Ringkasan Webinar Advokasi Pengisian Data Sarana dan Prasarana pada Dapodik Sekolah Dasar

Ringkasan Webinar Advokasi Pengisian Data Sarana dan Prasarana pada Dapodik Sekolah Dasar

Berikut adalah Ringkasan Lengkap Webinar Advokasi Pengisian Data Sarana dan Prasarana pada Dapodik Jenjang Sekolah Dasar pada tanggal Jumat, 14 Maret 2025.

1. Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia

Webinar dimulai dengan pengenalan tujuh kebiasaan baik yang harus dimiliki oleh anak Indonesia:

  1. Bangun pagi segar dan ceria: Membiasakan diri bangun pagi untuk memulai hari dengan semangat.
  2. Taat beribadah dan rajin berdoa: Menanamkan nilai spiritual dan religius.
  3. Olahraga untuk kesehatan: Menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.
  4. Makan sehat dan bergizi: Memastikan asupan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kuat.
  5. Gemar belajar: Menambah ilmu pengetahuan melalui belajar.
  6. Bermasyarakat dan membantu sesama: Membangun sikap sosial dan gotong royong.
  7. Tidur cepat dan hemat: Menjaga pola hidup sehat dan disiplin dalam pengelolaan keuangan.

2. Latar Belakang dan Tujuan Webinar

Webinar ini diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tujuannya adalah:

  • Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pengisian data sarana dan prasarana di sistem Dapodik.
  • Memastikan akurasi data untuk perencanaan kebijakan dan alokasi bantuan.
  • Mendorong pemutakhiran data sebelum batas waktu 31 Maret 2025.

3. Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan

Berdasarkan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2023, standar sarana dan prasarana pendidikan mencakup:

  • Sarana: Bahan pembelajaran, alat pembelajaran, dan perlengkapan.
  • Prasarana: Lahan, bangunan, dan ruang.
  • Sarana dan Prasarana Spesifik: Khusus untuk jenjang PAUD, SMK, dan pendidikan khusus.

Standar ini menjadi acuan minimal yang harus dipenuhi oleh setiap satuan pendidikan. Beberapa perubahan dari standar sebelumnya (Permendikbud Nomor 24 Tahun 2007) adalah:

  • Penggabungan beberapa regulasi menjadi satu standar yang lebih komprehensif.
  • Penambahan prasarana spesifik seperti ruang literasi dan laktasi untuk PAUD, serta ruang praktik untuk SMK.

4. Kondisi Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar di Indonesia

Data dari Dapodik menunjukkan bahwa:

  • Dari 147.000 Sekolah Dasar di Indonesia, 82% (120.600 sekolah) masih belum memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana.
  • Kebutuhan utama meliputi:
    • Ruang kelas: Masih kurang sekitar 149.000 ruang.
    • Perpustakaan: Kurang sekitar 37.000 ruang.
    • Kamar mandi: Kurang sekitar 19.000 unit.
    • Rehabilitasi bangunan: Sekitar 300.000 ruang kelas dan 36.000 perpustakaan memerlukan perbaikan.

5. Proses Pengisian Data Dapodik

Pengisian data Dapodik harus dilakukan secara prosedural dan akurat. Berikut tahapannya:

  1. Perekaman Data Tanah:
    • Diisi berdasarkan dokumen sertifikat yang dimiliki sekolah.
    • Luas lahan tersedia diisi dengan lahan yang siap dibangun, tidak termasuk lapangan upacara atau taman.
  2. Perekaman Data Bangunan:
    • Setiap bangunan harus diinputkan, termasuk lapangan upacara dan lahan parkir.
    • Data bangunan harus dilengkapi dengan denah untuk memudahkan verifikasi.
  3. Perekaman Data Ruang:
    • Ruang-ruang seperti kelas, perpustakaan, dan kamar mandi harus diinputkan sesuai kondisi riil.
    • Ruang yang rusak harus dilengkapi dengan Formulir PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) untuk mengajukan rehabilitasi.
  4. Perekaman Data Sarana:
    • Alat dan perlengkapan di setiap ruang harus diinputkan, seperti kursi, meja, dan peralatan lainnya.

6. Formulir PUPR dan Kriteria Pengajuan

  • Formulir PUPR digunakan untuk mengajukan rehabilitasi bangunan yang rusak.
  • Kriteria kerusakan yang dapat diajukan:
    • Rusak sedang (30-45%).
    • Rusak berat (di atas 45%).
  • Formulir harus ditandatangani oleh konsultan, dinas pendidikan, dan dinas PUPR setempat.
  • Denah bangunan harus disertakan untuk memudahkan verifikasi.

7. Peran Stakeholder

  1. Sekolah:
    • Bertanggung jawab mengisi data Dapodik secara akurat dan lengkap.
    • Mengunggah Formulir PUPR untuk bangunan yang rusak.
  2. Dinas Pendidikan:
    • Memverifikasi data yang diinputkan oleh sekolah.
    • Memfasilitasi pengajuan bantuan melalui sistem KRISNA.
  3. Direktorat Sekolah Dasar:
    • Menilai dan menyalurkan bantuan berdasarkan data yang diterima.
    • Melakukan pendampingan dan advokasi ke daerah-daerah.

8. Tantangan dan Solusi

  • Tantangan:
    • Banyak sekolah yang belum mengisi data Dapodik dengan akurat.
    • Formulir PUPR seringkali tidak lengkap atau tidak sesuai dengan kondisi riil.
    • Legalitas lahan dan bangunan yang belum jelas menghambat proses pengajuan bantuan.
  • Solusi:
    • Sekolah dan dinas pendidikan harus bekerja sama untuk memastikan data yang akurat.
    • Perlu adanya sosialisasi dan pelatihan terkait pengisian Dapodik dan Formulir PUPR.
    • Sekolah yang belum memiliki sertifikat lahan harus segera mengurus legalitasnya.

9. Penutup dan Rekomendasi

Webinar ini menekankan pentingnya:

  • Kolaborasi antara sekolah, dinas pendidikan, dan pemerintah pusat.
  • Akurasi data sebagai dasar perencanaan dan alokasi bantuan.
  • Pemutakhiran data sebelum batas waktu 31 Maret 2025.

Peserta diingatkan untuk:

  • Mengisi data Dapodik sesuai kondisi riil.
  • Melengkapi Formulir PUPR untuk bangunan yang rusak.
  • Mengikuti perkembangan kebijakan melalui media sosial Direktorat SD.

10. Closing Statement dari Narasumber

  • Bapak David: Menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga dan memperbaiki sarana prasarana sekolah.
  • Bapak Nurul: Mengingatkan bahwa standar sarana dan prasarana adalah standar minimal yang harus dipenuhi.
  • Bapak Aris: Menegaskan bahwa Dapodik bukan alat untuk mengajukan bantuan, tetapi sistem untuk mencatat kondisi riil sekolah.

Kesimpulan

Webinar ini memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pengisian data sarana dan prasarana di Dapodik. Dengan data yang akurat, diharapkan perencanaan kebijakan dan alokasi bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran, sehingga kualitas pendidikan di Indonesia dapat terus ditingkatkan.

Ringkasan ini mencakup semua aspek penting dari teks, mulai dari latar belakang, tujuan, proses, hingga rekomendasi dan penutup. Semoga membantu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *