kepalasekolah.id – Jurnal Mengajar Guru SD 2026/2027: Format Word dan Excel. Jurnal mengajar merupakan salah satu dokumen yang dapat membantu guru SD mencatat pelaksanaan pembelajaran secara teratur. Melalui jurnal mengajar, guru dapat mendokumentasikan kegiatan yang telah dilaksanakan, materi atau topik pembelajaran, ketercapaian tujuan, asesmen yang dilakukan, serta catatan dan tindak lanjut yang diperlukan.
Memasuki Tahun Pelajaran 2026/2027, kebutuhan terhadap administrasi guru yang praktis dan mudah digunakan semakin penting. Guru tidak hanya membutuhkan format administrasi yang lengkap, tetapi juga dokumen yang dapat membantu menghubungkan perencanaan dengan pelaksanaan pembelajaran.
Hal ini sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses. Peraturan yang mulai berlaku pada 5 Januari 2026 tersebut mengatur standar proses yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian proses pembelajaran.
Karena itu, jurnal mengajar dapat dimanfaatkan sebagai catatan pelaksanaan pembelajaran yang membantu guru melihat kembali proses yang telah dilakukan dan menentukan tindak lanjut.
Artikel ini membahas pengertian jurnal mengajar, fungsi, komponen yang dapat dicantumkan, contoh format jurnal mengajar SD 2026/2027, serta perbedaan penggunaan format Word dan Excel.
Apa Itu Jurnal Mengajar Guru SD?
Jurnal mengajar adalah dokumen yang digunakan guru untuk mencatat pelaksanaan kegiatan pembelajaran dari waktu ke waktu.
Isi jurnal dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan karakteristik pembelajaran. Tidak semua sekolah harus menggunakan format yang sama.
Secara umum, jurnal mengajar dapat mencatat:
- tanggal pembelajaran;
- kelas;
- mata pelajaran;
- materi atau topik;
- tujuan pembelajaran;
- kegiatan pembelajaran;
- asesmen;
- hasil atau catatan pembelajaran;
- refleksi;
- tindak lanjut.
Dengan format tersebut, jurnal mengajar tidak hanya berfungsi sebagai catatan administratif, tetapi juga dapat menjadi bahan refleksi guru.
Apakah Jurnal Mengajar Wajib Menggunakan Format Tertentu?
Guru perlu berhati-hati ketika menemukan berbagai format jurnal mengajar di internet. Tidak semua format yang beredar merupakan format resmi atau format yang wajib digunakan oleh seluruh guru.
Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 mengatur standar proses, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran, tetapi bukan berarti semua sekolah harus menggunakan satu template jurnal mengajar yang identik.
Oleh karena itu, format jurnal mengajar dalam artikel ini merupakan contoh format yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
Jika sekolah telah memiliki format administrasi resmi, guru sebaiknya mengikuti format yang ditetapkan sekolah.
Fungsi Jurnal Mengajar bagi Guru SD
Jurnal mengajar dapat memberikan beberapa manfaat praktis.
1. Mendokumentasikan Pelaksanaan Pembelajaran
Guru dapat mengetahui kapan suatu materi atau topik telah dilaksanakan.
Hal ini sangat membantu ketika guru mengajar beberapa kelas atau memiliki banyak materi yang harus diselesaikan dalam satu semester.
2. Membantu Melakukan Refleksi
Setelah pembelajaran selesai, guru dapat mencatat hal-hal yang berjalan baik maupun kendala yang ditemukan.
Misalnya, guru menemukan bahwa siswa lebih mudah memahami materi ketika menggunakan benda konkret. Catatan tersebut dapat menjadi pertimbangan ketika guru merancang pembelajaran berikutnya.
3. Membantu Menentukan Tindak Lanjut
Jurnal dapat digunakan untuk mencatat siswa atau kelompok yang masih memerlukan pendampingan.
Tindak lanjut dapat berupa:
- penjelasan tambahan;
- latihan;
- remedial;
- pengayaan;
- pembelajaran dengan metode berbeda;
- pendampingan individu atau kelompok.
4. Memudahkan Pemantauan Pembelajaran
Catatan yang tersusun secara kronologis dapat membantu guru melihat perkembangan pembelajaran dari awal hingga akhir periode.
5. Menjadi Dokumentasi Kegiatan Guru
Jurnal dapat menjadi salah satu dokumen yang menunjukkan bagaimana pembelajaran telah dilaksanakan, terutama ketika guru melakukan refleksi atau evaluasi terhadap proses pembelajaran.
Komponen Jurnal Mengajar Guru SD
Tidak ada alasan untuk membuat jurnal mengajar terlalu rumit. Guru dapat menggunakan beberapa komponen utama berikut.
Identitas
Bagian identitas dapat memuat:
- nama sekolah;
- nama guru;
- kelas;
- semester;
- tahun pelajaran.
Tanggal
Tanggal menunjukkan waktu pelaksanaan pembelajaran.
Mata Pelajaran
Tuliskan mata pelajaran yang diajarkan.
Materi atau Topik
Tuliskan materi atau topik pembelajaran secara singkat.
Tujuan Pembelajaran
Tuliskan tujuan pembelajaran yang menjadi fokus kegiatan pada pertemuan tersebut.
Kegiatan Pembelajaran
Guru dapat menuliskan kegiatan utama yang dilakukan, misalnya:
- kegiatan awal;
- eksplorasi atau pemahaman konsep;
- diskusi;
- praktik;
- presentasi;
- refleksi.
Asesmen
Tuliskan bentuk asesmen yang digunakan, misalnya:
- observasi;
- tanya jawab;
- lembar kerja;
- tugas;
- kuis;
- unjuk kerja;
- produk;
- asesmen tertulis.
Refleksi dan Tindak Lanjut
Bagian ini dapat digunakan untuk mencatat hasil pengamatan guru dan langkah yang akan dilakukan berikutnya.
Contoh Format Jurnal Mengajar Guru SD 2026/2027
Berikut contoh format sederhana yang dapat langsung dikembangkan menjadi dokumen Word atau Excel.
| No. | Hari/Tanggal | Kelas | Mata Pelajaran | Materi/Topik | Tujuan Pembelajaran | Kegiatan Pembelajaran | Asesmen | Refleksi/Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Senin, 13 Juli 2026 | VI | Bahasa Indonesia | Ide Pokok | Siswa mampu menentukan ide pokok paragraf | Membaca teks, diskusi, latihan | Lembar kerja | Sebagian siswa masih perlu latihan menemukan informasi utama |
| 2 | Selasa, 14 Juli 2026 | VI | Matematika | Pecahan | Siswa mampu menyelesaikan masalah pecahan | Demonstrasi, diskusi kelompok, latihan | Tes tertulis | Perlu contoh kontekstual tambahan |
| 3 | Rabu, 15 Juli 2026 | VI | IPAS | Sistem Pernapasan | Siswa mampu menjelaskan fungsi organ pernapasan | Pengamatan gambar, diskusi, presentasi | Observasi dan tugas | Siswa aktif berdiskusi |
Format tersebut dapat dibuat lebih sederhana apabila sekolah hanya membutuhkan catatan pokok pelaksanaan pembelajaran.
Contoh Format Jurnal Mengajar yang Lebih Ringkas
Untuk guru yang menginginkan format yang cepat diisi, dapat menggunakan format berikut.
| No. | Tanggal | Kelas | Mapel | Materi | Kegiatan | Asesmen | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | …….. | …. | …. | …. | …. | …. | …. |
| 2 | …….. | …. | …. | …. | …. | …. | …. |
| 3 | …….. | …. | …. | …. | …. | …. | …. |
| 4 | …….. | …. | …. | …. | …. | …. | …. |
| 5 | …….. | …. | …. | …. | …. | …. | …. |
Format ringkas seperti ini cocok untuk jurnal harian yang diisi secara rutin.
Contoh Format Jurnal Mengajar dengan Refleksi
Apabila sekolah ingin jurnal yang lebih mendukung refleksi pembelajaran, guru dapat menggunakan format berikut.
| Tanggal | Kelas | Materi | Tujuan | Kegiatan | Hasil Pembelajaran | Kendala | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| …….. | …. | …. | …. | …. | …. | …. | …. |
Contoh pengisian:
| Tanggal | Kelas | Materi | Tujuan | Kegiatan | Hasil Pembelajaran | Kendala | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 20 Juli 2026 | V | Ekosistem | Siswa menjelaskan hubungan antarmakhluk hidup | Pengamatan gambar dan diskusi kelompok | Sebagian besar siswa mampu menjelaskan rantai makanan | Beberapa siswa masih kesulitan membedakan konsumen I dan II | Memberikan contoh tambahan pada pertemuan berikutnya |
Format ini lebih informatif karena tidak hanya menjelaskan apa yang dilakukan guru, tetapi juga mencatat hasil dan rencana tindak lanjut.
Contoh Format Jurnal Mengajar Excel
Bagi guru yang ingin menggunakan Excel, format berikut dapat dijadikan struktur kolom.
Sheet 1: Jurnal Mengajar
| Kolom | Isi |
|---|---|
| A | No. |
| B | Tanggal |
| C | Hari |
| D | Kelas |
| E | Mata Pelajaran |
| F | Materi/Topik |
| G | Tujuan Pembelajaran |
| H | Kegiatan Pembelajaran |
| I | Asesmen |
| J | Hasil Pembelajaran |
| K | Refleksi |
| L | Tindak Lanjut |
Keuntungan menggunakan Excel adalah guru dapat melakukan pencarian dan penyaringan berdasarkan tanggal, kelas, atau mata pelajaran.
