kepalasekolah.id – Administrasi Penilaian Guru SD Tahun 2026/2027: Format Asesmen, KKTP, dan Pengolahan Nilai. Bagi guru SD, administrasi penilaian merupakan salah satu bagian penting dalam rangkaian administrasi pembelajaran. Penilaian bukan sekadar kegiatan memberikan angka kepada murid setelah menyelesaikan tugas atau mengikuti tes, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membantu guru mengetahui perkembangan belajar murid dan menentukan tindak lanjut yang tepat.
Memasuki tahun pelajaran 2026/2027, guru perlu memiliki administrasi penilaian yang sederhana, rapi, mudah diperbarui, dan benar-benar digunakan untuk mendukung pembelajaran. Administrasi yang baik tidak harus berupa dokumen yang sangat banyak. Justru yang lebih penting adalah keterkaitan antara tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, asesmen, hasil yang diperoleh murid, serta tindak lanjut.
Ketentuan terbaru mengenai Standar Proses terdapat dalam Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026. Peraturan tersebut mengatur perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian proses pembelajaran. Peraturan ini berlaku sejak 5 Januari 2026 dan menggantikan Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022.
Sementara itu, informasi resmi Sistem Informasi Kurikulum Nasional menjelaskan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik mencakup penilaian formatif dan sumatif. Hasil penilaian kemudian dapat diolah secara kualitatif dan/atau kuantitatif dan dituangkan dalam laporan kemajuan belajar.
Mengapa Administrasi Penilaian Guru SD Penting?
Administrasi penilaian membantu guru mendokumentasikan perkembangan belajar setiap murid. Dengan catatan yang teratur, guru tidak hanya mengetahui siapa yang mendapatkan nilai tinggi atau rendah, tetapi juga dapat mengetahui kompetensi apa yang sudah dikuasai dan bagian mana yang masih memerlukan bantuan.
Penilaian juga menjadi dasar bagi guru dalam menentukan kegiatan berikutnya.
Misalnya, setelah pembelajaran pecahan di kelas VI, guru menemukan sebagian besar murid sudah mampu membandingkan pecahan, tetapi masih mengalami kesulitan menyelesaikan soal cerita. Data tersebut dapat digunakan untuk merancang pembelajaran berikutnya dengan lebih tepat.
Dengan demikian, administrasi penilaian sebaiknya tidak berhenti pada kolom nilai. Di dalamnya perlu tersedia ruang untuk mencatat hasil, catatan guru, refleksi, dan tindak lanjut.
Hal ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran yang menempatkan asesmen sebagai bagian dari proses untuk memperoleh informasi tentang perkembangan belajar murid.
Administrasi Penilaian Apa Saja yang Perlu Disiapkan Guru SD?
Untuk tahun pelajaran 2026/2027, guru dapat menyiapkan administrasi penilaian dalam beberapa bagian berikut:
- Pemetaan tujuan pembelajaran yang akan dinilai
- Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
- Instrumen asesmen formatif
- Instrumen asesmen sumatif
- Rubrik penilaian
- Daftar nilai
- Rekap hasil asesmen
- Catatan perkembangan murid
- Program remedial
- Program pengayaan
- Analisis hasil asesmen
- Catatan tindak lanjut
- Rekap nilai sebagai bahan laporan hasil belajar
Tidak semua komponen tersebut harus dibuat menjadi dokumen terpisah. Guru dapat menggabungkannya dalam satu file Excel atau beberapa dokumen Word sesuai kebutuhan sekolah.
Situs resmi Kemendikdasmen juga menyediakan materi pengembangan kompetensi guru yang mencakup asesmen formatif dan sumatif, KKTP, teknik dan instrumen asesmen, serta pengolahan dan pelaporan hasil asesmen.
1. Format Pemetaan Tujuan Pembelajaran dan Asesmen
Sebelum membuat instrumen, guru sebaiknya mengetahui tujuan pembelajaran yang akan dinilai.
Contoh format sederhana:
| No | Tujuan Pembelajaran | Materi | Bentuk Asesmen | Teknik | Waktu |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Murid mampu menjelaskan konsep pecahan | Pecahan | Formatif | Tes tertulis | Pertemuan 1 |
| 2 | Murid mampu membandingkan pecahan | Pecahan | Formatif | Tugas | Pertemuan 2 |
| 3 | Murid mampu menyelesaikan masalah pecahan dalam kehidupan sehari-hari | Pecahan | Sumatif | Tes tertulis | Akhir unit |
Format tersebut dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing guru.
Yang paling penting adalah memastikan instrumen yang digunakan benar-benar berhubungan dengan tujuan pembelajaran.
2. Contoh Format KKTP
KKTP atau Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran dapat digunakan guru untuk membantu menentukan apakah tujuan pembelajaran telah tercapai.
Contoh sederhana:
| Tujuan Pembelajaran | Indikator/Kriteria | Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|---|---|---|---|---|
| Murid mampu menyelesaikan soal pecahan | Memahami konsep | Belum mampu menjelaskan konsep | Mampu dengan bantuan | Mampu secara mandiri | Mampu menjelaskan dan menerapkan |
| Murid mampu menyelesaikan soal cerita | Memahami informasi soal | Belum mampu menentukan informasi | Mampu dengan bimbingan | Mampu secara mandiri | Mampu menyelesaikan dengan strategi yang tepat |
Format KKTP dapat disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan tujuan pembelajaran.
Guru tidak perlu membuat format yang terlalu rumit apabila format sederhana sudah dapat memberikan informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan pembelajaran.
3. Contoh Format Asesmen Formatif
Asesmen formatif digunakan untuk memperoleh informasi selama proses pembelajaran.
Bentuknya dapat berupa pertanyaan lisan, kuis singkat, tugas, diskusi, pengamatan, jurnal refleksi, praktik, proyek, maupun bentuk lainnya.
Contoh format:
| No | Nama Murid | TP yang Dinilai | Hasil Asesmen | Catatan Guru | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ahmad | TP 1 | Baik | Memahami konsep | Pengayaan |
| 2 | Budi | TP 1 | Cukup | Masih keliru pada contoh | Bimbingan |
| 3 | Citra | TP 1 | Perlu bantuan | Belum memahami konsep | Pembelajaran ulang |
Data seperti ini jauh lebih bermanfaat daripada sekadar menulis angka.
Guru dapat melihat kebutuhan masing-masing murid dan menggunakannya untuk merancang pembelajaran berikutnya.
Materi resmi Kemendikdasmen menekankan bahwa asesmen formatif digunakan untuk memantau perkembangan belajar dan memberikan umpan balik, sedangkan asesmen sumatif digunakan untuk melihat pencapaian hasil belajar.
4. Contoh Format Asesmen Sumatif
Asesmen sumatif digunakan untuk mengetahui pencapaian murid setelah menyelesaikan suatu lingkup pembelajaran.
Contoh format daftar nilai:
| No | Nama Murid | TP 1 | TP 2 | TP 3 | Nilai Sumatif | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ahmad | 85 | 80 | 88 | 84 | Baik |
| 2 | Budi | 70 | 68 | 75 | 71 | Perlu penguatan |
| 3 | Citra | 92 | 90 | 94 | 92 | Sangat baik |
Format tersebut dapat dibuat dalam Excel sehingga penghitungan dapat dilakukan secara otomatis.
Namun, guru sebaiknya tidak hanya memperhatikan nilai akhir. Hasil setiap tujuan pembelajaran tetap penting untuk mengetahui kompetensi mana yang sudah dikuasai dan mana yang masih membutuhkan tindak lanjut.
5. Contoh Format Daftar Nilai Excel
Untuk administrasi yang lebih praktis, guru dapat membuat satu file Excel dengan beberapa sheet.
Sheet 1 – Identitas
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Nama Sekolah | SDN …………… |
| Kelas | VI |
| Fase | C |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Guru | ……………….. |
| Mata Pelajaran | ……………….. |
Sheet 2 – Daftar Nilai
| No | Nama Murid | Formatif 1 | Formatif 2 | Formatif 3 | Sumatif 1 | Sumatif 2 | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ahmad | 80 | 85 | 82 | 86 | 88 | Baik |
| 2 | Budi | 70 | 72 | 75 | 76 | 78 | Perlu penguatan |
| 3 | Citra | 90 | 92 | 94 | 91 | 93 | Sangat baik |
Sheet 3 – Analisis
| No | Nama Murid | TP Tercapai | TP Belum Tercapai | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Ahmad | TP 1, 2, 3 | – | Pengayaan |
| 2 | Budi | TP 1 | TP 2, 3 | Remedial |
| 3 | Citra | TP 1, 2, 3 | – | Pengayaan |
Sheet 4 – Remedial
| No | Nama | Tujuan Pembelajaran | Masalah | Tindakan | Hasil |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Budi | TP 2 | Kesulitan memahami konsep | Pembelajaran ulang | Berkembang |
Sheet 5 – Pengayaan
| No | Nama | TP | Bentuk Pengayaan | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Citra | TP 3 | Soal tantangan | Sangat baik |
Dengan sistem seperti ini, satu file Excel dapat menjadi pusat administrasi penilaian guru.
6. Contoh Format Analisis Hasil Asesmen
Analisis diperlukan agar hasil penilaian dapat digunakan untuk menentukan tindakan selanjutnya.
Contoh:
| No | Tujuan Pembelajaran | Jumlah Murid | Tercapai | Belum Tercapai | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | TP 1 | 28 | 25 | 3 | Bimbingan individual |
| 2 | TP 2 | 28 | 20 | 8 | Pembelajaran ulang |
| 3 | TP 3 | 28 | 27 | 1 | Pendampingan |
Dari tabel tersebut guru dapat melihat bahwa TP 2 membutuhkan perhatian lebih besar dibandingkan TP lainnya.
Artinya, pembelajaran berikutnya tidak harus mengulang semua materi. Guru dapat fokus pada kompetensi yang memang belum dikuasai sebagian murid.
7. Contoh Format Remedial
Remedial sebaiknya bukan sekadar memberikan soal yang sama kepada murid yang mendapatkan nilai rendah.
Guru perlu mencari penyebab kesulitan belajar terlebih dahulu.
Contoh format:
| No | Nama Murid | TP | Kesulitan | Bentuk Remedial | Hasil |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Budi | TP 2 | Belum memahami konsep | Penjelasan ulang + latihan | Tercapai |
| 2 | Deni | TP 2 | Kesulitan memahami soal cerita | Pendampingan + contoh konkret | Berkembang |
| 3 | Eka | TP 3 | Kesalahan prosedur | Latihan bertahap | Tercapai |
Remedial dapat dilakukan melalui pembelajaran ulang, pendampingan, penggunaan media berbeda, latihan bertahap, diskusi kelompok kecil, atau strategi lain yang sesuai dengan kebutuhan murid.
8. Contoh Format Pengayaan
Murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran juga membutuhkan kegiatan lanjutan.
Contohnya:
| No | Nama Murid | TP | Bentuk Pengayaan | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Citra | TP 1 | Soal HOTS | Sangat baik |
| 2 | Fajar | TP 2 | Proyek sederhana | Baik |
| 3 | Gita | TP 3 | Masalah kontekstual | Sangat baik |
Pengayaan tidak harus berarti memberikan lebih banyak soal. Guru dapat memberikan tantangan yang mendorong murid menerapkan pengetahuan dalam situasi baru.
9. Contoh Format Catatan Perkembangan Murid
Catatan perkembangan sangat berguna untuk melengkapi data angka.
Contoh:
Nama: Budi
Kelas: VI
Mata Pelajaran: Matematika
Perkembangan:
Budi menunjukkan perkembangan yang baik dalam memahami operasi bilangan. Ia sudah mampu menyelesaikan soal rutin secara mandiri, tetapi masih membutuhkan bimbingan ketika menghadapi soal cerita yang memerlukan beberapa langkah penyelesaian.
Tindak lanjut:
Guru memberikan latihan soal kontekstual secara bertahap dan membimbing Budi untuk mengidentifikasi informasi penting dalam soal.
Format tersebut dapat disimpan dalam Word atau Excel.
10. Administrasi Penilaian yang Terintegrasi dengan Jurnal Mengajar
Administrasi penilaian akan semakin bermanfaat jika dihubungkan dengan jurnal mengajar.
Misalnya, pada jurnal mengajar guru mencatat:
Materi: Pecahan
Tujuan Pembelajaran: Murid mampu menyelesaikan masalah pecahan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan: Diskusi masalah kontekstual dan latihan kelompok.
Asesmen: Tes singkat dan observasi diskusi.
Refleksi: Sebagian murid masih kesulitan menentukan operasi yang digunakan.
Tindak lanjut: Pembelajaran berikutnya menggunakan masalah yang lebih sederhana dan contoh konkret.
Kemudian hasil tersebut masuk ke administrasi penilaian.
Dengan demikian, jurnal mengajar, asesmen, refleksi, remedial, dan pengayaan bukan dokumen yang berdiri sendiri, tetapi menjadi satu rangkaian.
Administrasi Penilaian dalam Pembelajaran Mendalam
Perubahan pendekatan pembelajaran membuat guru semakin perlu melihat asesmen sebagai bagian dari proses belajar.
Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 menegaskan bahwa proses pembelajaran dilaksanakan berdasarkan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Pembelajaran bermakna antara lain terjadi ketika murid dapat menerapkan apa yang dipelajari dalam kehidupan nyata dan membangun pengetahuan baru secara kontekstual.
Karena itu, asesmen juga sebaiknya tidak selalu berupa pertanyaan hafalan.
Contohnya, dalam IPAS guru dapat meminta murid mengamati kondisi lingkungan sekolah dan menjelaskan cara menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam Matematika, murid dapat diberikan masalah tentang menghitung kebutuhan air, luas halaman, uang belanja, atau data sederhana yang ditemukan di sekitar mereka.
Dalam Bahasa Indonesia, murid dapat diminta membuat teks berdasarkan pengalaman nyata kemudian menjelaskan alasan pemilihan informasi yang digunakan.
Dengan pendekatan tersebut, hasil asesmen dapat memberikan gambaran yang lebih bermakna tentang kemampuan murid.
Apakah Guru Harus Menggunakan Satu Format Penilaian yang Sama?
Tidak selalu.
Dokumen perencanaan pembelajaran menurut informasi resmi Sistem Informasi Kurikulum Nasional bersifat fleksibel, jelas, dan sederhana serta tidak terikat pada satu bentuk atau format tertentu.
Artinya, sekolah dapat memiliki format administrasi yang disepakati bersama, sementara guru dapat menyesuaikannya dengan karakteristik mata pelajaran, kelas, dan kebutuhan pembelajaran selama substansi yang diperlukan tetap tersedia.
Karena itu, guru sebaiknya tidak terlalu fokus pada banyaknya halaman.
Administrasi yang baik adalah administrasi yang:
- mudah digunakan;
- mudah diperbarui;
- datanya jelas;
- sesuai dengan tujuan pembelajaran;
- dapat menunjukkan perkembangan murid;
- membantu guru menentukan tindak lanjut;
- dan dapat digunakan sebagai bahan pelaporan.
Checklist Administrasi Penilaian Guru SD 2026/2027
Sebelum memasuki atau melanjutkan tahun pelajaran, guru dapat menggunakan checklist berikut:
☐ Pemetaan tujuan pembelajaran
☐ KKTP
☐ Instrumen asesmen formatif
☐ Instrumen asesmen sumatif
☐ Rubrik penilaian
☐ Daftar nilai
☐ Rekap hasil asesmen
☐ Analisis hasil asesmen
☐ Catatan perkembangan murid
☐ Program remedial
☐ Program pengayaan
☐ Catatan tindak lanjut
☐ Rekap sebagai bahan laporan hasil belajar
Checklist tersebut dapat disimpan dalam folder administrasi guru agar mudah diperiksa dan diperbarui.
Tips Membuat Administrasi Penilaian Lebih Praktis
Pertama, gunakan satu file Excel utama untuk daftar nilai dan analisis. Dengan demikian, guru tidak perlu mengetik data yang sama berkali-kali.
Kedua, gunakan kode atau nama tujuan pembelajaran secara konsisten. Hal ini akan memudahkan guru ketika melakukan analisis.
Ketiga, jangan menunda pencatatan. Setelah melaksanakan asesmen, hasil sebaiknya segera dicatat.
Keempat, gunakan kolom catatan untuk informasi yang benar-benar penting. Tidak perlu menulis uraian panjang setiap hari.
Kelima, bedakan fungsi asesmen formatif dan sumatif. Asesmen formatif sangat penting untuk memberikan umpan balik dan memperbaiki proses belajar, sedangkan asesmen sumatif digunakan untuk melihat pencapaian hasil belajar. Materi resmi BPMP Kemendikdasmen juga menjelaskan bahwa hasil formatif dan sumatif memiliki fungsi yang berbeda dalam pengolahan dan pelaporan hasil asesmen.
Keenam, gunakan hasil penilaian untuk memperbaiki pembelajaran. Jangan sampai administrasi penilaian hanya menjadi arsip.
Penutup
Administrasi penilaian guru SD tahun 2026/2027 sebaiknya dipandang sebagai alat bantu untuk memahami perkembangan murid, bukan sekadar kumpulan daftar nilai.
Guru dapat menyusun administrasi secara sederhana melalui beberapa dokumen utama, seperti KKTP, instrumen asesmen, daftar nilai, analisis hasil asesmen, catatan perkembangan, remedial, pengayaan, dan tindak lanjut.
Dengan administrasi yang terintegrasi, guru akan lebih mudah menjawab beberapa pertanyaan penting: tujuan pembelajaran apa yang sudah tercapai, siapa yang masih membutuhkan bantuan, kompetensi apa yang perlu diperkuat, serta kegiatan pembelajaran apa yang perlu dilakukan berikutnya.
Pada akhirnya, administrasi penilaian yang baik bukanlah administrasi yang paling tebal, tetapi administrasi yang benar-benar membantu guru membuat keputusan pembelajaran yang lebih tepat.