KUMPULAN CERITA RAKYAT NUSANTARA 5
KUMPULAN CERITA RAKYAT NUSANTARA 5

kepalasekolah.id – Kumpulan cerita rakyat Nusantara  dalam dua bahasa — Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris — ditulis dengan gaya ringan dan modern agar mudah dipahami anak-anak. Setiap kisah membawa pesan moral dan nilai kehidupan yang menginspirasi untuk berbuat baik, bersahabat, dan rendah hati. Temukan keseruan membaca sambil belajar dalam setiap edisi.

Legenda Kasada Suku Tengger / The Legend of Kasada of the Tengger Tribe

Jawa Timur

–Versi Bahasa Indonesia–

Pada zaman dahulu di dekat Gunung Bromo, Jawa Timur, hiduplah sepasang suami istri yang sangat baik hati bernama Roro Anteng dan Joko Seger. Mereka adalah pemimpin yang sangat dicintai oleh rakyat Suku Tengger karena kebijaksanaan mereka. Kehidupan mereka sangat damai, namun ada satu hal yang membuat mereka sedih, yaitu mereka belum juga dikaruniai anak setelah bertahun-tahun menikah.

Suatu malam, Roro Anteng dan Joko Seger mendaki ke puncak Gunung Bromo untuk berdoa dengan tulus kepada Sang Pencipta. Mereka berjanji, jika mereka diberikan anak, mereka akan selalu bersyukur dan mempersembahkan sebagian hasil bumi terbaik yang mereka miliki kembali ke kawah gunung sebagai wujud rasa terima kasih.

Doa mereka pun dikabulkan. Tahun demi tahun berlalu, mereka dikaruniai anak-anak yang sangat banyak, sehat, dan cerdas. Kehidupan Suku Tengger menjadi semakin makmur berkat hasil pertanian yang melimpah. Namun, karena terlalu bahagia mengurus anak-anak dan warga desa, Joko Seger sempat terlupa dengan janji awal mereka saat mendaki gunung dulu.

Hingga suatu hari, bumi di sekitar Bromo bergetar lembut dan mengeluarkan asap putih, mengingatkan Joko Seger akan janjinya. Joko Seger pun tersadar dan langsung mengumpulkan seluruh anak serta warga desanya. Ia menjelaskan tentang pentingnya menjaga janji yang telah diucapkan.

Bersama seluruh rakyat Suku Tengger, Roro Anteng dan Joko Seger membawa hasil bumi terbaik mereka—seperti padi, jagung, buah-buahan, dan hewan ternak—ke puncak kawah Bromo. Mereka melarungkan hasil bumi tersebut ke dalam kawah sebagai lambang rasa syukur atas kemakmuran dan keselamatan yang diberikan kepada keluarga serta seluruh suku. Sejak saat itu, upacara ini rutin dilakukan setiap tahun oleh Suku Tengger dan dikenal sebagai upacara Yadnya Kasada, sebuah tradisi indah tentang menepati janji dan mensyukuri berkah alam.

–English Version–

Long ago near Mount Bromo, East Java, there lived a very kind-hearted married couple named Roro Anteng and Joko Seger. They were leaders who were deeply loved by the Tengger Tribe because of their wisdom. Their lives were very peaceful, but there was one thing that made them sad: they had not been blessed with children after years of marriage.

One night, Roro Anteng and Joko Seger climbed to the peak of Mount Bromo to pray sincerely to the Creator. They promised that if they were given children, they would always be grateful and offer some of their best crops back to the mountain crater as a form of gratitude.

Their prayers were answered. Year after year passed, and they were blessed with many healthy and intelligent children. The life of the Tengger Tribe became even more prosperous thanks to abundant agricultural yields. However, because he was too happy taking care of his children and the villagers, Joko Seger temporarily forgot their initial promise made on the mountain.

Until one day, the earth around Bromo shook gently and emitted white smoke, reminding Joko Seger of his promise. Joko Seger realized his mistake and immediately gathered all his children and villagers. He explained the importance of keeping a promise that had been made.

Together with all the people of the Tengger Tribe, Roro Anteng and Joko Seger brought their best crops—such as rice, corn, fruits, and livestock—to the peak of Bromo’s crater. They offered these crops into the crater as a symbol of gratitude for the prosperity and safety given to their family and the entire tribe. Since then, this ceremony has been routinely performed every year by the Tengger Tribe and is known as the Yadnya Kasada ceremony, a beautiful tradition about keeping promises and appreciating nature’s blessings.

 

Pesan Moral / Moral Lesson

Pesan Moral Kasada Suku Tengger: Kita harus selalu menepati janji yang telah kita ucapkan. Selain itu, penting untuk selalu bersyukur atas segala rezeki dan kedamaian yang kita terima dengan cara merawat dan berbagi kebaikan dengan alam serta sesama.

Moral Lesson of Kasada: We must always keep the promises we have made. In addition, it is important to always be grateful for all the fortunes and peace we receive by caring for and sharing goodness with nature and others.