kepalasekolah.id – Format Asesmen SD Tahun 2026/2027: Panduan dan Contoh Lengkap. Asesmen merupakan salah satu bagian penting dalam administrasi dan pelaksanaan pembelajaran guru SD. Melalui asesmen, guru tidak hanya memperoleh angka atau nilai peserta didik, tetapi juga mendapatkan informasi mengenai perkembangan belajar, kesulitan yang dihadapi, ketercapaian tujuan pembelajaran, serta tindak lanjut yang perlu dilakukan.
Memasuki tahun pelajaran 2026/2027, guru perlu memiliki administrasi asesmen yang sederhana, jelas, dan benar-benar membantu proses pembelajaran. Format asesmen tidak harus dibuat rumit. Yang lebih penting adalah instrumen yang digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mampu memberikan informasi yang bermanfaat bagi guru maupun peserta didik.
Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses mengatur bahwa proses pembelajaran mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran. Dalam regulasi tersebut, penilaian proses pembelajaran merupakan asesmen terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Karena itu, administrasi asesmen guru SD sebaiknya tidak hanya berisi daftar nilai. Guru dapat menyiapkan rangkaian dokumen mulai dari perencanaan asesmen, kisi-kisi, instrumen, rubrik, hasil asesmen, analisis, sampai tindak lanjut.
Apa yang Dimaksud dengan Asesmen dalam Pembelajaran SD?
Asesmen adalah proses memperoleh dan menggunakan informasi tentang proses serta hasil belajar peserta didik untuk mendukung pembelajaran.
Dalam praktiknya, guru dapat menggunakan berbagai bentuk asesmen, seperti:
- pertanyaan lisan;
- tes tertulis;
- tugas individu;
- tugas kelompok;
- observasi;
- praktik;
- proyek;
- produk;
- portofolio;
- unjuk kerja;
- jurnal atau catatan perkembangan;
- refleksi peserta didik.
Dengan demikian, asesmen tidak selalu berarti memberikan soal pilihan ganda kepada siswa.
Guru dapat memilih bentuk asesmen berdasarkan tujuan pembelajaran. Jika tujuan pembelajaran berkaitan dengan kemampuan melakukan suatu keterampilan, misalnya, asesmen praktik atau unjuk kerja dapat memberikan informasi yang lebih tepat dibandingkan hanya menggunakan tes tertulis.
Apakah Ada Satu Format Asesmen SD yang Wajib Digunakan?
Guru perlu berhati-hati terhadap anggapan bahwa terdapat satu format asesmen yang wajib digunakan oleh semua sekolah.
Pada praktiknya, format administrasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan, karakteristik mata pelajaran, tujuan pembelajaran, serta kondisi peserta didik.
Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 menekankan proses pembelajaran yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Peraturan tersebut tidak mengharuskan seluruh guru menggunakan satu desain tabel administrasi asesmen yang sama.
Karena itu, guru dapat menggunakan format Word, Excel, atau aplikasi sekolah selama isinya dapat membantu mendokumentasikan proses dan hasil asesmen secara jelas.
Jenis Asesmen yang Dapat Digunakan Guru SD
Secara praktis, administrasi asesmen SD tahun 2026/2027 dapat memuat beberapa jenis asesmen berikut.
1. Asesmen Diagnostik
Asesmen diagnostik dilakukan untuk memperoleh gambaran awal mengenai kemampuan, pengetahuan, kebutuhan, atau kondisi belajar peserta didik.
Contohnya adalah guru memberikan beberapa pertanyaan sederhana sebelum memulai materi baru.
Misalnya pada pembelajaran Matematika kelas 5 tentang pecahan, guru dapat memberikan beberapa soal untuk mengetahui apakah peserta didik masih memahami pecahan senilai dan operasi dasar pecahan.
Hasilnya dapat digunakan untuk menentukan strategi pembelajaran berikutnya.
2. Asesmen Formatif
Asesmen formatif dilakukan selama proses pembelajaran untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan belajar peserta didik.
Bentuknya dapat berupa pertanyaan lisan, kuis singkat, latihan, observasi, tugas, diskusi, praktik, maupun kegiatan lainnya.
Hasil asesmen formatif sebaiknya digunakan sebagai umpan balik dan dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran.
Dokumen implementasi Kurikulum Merdeka juga menekankan pentingnya keterpaduan asesmen dalam pembelajaran, termasuk penggunaan asesmen formatif untuk mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih dan menyesuaikan pembelajaran dengan tujuan yang hendak dicapai.
3. Asesmen Sumatif
Asesmen sumatif digunakan untuk melihat pencapaian hasil belajar pada bagian atau periode tertentu setelah proses pembelajaran berlangsung.
Bentuknya dapat berupa tes tertulis, tugas, proyek, praktik, produk, portofolio, atau bentuk lain yang sesuai dengan kompetensi yang dinilai.
Guru sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu bentuk asesmen. Kombinasi beberapa teknik dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kemampuan peserta didik.
Komponen Administrasi Asesmen SD Tahun 2026/2027
Agar administrasi lebih teratur, guru dapat menyiapkan beberapa komponen berikut:
- Identitas pembelajaran
- Tujuan pembelajaran
- Teknik asesmen
- Kisi-kisi
- Instrumen asesmen
- Rubrik atau pedoman penskoran
- Daftar hasil asesmen
- Analisis hasil belajar
- Catatan perkembangan peserta didik
- Program remedial
- Program pengayaan
- Refleksi guru
- Tindak lanjut
Tidak semua komponen harus dibuat dalam dokumen yang terpisah. Guru dapat menggabungkan beberapa bagian sesuai kebutuhan.
Contoh Format Perencanaan Asesmen
Berikut contoh sederhana yang dapat dibuat di Word atau Excel.
| No. | Tujuan Pembelajaran | Materi | Teknik Asesmen | Bentuk Instrumen | Waktu |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Peserta didik mampu menentukan pecahan senilai | Pecahan | Tes tertulis | Pilihan ganda dan uraian | Pertemuan 1 |
| 2 | Peserta didik mampu menyelesaikan masalah pecahan | Pecahan | Penugasan | Soal pemecahan masalah | Pertemuan 2 |
| 3 | Peserta didik mampu menjelaskan langkah penyelesaian | Pecahan | Observasi | Lembar observasi | Pertemuan 2 |
Format tersebut dapat dikembangkan sesuai mata pelajaran dan karakteristik pembelajaran.
Contoh Format Kisi-Kisi Asesmen
Kisi-kisi membantu guru memastikan instrumen yang dibuat benar-benar berhubungan dengan tujuan pembelajaran.
Contoh:
| No. | Tujuan Pembelajaran | Indikator | Materi | Bentuk Soal | Nomor |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Memahami pecahan senilai | Menentukan pecahan yang senilai | Pecahan | PG | 1–3 |
| 2 | Menyelesaikan operasi pecahan | Menghitung operasi pecahan | Pecahan | Isian | 4–5 |
| 3 | Menyelesaikan masalah | Menentukan solusi masalah sehari-hari | Pecahan | Uraian | 6 |
Kisi-kisi juga dapat dibuat dalam Excel sehingga guru lebih mudah melakukan penyaringan berdasarkan tujuan pembelajaran atau materi.
Contoh Instrumen Asesmen Formatif
Instrumen formatif dapat dibuat sederhana.
Nama: __________________________
Kelas: __________________________
Tanggal: ________________________
Tujuan Pembelajaran: __________________________
Petunjuk: Kerjakan pertanyaan berikut dengan teliti.
- Tentukan pecahan yang senilai dengan 1/2.
- Hitung hasil dari 1/2 + 1/4.
- Ibu memiliki 3/4 kg gula. Digunakan sebanyak 1/4 kg. Berapa kilogram gula yang tersisa?
Setelah peserta didik menyelesaikan tugas, guru dapat mencatat hasilnya pada daftar perkembangan belajar.
Contoh Format Observasi
Untuk kemampuan yang tidak cukup dinilai melalui tes tertulis, guru dapat menggunakan observasi.
| No. | Nama Siswa | Memahami Materi | Aktif Berdiskusi | Mampu Menjelaskan | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ahmad | Baik | Baik | Cukup | Perlu latihan |
| 2 | Budi | Baik | Cukup | Baik | Berkembang |
| 3 | Citra | Sangat Baik | Baik | Sangat Baik | Tuntas |
Guru dapat mengganti kriteria tersebut sesuai tujuan pembelajaran.
Contoh Rubrik Asesmen Praktik
Rubrik sangat membantu ketika guru menilai keterampilan.
| Aspek | 4 | 3 | 2 | 1 |
|---|---|---|---|---|
| Persiapan | Sangat baik | Baik | Cukup | Perlu bimbingan |
| Langkah kerja | Sangat tepat | Tepat | Sebagian tepat | Belum tepat |
| Hasil kerja | Sangat baik | Baik | Cukup | Belum sesuai |
| Presentasi | Sangat jelas | Jelas | Cukup | Perlu bimbingan |
Rubrik seperti ini dapat digunakan untuk kegiatan praktik IPA, membuat karya, presentasi Bahasa Indonesia, proyek IPAS, seni, maupun kegiatan pembelajaran lainnya.
Format Rekap Hasil Asesmen
Setelah asesmen dilakukan, guru dapat merekap hasilnya.
| No. | Nama Peserta Didik | Formatif 1 | Formatif 2 | Formatif 3 | Sumatif | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ahmad | 80 | 85 | 78 | 84 | Baik |
| 2 | Budi | 65 | 70 | 68 | 72 | Perlu latihan |
| 3 | Citra | 90 | 88 | 92 | 91 | Sangat baik |
Dalam Excel, guru dapat menambahkan rumus untuk membantu menghitung rekap secara otomatis.
Namun, angka tetap perlu dibaca bersama informasi lain. Nilai 70, misalnya, belum menjelaskan bagian mana yang sudah dikuasai dan bagian mana yang masih membutuhkan bantuan.
Asesmen Berdasarkan Tujuan Pembelajaran
Salah satu cara yang baik dalam mengelola asesmen adalah menghubungkan hasil asesmen dengan tujuan pembelajaran.
Contohnya:
| Nama | TP 1 | TP 2 | TP 3 | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Ahmad | Tercapai | Tercapai | Perlu Bimbingan | Fokus TP 3 |
| Budi | Perlu Bimbingan | Tercapai | Tercapai | Penguatan TP 1 |
| Citra | Tercapai | Tercapai | Tercapai | Dapat diberi pengayaan |
Model seperti ini lebih informatif daripada sekadar memiliki satu angka nilai akhir.
Guru dapat melihat tujuan pembelajaran mana yang sudah dikuasai peserta didik dan mana yang masih membutuhkan tindak lanjut.
Analisis Hasil Asesmen
Setelah asesmen, guru sebaiknya melakukan analisis sederhana.
Analisis dapat menjawab pertanyaan:
- Siapa yang sudah mencapai tujuan pembelajaran?
- Siapa yang masih membutuhkan bantuan?
- Materi apa yang paling banyak mengalami kesulitan?
- Apakah instrumen asesmen sudah sesuai?
- Apakah strategi pembelajaran perlu diperbaiki?
- Apakah perlu dilakukan remedial?
- Siapa yang dapat diberikan pengayaan?
Contoh format:
| No. | Nama | Tujuan Pembelajaran | Hasil | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Ahmad | TP 1 | Tercapai | Pengayaan |
| 2 | Budi | TP 1 | Belum tercapai | Remedial |
| 3 | Citra | TP 1 | Tercapai | Pengayaan |
Asesmen dan Program Remedial
Hasil asesmen sebaiknya langsung berhubungan dengan tindak lanjut.
Peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran dapat memperoleh bantuan melalui kegiatan remedial.
Remedial tidak harus berarti mengulang soal yang sama. Guru dapat memberikan penjelasan kembali menggunakan contoh yang lebih sederhana, media berbeda, latihan bertahap, pembelajaran kelompok kecil, atau pendampingan individual.
Dengan demikian, asesmen menjadi bagian dari siklus pembelajaran:
Asesmen → Analisis → Tindak Lanjut → Pembelajaran Berikutnya → Asesmen Kembali
Asesmen dan Program Pengayaan
Peserta didik yang sudah menguasai tujuan pembelajaran dapat diberikan kegiatan pengayaan.
Pengayaan dapat berupa:
- masalah kontekstual;
- proyek sederhana;
- tugas eksplorasi;
- kegiatan membaca;
- presentasi;
- membuat produk;
- membantu menjelaskan konsep kepada teman dengan bimbingan guru.
Pengayaan bukan sekadar memberikan lebih banyak soal. Kegiatannya sebaiknya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan lebih jauh.
Format Asesmen dalam Excel
Untuk guru yang ingin membuat administrasi lebih praktis, Excel dapat digunakan untuk menggabungkan beberapa dokumen.
Contoh susunan workbook:
Sheet 1 – Identitas
- Nama sekolah
- Tahun pelajaran
- Nama guru
- Kelas
- Mata pelajaran
Sheet 2 – Tujuan Pembelajaran
- Nomor TP
- Tujuan Pembelajaran
- Materi
- Alokasi waktu
Sheet 3 – Kisi-Kisi
- TP
- Indikator
- Materi
- Bentuk asesmen
- Nomor instrumen
Sheet 4 – Nilai Formatif
- Nama siswa
- Asesmen 1
- Asesmen 2
- Asesmen 3
- Catatan
Sheet 5 – Nilai Sumatif
- Nama siswa
- Bentuk asesmen
- Hasil
- Catatan
Sheet 6 – Analisis
- TP
- Hasil peserta didik
- Peserta didik yang membutuhkan bantuan
- Tindak lanjut
Sheet 7 – Remedial dan Pengayaan
- Nama siswa
- Jenis tindak lanjut
- Kegiatan
- Hasil
- Catatan
Format Asesmen dalam Word
Bagi guru yang lebih nyaman menggunakan Word, administrasi dapat dibuat dalam bentuk dokumen sederhana yang terdiri atas:
- Identitas asesmen
- Tujuan pembelajaran
- Kisi-kisi
- Instrumen
- Pedoman penskoran
- Rubrik
- Rekap hasil
- Analisis
- Tindak lanjut
- Refleksi guru
Format Word cocok digunakan ketika guru membutuhkan dokumen yang mudah dicetak dan dimasukkan ke dalam arsip administrasi.