Sebagai contoh, guru kelas VI dapat memfilter kolom kelas untuk melihat seluruh jurnal pembelajaran kelas VI tanpa harus membuka dokumen yang berbeda.
Contoh Format Jurnal Mengajar Word
Untuk format Word, jurnal dapat dibuat dalam bentuk lembar pertemuan.
JURNAL MENGAJAR GURU SD
Nama Sekolah: ………………………………………………
Nama Guru: ………………………………………………..
Kelas: …………………………………………………………..
Semester: ……………………………………………………
Tahun Pelajaran: 2026/2027
Hari/Tanggal: ………………………………………………
Mata Pelajaran: …………………………………………….
Materi/Topik: ……………………………………………….
Tujuan Pembelajaran: ……………………………………..
Kegiatan Pembelajaran:
- ……………………………………………………………………….
- ……………………………………………………………………….
- ……………………………………………………………………….
Asesmen yang Digunakan:
………………………………………………………………………………
Hasil Pembelajaran:
………………………………………………………………………………
Refleksi Guru:
………………………………………………………………………………
Tindak Lanjut:
………………………………………………………………………………
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru
……………………………. …………………………….
NIP. ………………………….. NIP. …………………………..
Format ini cocok apabila guru ingin memiliki satu lembar jurnal untuk setiap pertemuan.
Jurnal Mengajar dan Pembelajaran Mendalam
Pada tahun 2026, pembelajaran mendalam menjadi salah satu arah penting dalam pengembangan praktik pembelajaran. Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 menyebutkan bahwa proses pembelajaran dilaksanakan dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Prinsip tersebut dapat tercermin dalam jurnal mengajar.
Misalnya, guru tidak hanya menulis:
“Guru menjelaskan materi dan siswa mengerjakan soal.”
Catatan dapat dibuat lebih informatif:
“Siswa mengamati contoh perubahan wujud benda dalam kehidupan sehari-hari, berdiskusi dalam kelompok, menyampaikan hasil pengamatan, kemudian melakukan refleksi terhadap konsep yang dipelajari.”
Dengan catatan seperti itu, jurnal dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pengalaman belajar siswa.
Kemendikdasmen juga menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam mendorong murid menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, berdiskusi, bereksplorasi, dan membangun pemahaman yang lebih bermakna.
Karena itu, guru dapat menambahkan kolom refleksi dan tindak lanjut pada jurnal jika format sekolah memungkinkan.
Contoh Jurnal Berbasis Pembelajaran Mendalam
| Tanggal | Materi | Pengalaman Belajar | Asesmen | Refleksi | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|
| 21 Juli 2026 | Perubahan Wujud Benda | Siswa mengamati es batu, berdiskusi, dan menghubungkan perubahan wujud dengan kehidupan sehari-hari | Observasi dan pertanyaan lisan | Siswa antusias, tetapi beberapa masih tertukar antara mencair dan menguap | Memberikan contoh tambahan dan demonstrasi sederhana |
Format ini tidak berarti guru harus menggunakan istilah “pembelajaran mendalam” pada setiap jurnal. Yang lebih penting adalah jurnal mampu menggambarkan proses pembelajaran yang benar-benar dilakukan.
Cara Mengisi Jurnal Mengajar agar Tidak Menjadi Beban Administrasi
Kesalahan yang sering terjadi adalah guru baru mengisi jurnal pada akhir minggu atau bahkan menjelang akhir semester. Cara tersebut dapat membuat catatan menjadi kurang akurat.
Agar lebih praktis, guru dapat melakukan beberapa langkah berikut.
1. Isi jurnal segera setelah pembelajaran
Tidak perlu menunggu seluruh kegiatan pembelajaran selesai dalam satu minggu. Setelah mengajar, luangkan beberapa menit untuk mencatat bagian penting.
2. Gunakan kalimat singkat
Jurnal bukan laporan penelitian. Guru tidak perlu menulis paragraf panjang untuk setiap pertemuan.
Contoh:
“Diskusi kelompok berjalan baik. Lima siswa membutuhkan pendampingan dalam memahami konsep.”
Kalimat seperti ini sudah cukup memberikan informasi penting.
3. Gunakan template yang sama
Buat satu format jurnal yang digunakan sepanjang semester. Dengan demikian guru tidak perlu membuat dokumen baru setiap hari.
4. Bedakan jurnal dengan modul ajar
Modul ajar atau dokumen perencanaan menjelaskan rancangan pembelajaran, sedangkan jurnal mencatat pelaksanaan dan hasil yang terjadi.
Keduanya dapat saling berhubungan tetapi memiliki fungsi yang berbeda.
5. Gunakan Excel untuk data yang banyak
Jika guru mengajar beberapa kelas, Excel lebih praktis karena data dapat difilter dan dicari.
6. Gunakan Word untuk format naratif
Jika sekolah lebih menyukai jurnal berbentuk lembar pertemuan, Word dapat menjadi pilihan yang lebih mudah.
Jurnal Mengajar Harian atau Mingguan, Mana yang Digunakan?
Tidak ada satu jawaban yang harus diterapkan untuk seluruh sekolah.
Pilihan format dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
Jurnal harian cocok untuk guru yang ingin mencatat proses pembelajaran secara lebih rinci.
Jurnal mingguan cocok apabila sekolah menginginkan dokumentasi yang lebih ringkas.
Jurnal per mata pelajaran dapat digunakan ketika guru mengajar beberapa mata pelajaran atau memiliki pembagian tugas tertentu.
Yang terpenting adalah format tersebut dapat digunakan secara konsisten dan informasi yang dicatat cukup untuk membantu guru melakukan pemantauan dan refleksi.
Checklist Isi Jurnal Mengajar Guru SD
Sebelum menyimpan jurnal, guru dapat memeriksa beberapa hal berikut:
- Tanggal pembelajaran sudah dicatat.
- Kelas sudah dicantumkan.
- Mata pelajaran sudah dicatat.
- Materi atau topik sudah ditulis.
- Tujuan pembelajaran tercatat jika format membutuhkannya.
- Kegiatan pembelajaran dicatat secara singkat.
- Asesmen yang dilakukan dicatat.
- Hasil atau catatan penting dituliskan.
- Refleksi dibuat jika diperlukan.
- Tindak lanjut dicatat apabila ada siswa yang membutuhkan pendampingan.
Checklist ini dapat membantu guru memastikan jurnal tidak hanya berisi tanggal dan materi, tetapi juga memberikan gambaran mengenai proses pembelajaran.
Tips Membuat Jurnal Mengajar Excel yang Lebih Praktis
Jika guru ingin membuat jurnal mengajar dalam Excel, beberapa fitur sederhana dapat dimanfaatkan.
Gunakan filter
Filter dapat digunakan untuk menampilkan jurnal berdasarkan kelas, mata pelajaran, atau periode tertentu.
Gunakan format tabel
Dengan mengubah data menjadi tabel, guru dapat menambahkan baris baru tanpa harus membuat format dari awal.
Kolom seperti kelas atau mata pelajaran dapat menggunakan daftar pilihan agar penulisan lebih konsisten.
Buat satu file untuk satu tahun pelajaran
Jika jumlah data tidak terlalu besar, jurnal dapat disimpan dalam satu file dengan sheet berbeda untuk semester 1 dan semester 2.
Contohnya:
- Sheet 1: Jurnal Semester 1
- Sheet 2: Jurnal Semester 2
- Sheet 3: Rekap Refleksi
- Sheet 4: Tindak Lanjut
Struktur tersebut membuat dokumen lebih mudah dikelola.
Penutup
Jurnal mengajar guru SD Tahun Pelajaran 2026/2027 dapat menjadi salah satu administrasi yang membantu guru mendokumentasikan pelaksanaan pembelajaran secara sederhana dan teratur.
Jurnal tidak perlu dibuat terlalu rumit. Format yang baik adalah format yang mampu mencatat informasi penting mengenai kapan pembelajaran dilaksanakan, apa yang dipelajari, bagaimana kegiatan berlangsung, bagaimana ketercapaian pembelajaran diamati, serta apa tindak lanjut yang diperlukan.
Dengan berlakunya Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026, proses pembelajaran mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran. Perencanaan pembelajaran juga diarahkan untuk merumuskan tujuan, cara mencapai tujuan, serta cara menilai ketercapaiannya.
Karena itu, jurnal mengajar dapat ditempatkan sebagai salah satu dokumen pendukung yang membantu guru melihat hubungan antara perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Guru dapat memilih format Word apabila membutuhkan dokumen yang lebih naratif dan mudah dicetak, sedangkan Excel cocok untuk pengelolaan jurnal yang jumlah datanya banyak dan perlu dicari atau difilter.
Pada akhirnya, tujuan utama jurnal bukan sekadar memenuhi administrasi. Jurnal yang diisi dengan baik dapat membantu guru melakukan refleksi dan memperbaiki pembelajaran dari waktu ke waktu.
Untuk Tahun Pelajaran 2026/2027, format jurnal juga dapat dikembangkan agar mencerminkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sebagaimana prinsip proses pembelajaran yang tercantum dalam Standar Proses.