kepalasekolah.id – Kumpulan cerita rakyat Nusantara dalam dua bahasa — Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris — ditulis dengan gaya ringan dan modern agar mudah dipahami anak-anak. Setiap kisah membawa pesan moral dan nilai kehidupan yang menginspirasi untuk berbuat baik, bersahabat, dan rendah hati. Temukan keseruan membaca sambil belajar dalam setiap edisi.
Kisah I Cupak dan I Grantang / The Story of I Cupak and I Grantang
Bali
–Versi Bahasa Indonesia–
Dahulu kala di Bali, hiduplah dua orang bersaudara bernama I Cupak dan I Grantang. Meskipun saudara kandung, keduanya memiliki watak yang sangat bertolak belakang. I Cupak, sang kakak, berbadan besar, sangat pemalas, serakah, dan suka mengaku-aku hasil kerja orang lain. Sebaliknya, I Grantang, sang adik, berwajah elok, rajin, rendah hati, dan selalu suka menolong sesama.
Suatu hari, daerah mereka terganggu oleh ulah raksasa jahat bernama Men Benaru yang sering meresahkan warga. Raja setempat mengumumkan barang siapa yang mampu mengalahkan Men Benaru dan menyelamatkan putri kerajaan, ia akan diangkat menjadi menantu raja.
I Grantang mengajak kakaknya untuk membantu warga. Dengan keberanian dan ketangkasannya, I Grantang masuk ke dalam sumur tua tempat kediaman Men Benaru. Setelah pertarungan yang sengit, I Grantang berhasil mengalahkan raksasa tersebut dan menyelamatkan sang Putri.
I Grantang lalu mengikatkan tali pada tubuh Putri agar I Cupak yang berada di atas sumur bisa menariknya keluar terlebih dahulu. Namun, setelah sang Putri berhasil ditarik ke atas, sifat jahat dan licik I Cupak muncul. Ia menutup mulut sumur dengan batu-batu besar, meninggalkan I Grantang yang terperangkap di dalam sumur!
I Cupak berlari ke istana membawa sang Putri sambil berseru, “Akulah yang telah mengalahkan Men Benaru dan menyelamatkan Putri!” Raja dan seluruh warga percaya pada kebohongan I Cupak, dan pesta pernikahan pun mulai disiapkan.
Sementara itu, I Grantang yang tidak menyerah berhasil menemukan celah keluar dari sumur tua tersebut. Dengan tubuh penuh luka dan pakaian kotor, ia berjalan menuju istana saat pesta berlangsung.
Melihat kedatangan I Grantang, sang Putri segera menunjuk ke arahnya dan berkata kepada Raja, “Ayahanda, pemuda itulah yang sebenarnya mengalahkan raksasa dan menyelamatkanku! Dialah pahlawan yang sesungguhnya!”
Kejujuran akhirnya terungkap. I Cupak tertunduk malu dan diusir dari istana karena kebohongannya, sementara I Grantang disambut dengan penuh penghormatan atas keberanian, kejujuran, dan kebaikan hatinya.
–English Version–
Once upon a time in Bali, lived two brothers named I Cupak and I Grantang. Despite being biological brothers, they had completely opposite personalities. I Cupak, the elder brother, had a large frame, was extremely lazy, greedy, and loved taking credit for other people’s hard work. On the contrary, I Grantang, the younger brother, was handsome, hardworking, humble, and always eager to help others.
One day, their region was threatened by an evil giant named Men Benaru, who constantly terrorized the villagers. The local King announced that whoever could defeat Men Benaru and rescue the royal princess would be made the King’s son-in-law.
I Grantang invited his elder brother to help the villagers. With his courage and agility, I Grantang descended into a deep old well where Men Benaru lived. After a fierce battle, I Grantang successfully defeated the giant and rescued the Princess.
I Grantang tied a rope around the Princess so that I Cupak, who was waiting above the well, could pull her up first. However, once the Princess was safely pulled up, I Cupak’s evil and cunning nature surfaced. He sealed the opening of the well with heavy stones, trapping I Grantang inside!
I Cupak rushed to the palace with the Princess, shouting, “I am the one who defeated Men Benaru and saved the Princess!” The King and the kingdom believed I Cupak’s lie, and wedding preparations began.
Meanwhile, I Grantang refused to give up and managed to find an exit route out of the old well. Covered in bruises and dirty clothes, he walked toward the palace during the celebration.
Upon seeing I Grantang arrive, the Princess immediately pointed at him and said to the King, “Father, that young man is the one who truly defeated the giant and rescued me! He is the real hero!”
The truth was finally revealed. I Cupak bowed his head in shame and was banished from the palace for his deceit, while I Grantang was welcomed with great honor for his bravery, honesty, and noble heart.
Pesan Moral / Moral Lesson
Bahasa Indonesia:
- Kejujuran Selalu Menang: Kebohongan dan kecurangan mungkin bisa menyembunyikan kebenaran untuk sementara waktu, namun kejujuran pada akhirnya akan selalu terungkap.
- Tidak Mengakui Karya Orang Lain: Mengambil atau mengaku-aku hasil kerja keras orang lain adalah perbuatan tercela yang hanya mendatangkan rasa malu.
English:
- Honesty Always Prevails: Lies and deceit may cover up the truth temporarily, but honesty will always be revealed in the end.
2. Respecting Others’ Achievements: Taking or claiming credit for someone else’s hard work is a dishonorable act that only leads to shame.