kepalasekolah.id – Kumpulan cerita rakyat Nusantara dalam dua bahasa — Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris — ditulis dengan gaya ringan dan modern agar mudah dipahami anak-anak. Setiap kisah membawa pesan moral dan nilai kehidupan yang menginspirasi untuk berbuat baik, bersahabat, dan rendah hati. Temukan keseruan membaca sambil belajar dalam setiap edisi.
Daftar Isi
Kisah Putri Hijau dan Kebun Bunga / The Story of Putri Hijau and the Flower Garden
Sumatera Utara
–Versi Bahasa Indonesia–
Dahulu kala di Kesultanan Deli, Sumatera Utara, hiduplah seorang putri yang sangat cantik bernama Putri Hijau. Ia dinamakan demikian karena dari tubuhnya selalu memancarkan aura cahaya berwarna hijau yang lembut dan indah. Putri Hijau hidup bahagia di dalam istana bersama dua saudara laki-lakinya yang sangat menyayanginya, yaitu Mambang Khayali dan Mambang Yazid.
Putri Hijau memiliki kegemaran yang sangat mulia. Ia sangat mencintai alam dan tanaman. Di halaman istana yang luas, ia membangun sebuah kebun bunga yang sangat besar dan indah. Berbagai jenis bunga dari seluruh penjuru pulau ditanam di sana, mulai dari melati yang harum hingga mawar yang berwarna-warni. Setiap pagi dan sore, Putri Hijau bersama kedua saudaranya selalu merawat kebun tersebut dengan penuh kasih sayang.
Keindahan kebun bunga Putri Hijau ini terdengar hingga ke berbagai negeri tetangga. Banyak orang datang berkunjung hanya untuk mengagumi keasrian taman tersebut. Kehadiran kebun bunga ini juga membawa berkah bagi warga sekitar, karena lebah-lebah dari kebun itu menghasilkan madu yang melimpah bagi penduduk desa.
Suatu hari, musim kemarau yang cukup kering melanda wilayah Deli. Banyak tanaman di luar istana mulai layu karena kekurangan air. Melihat hal itu, Putri Hijau tidak tinggal diam. Ia bersama Mambang Khayali dan Mambang Yazid mengajak warga desa untuk bergotong royong membuat saluran air mini dari sungai terdekat menuju kebun bunga dan ladang-ladang warga.
Berkat kecerdikan mereka dan keindahan kebun bunga yang selalu dirawat dengan baik, kebun tersebut tetap menghasilkan udara yang sejuk dan air bersih yang bisa dibagikan kepada warga yang membutuhkan selama kemarau. Aura cahaya hijau dari tubuh Putri Hijau pun bersinar semakin terang, memberikan semangat bagi semua orang untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan mereka.
Kedua saudara Putri Hijau sangat bangga memiliki adik yang tidak hanya cantik, tetapi juga peduli pada sesama dan alam sekitar. Kebun bunga itu pun menjadi simbol kedamaian, persatuan, dan kasih sayang di tanah Deli.
–English Version–
Once upon a time in the Deli Sultanate, North Sumatra, there lived a very beautiful princess named Putri Hijau (The Green Princess). She was so named because her body always emitted a soft and beautiful green light aura. Putri Hijau lived happily in the palace with her two brothers who loved her dearly, Mambang Khayali and Mambang Yazid.
Putri Hijau had a very noble hobby. She deeply loved nature and plants. In the vast palace courtyard, she built a very large and beautiful flower garden. Various types of flowers from all corners of the island were planted there, ranging from fragrant jasmine to colorful roses. Every morning and evening, Putri Hijau and her two brothers always cared for the garden with lots of love.
The beauty of Putri Hijau’s flower garden was heard of in various neighboring countries. Many people came to visit just to admire the lushness of the garden. The presence of this flower garden also brought blessings to the surrounding residents, as the bees from the garden produced abundant honey for the villagers.
One day, a rather dry season hit the Deli region. Many plants outside the palace began to wither due to lack of water. Seeing this, Putri Hijau did not remain silent. Together with Mambang Khayali and Mambang Yazid, she invited the villagers to work together to build mini water channels from the nearest river to the flower garden and the residents’ fields.
Thanks to their cleverness and the well-maintained beauty of the flower garden, the garden continued to produce cool air and clean water that could be shared with residents in need during the dry season. The green light aura from Putri Hijau’s body shone even brighter, giving everyone the spirit to keep protecting their environment.
Putri Hijau’s two brothers were very proud to have a sister who was not only beautiful, but also cared for others and the surrounding nature. The flower garden became a symbol of peace, unity, and love in the land of Deli.
Pesan Moral / Moral Lesson
Bahasa Indonesia:
Pesan Moral:
- Menyayangi dan Menjaga Alam: Jika kita merawat lingkungan dan tumbuhan di sekitar kita dengan kasih sayang, alam akan memberikan udara bersih, air, dan manfaat yang melimpah bagi kehidupan kita.
- Kekompakan dalam Persaudaraan: Hubungan persaudaraan yang saling mendukung dan bekerja sama dalam kebaikan akan selalu mendatangkan kebahagiaan serta solusi dalam menghadapi masa-masa sulit.
English:
Moral Lesson:
- Loving and Protecting Nature: If we care for the environment and plants around us with love, nature will provide clean air, water, and abundant benefits for our lives.
- Unity in Brotherhood: A sibling relationship that supports each other and works together in goodness will always bring happiness and solutions when facing difficult times.