Asesmen dalam Pembelajaran Mendalam
Asesmen juga dapat dirancang untuk mendukung pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar bermakna kepada peserta didik.
Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 menempatkan praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari kerangka pelaksanaan pembelajaran. Regulasi tersebut juga menyebut bahwa strategi pembelajaran dan penilaian berfokus pada pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Karena itu, guru dapat menggunakan asesmen yang mendorong peserta didik untuk:
- memahami konsep;
- mengaplikasikan pengetahuan;
- memecahkan masalah;
- menjelaskan alasan;
- membuat karya;
- melakukan praktik;
- bekerja sama;
- melakukan refleksi.
Dengan pendekatan tersebut, asesmen tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memberikan nilai, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar.
Checklist Administrasi Asesmen Guru SD 2026/2027
Agar lebih mudah, berikut checklist yang dapat digunakan guru:
☐ Pemetaan tujuan pembelajaran
☐ Perencanaan asesmen
☐ Kisi-kisi asesmen
☐ Instrumen asesmen
☐ Rubrik/pedoman penskoran
☐ Asesmen diagnostik bila diperlukan
☐ Asesmen formatif
☐ Asesmen sumatif
☐ Daftar hasil asesmen
☐ Analisis hasil belajar
☐ Catatan perkembangan peserta didik
☐ Program remedial
☐ Program pengayaan
☐ Refleksi guru
☐ Tindak lanjut pembelajaran
☐ Rekap nilai dalam Excel
☐ Arsip dokumen asesmen
Tips Membuat Administrasi Asesmen yang Praktis
Guru tidak perlu membuat administrasi asesmen terlalu rumit. Beberapa tips berikut dapat membantu.
Pertama, mulai dari tujuan pembelajaran. Tentukan terlebih dahulu kemampuan yang ingin diketahui.
Kedua, pilih teknik asesmen yang sesuai. Jangan memaksakan semua kompetensi dinilai dengan tes tertulis.
Ketiga, gunakan format yang sederhana. Jika satu tabel sudah cukup untuk mendokumentasikan informasi, tidak perlu membuat banyak dokumen yang berulang.
Keempat, manfaatkan Excel untuk data yang membutuhkan penghitungan atau rekapitulasi.
Kelima, simpan instrumen, hasil asesmen, dan analisis secara teratur.
Keenam, gunakan hasil asesmen untuk memperbaiki pembelajaran. Administrasi akan lebih bermakna apabila hasilnya benar-benar digunakan untuk membantu peserta didik.
Contoh Struktur Folder Administrasi Asesmen
Guru dapat membuat folder digital seperti berikut:
Administrasi Asesmen SD 2026-2027
→ 01 Perencanaan Asesmen
→ 02 Kisi-Kisi
→ 03 Instrumen
→ 04 Rubrik
→ 05 Asesmen Formatif
→ 06 Asesmen Sumatif
→ 07 Rekap Nilai
→ 08 Analisis Hasil
→ 09 Remedial
→ 10 Pengayaan
→ 11 Refleksi
→ 12 Tindak Lanjut
Struktur tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing guru dan sekolah.
Kesimpulan
Format asesmen SD tahun 2026/2027 sebaiknya disusun secara sederhana tetapi tetap memberikan informasi yang lengkap tentang perkembangan peserta didik. Administrasi asesmen tidak hanya berisi soal dan nilai, tetapi juga dapat mencakup perencanaan, kisi-kisi, instrumen, rubrik, hasil asesmen, analisis, serta tindak lanjut.
Guru dapat menggunakan asesmen diagnostik, formatif, maupun sumatif sesuai tujuan dan kebutuhan pembelajaran. Bentuk instrumennya juga dapat beragam, mulai dari tes tertulis, observasi, praktik, proyek, portofolio, penugasan, hingga refleksi.
Yang paling penting adalah hasil asesmen digunakan untuk memperbaiki pembelajaran. Peserta didik yang masih membutuhkan bantuan mendapatkan remedial, sedangkan peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran dapat memperoleh pengayaan.
Dengan administrasi yang rapi dan tidak berlebihan, guru dapat lebih mudah memantau perkembangan peserta didik sekaligus memiliki dokumentasi pembelajaran yang jelas selama tahun pelajaran 2026/2027.