang akan dipertandingkan. Tahun ini terdapat 13 cabang lomba yang meliputi bidang akademik, praktik ibadah, seni Islami, hingga keterampilan teknologi informatika Islami.

Berikut daftar lengkap cabang lomba MAPSI SD XXVII Jawa Tengah 2026:

  1. Lomba Pengetahuan PAI dan BTQ
  2. Lomba Praktik Wudu dan Salat
  3. Lomba Keterampilan Azan dan Iqamah
  4. Lomba Seni Tilawatil Qur’an
  5. Lomba Seni Hifzil Qur’an
  6. Lomba Seni Khat Al-Qur’an
  7. Lomba Seni Kaligrafi
  8. Lomba Seni Khitabah
  9. Lomba Seni Macapat Islami
  10. Lomba Keterampilan Teknologi Informatika Islami
  11. Lomba Cerita Islami atau Mendongeng
  12. Lomba Menyanyi Duet Lagu Religi Berpasangan
  13. Lomba Seni Musik Rebana

Setiap kabupaten/kota akan mengirimkan peserta terbaiknya sesuai kategori lomba yang dipertandingkan.

Pengetahuan PAI dan BTQ Digelar Berbasis Digital

Salah satu hal menarik dalam MAPSI SD 2026 adalah penerapan sistem digital pada cabang lomba Pengetahuan PAI dan BTQ. Peserta diwajibkan membawa laptop untuk mengerjakan soal secara online menggunakan Google Form.

Materi yang diujikan mencakup Pendidikan Agama Islam dan Baca Tulis Al-Qur’an sesuai Kurikulum Merdeka kelas 1 hingga kelas 6 SD. Jumlah soal sebanyak 100 butir dengan komposisi:

  • 75 soal PAI
  • 25 soal BTQ

Menariknya, soal dibuat dengan tingkat kesulitan bertingkat:

  • 50 persen level HOTS
  • 30 persen level sedang
  • 20 persen level rendah

Selain itu, peserta yang memperoleh enam nilai tertinggi akan melanjutkan ke babak cerdas cermat terbuka untuk menentukan juara utama.

Penilaian Praktik Ibadah Lebih Detail

Cabang lomba praktik wudu dan salat juga mendapat perhatian khusus dalam juknis terbaru. Penilaian dilakukan secara detail mulai dari gerakan, bacaan, tartil, hingga ketertiban pelaksanaan ibadah.

Pada praktik salat, peserta diminta mempraktikkan satu rakaat salat Zuhur lengkap dengan bacaan Surah Al-Fatihah dan Surah Ad-Duha. Sedangkan praktik wudu dimulai dari mencuci tangan hingga doa setelah wudu.

Setiap peserta diberi waktu maksimal tujuh menit untuk masing-masing praktik. Bagian penampilan yang melewati batas waktu tidak akan dinilai oleh dewan juri.

Tilawah, Hifzil Qur’an, dan Kaligrafi Tetap Jadi Favorit

Cabang seni Al-Qur’an masih menjadi favorit dalam pelaksanaan MAPSI SD. Pada lomba tilawah, peserta diminta membaca salah satu maqra’ yang telah ditentukan panitia dengan minimal tiga lagu tilawah dan diawali lagu bayati.

Sementara pada cabang Hifzil Qur’an, peserta akan diuji kemampuan hafalan, sambung ayat, tajwid, hingga pengetahuan nama surah dan nomor ayat. Materi hafalan meliputi Surah Al-A’la hingga At-Takatsur.

Untuk lomba seni kaligrafi, peserta membuat karya dekoratif dengan materi:

  • QS An-Nashr ayat 1–3 untuk putra
  • QS Al-Kautsar ayat 1–3 untuk putri

Panitia juga menegaskan peserta tidak diperbolehkan membawa contoh kaligrafi, sketsa, maupun menggunakan cairan penghapus saat lomba berlangsung.

Teknologi Informatika Islami Jadi Cabang Modern

Salah satu cabang yang paling menarik perhatian adalah Lomba Keterampilan Teknologi Informatika Islami. Cabang ini menggabungkan kemampuan mengetik Arab, desain dokumen, transliterasi, hingga presentasi PowerPoint Islami.

Peserta diwajibkan menggunakan aplikasi Microsoft Office dan Nonosoft Khat untuk mengetik Surah Al-Insyirah lengkap dengan transliterasi dan terjemahan.

Selain kemampuan teknis komputer, peserta juga dinilai dari aspek desain, animasi, keserasian tampilan, hingga ketepatan proses pengerjaan.

Cabang ini menjadi bukti bahwa MAPSI terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan modern.

Seni Budaya Islam Jawa Tetap Dilestarikan

Keunikan MAPSI Jawa Tengah terlihat dari keberadaan cabang Seni Macapat Islami. Peserta akan membawakan tembang macapat bernuansa Islami dengan laras dan pakem tradisional Jawa.

Cabang ini menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal.

Selain itu, terdapat juga lomba rebana, menyanyi duet religi, dan khitabah yang mendorong siswa untuk tampil percaya diri sekaligus mengekspresikan nilai-nilai Islami melalui seni.

Peserta Wajib Memenuhi Persyaratan Ketat

Dalam juknis disebutkan bahwa peserta MAPSI SD 2026 wajib merupakan siswa aktif sekolah dasar beragama Islam di Jawa Tengah. Peserta juga harus melampirkan:

  • Surat aktif sekolah
  • Fotokopi rapor legalisir
  • Biodata peserta
  • Rekomendasi KKG PAI kabupaten/kota

Selain itu, peserta yang pernah menjadi juara 1 pada cabang lomba yang sama di tahun sebelumnya tidak diperbolehkan mengikuti cabang tersebut lagi. Aturan ini dibuat untuk memberikan kesempatan kepada peserta baru.

Panitia juga menegaskan bahwa peserta dapat didiskualifikasi apabila melakukan pelanggaran, kecurangan, atau pemalsuan identitas.

Download Lengkap Juknis Mapsi 2026 

 

Penentuan Juara Dilakukan Secara Transparan

Dalam ketentuan juknis disebutkan bahwa seluruh nilai dari masing-masing cabang lomba akan diinput langsung ke aplikasi dan disaksikan dewan juri. Penentuan juara dilakukan berdasarkan hasil penilaian kumulatif dari tiga juri.

Sedangkan juara umum akan ditentukan berdasarkan jumlah medali emas terbanyak. Jika jumlah emas sama, maka akan dihitung jumlah perak dan perunggu.

Sistem tersebut diharapkan dapat menjaga objektivitas dan profesionalisme pelaksanaan lomba.

MAPSI Jadi Sarana Pembinaan Karakter Generasi Muda

MAPSI SD bukan sekadar ajang kompetisi tahunan, melainkan sarana pembinaan karakter generasi muda Islam di Jawa Tengah. Melalui berbagai cabang lomba, peserta dilatih untuk meningkatkan kemampuan akademik, praktik ibadah, seni, komunikasi, hingga keterampilan teknologi.

Dengan diterbitkannya juknis resmi MAPSI SD XXVII Tahun 2026, seluruh sekolah, guru PAI, dan peserta kini dapat mulai mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat provinsi tersebut.

Diharapkan kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang unggul, religius, kreatif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045 sesuai tema besar yang diusung pada penyelenggaraan tahun ini.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *