kepalasekolah.id – Kumpulan cerita rakyat Nusantara dalam dua bahasa — Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris — ditulis dengan gaya ringan dan modern agar mudah dipahami anak-anak. Setiap kisah membawa pesan moral dan nilai kehidupan yang menginspirasi untuk berbuat baik, bersahabat, dan rendah hati. Temukan keseruan membaca sambil belajar dalam setiap edisi mingguan kami!
Daftar Isi
Asal-Usul Pulau Komodo
Nusa Tenggara Timur
–Versi Bahasa Indonesia–
Pada zaman dahulu, ketika alam masih sangat dekat dengan manusia, hiduplah seorang perempuan bijaksana di sebuah pulau yang kering namun indah. Pulau itu dipenuhi padang rumput luas, bukit berbatu, dan hutan yang sunyi. Perempuan itu hidup sederhana dan selalu mengajarkan penduduk kampung untuk menghormati alam.
Suatu hari, perempuan itu melahirkan anak kembar. Anak pertama adalah manusia, seorang bayi laki-laki yang sehat dan kuat. Ia diberi nama Gerong. Namun anak kedua yang lahir bukan manusia. Tubuhnya bersisik, berekor panjang, dan tampak seperti kadal besar. Meski begitu, matanya terlihat cerdas dan tenang. Ia diberi nama Ora.
Penduduk kampung sangat terkejut dan ketakutan.
“Makhluk itu berbahaya!” kata beberapa orang.
“Ia tidak boleh hidup di dekat kita,” kata yang lain.
Namun sang ibu berdiri dengan berani.
“Ora adalah anakku, sama seperti Gerong,” katanya tegas.
“Tidak ada satu pun yang boleh menyakitinya.”
Karena keberanian sang ibu, Ora dibiarkan hidup. Saat mereka tumbuh dewasa, Gerong tinggal bersama manusia dan belajar berburu serta menjaga kampung. Sementara itu, Ora memilih hidup di hutan dan bukit, menjaga alam dan hewan-hewan di sekitarnya.
Meski tinggal terpisah, mereka tetap saling menyayangi.
Suatu hari, musim kemarau panjang melanda. Air sulit ditemukan dan hewan buruan semakin sedikit. Gerong terpaksa masuk lebih jauh ke hutan untuk mencari makanan. Tanpa sadar, ia memasuki wilayah Ora.
Gerong membidik seekor rusa dan berhasil menjatuhkannya. Namun tiba-tiba, terdengar langkah berat.
“Berhenti, Gerong.”
Dari balik semak-semak, muncullah Ora dengan tubuhnya yang besar.
“Itu wilayahku,” kata Ora.
“Aku tahu,” jawab Gerong. “Tapi kampung sedang kelaparan.”
Ora terdiam sejenak, lalu berkata,
“Ambil separuhnya saja. Alam memberi cukup jika kita tidak serakah.”
Gerong mengangguk hormat dan menepati janji itu.
Beberapa waktu kemudian, datanglah pendatang dari seberang laut. Mereka ingin memburu Ora karena menganggapnya monster. Mereka merusak hutan dan memasang jebakan.
Ora terluka parah. Gerong berusaha menolongnya.
“Pergilah,” kata Ora pelan.
“Tugasmu melindungi manusia. Tugasku menjaga alam.”
Setelah mengusir para pendatang, Ora menghilang ke dalam hutan. Namun keturunannya tetap hidup hingga kini sebagai penjaga pulau.
Makhluk itu dikenal sebagai Komodo, dan pulau tempat mereka tinggal dinamakan Pulau Komodo—pengingat bahwa alam harus dijaga, bukan dirusak.
–English Version–
Long ago, when humans still lived closely with nature, there was a wise woman living on a dry but beautiful island. The island had wide grasslands, rocky hills, and quiet forests. The woman always taught people to respect nature.
One day, she gave birth to twins. The first child was a human boy, strong and healthy. His name was Gerong. The second child was different. He had scales, a long tail, and looked like a giant lizard. But his eyes were calm and intelligent. He was named Ora.
The villagers were frightened.
“That creature is dangerous,” some said.
“He should not live among us,” others whispered.
But the mother stood bravely.
“Ora is my child, just like Gerong,” she said.
“No one is allowed to hurt him.”
As they grew older, Gerong lived with humans and became a skilled hunter. Ora chose to live in the forest, protecting the land and animals. Though they lived apart, they cared deeply for each other.
One long dry season, food became scarce. Gerong went deep into the forest to hunt and unknowingly entered Ora’s land.
When Gerong hunted a deer, a deep voice stopped him.
“Stop, Gerong.”
Ora stepped out from the bushes.
“This is my land,” Ora said.
“My village is hungry,” Gerong replied.
Ora thought for a moment.
“Take only half. Nature gives enough when we are not greedy.”
Later, strangers came from across the sea. They tried to hunt Ora and damaged the forest. Ora was badly hurt.
Gerong rushed to help, but Ora said softly,
“You protect humans. I protect nature.”
After chasing the strangers away, Ora disappeared into the forest. But his descendants remained.
They are known as Komodo dragons, guardians of Komodo Island, reminding humans to live in harmony with nature.
Pesan Moral / Moral Message
Kita harus menghormati alam dan semua makhluk hidup. Keserakahan hanya membawa kerusakan, sedangkan saling menjaga akan menciptakan keseimbangan dan kedamaian.
(We must respect nature and all living beings. Greed causes destruction, but caring for one another brings balance and peace.)
