Sejarah Lahirnya Pancasila: Kisah Sidang BPUPKI dan Lahirnya Lima Dasar Negara

Sejarah Kelahiran Pancasila Jawaban dan Pembahasan Lengkap Pendidikan Pancasila Kelas VII SMPMTS

Bagaimana nama Pancasila terbentuk? Yuk, simak cerita seru di balik sidang BPUPKI 29 Mei – 1 Juni 1945 hingga disahkannya Pancasila sebagai dasar negara kita!

Kilas Balik 1945: Kisah di Balik Lahirnya Nama Pancasila

Halo, Teman-teman Pembelajar! Pernahkah kamu membayangkan bagaimana suasana kota Jakarta pada pertengahan tahun 1945? Saat itu, hawa kemerdekaan sudah semakin dekat, namun para tokoh bangsa kita masih punya satu tugas besar yang sangat krusial: Di atas pondasi apa negara Indonesia yang merdeka ini akan berdiri?

Untuk menjawab pertanyaan besar itu, berkumpullah puluhan tokoh hebat dalam sebuah badan bernama BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Mereka menggelar sidang pertamanya di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila, Jakarta) mulai tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 1945.

Yuk, kita naik mesin waktu dan melihat bagaimana nama “Pancasila” itu akhirnya lahir!

Mencari Fondasi Indonesia Merdeka

Sidang dimulai pada tanggal 29 Mei 1945. Suasana di dalam gedung terasa hangat dan penuh wibawa. Ketua BPUPKI, Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat, membuka persidangan dengan mengajukan sebuah pertanyaan kepada para anggota: “Apa dasarnya jika kita mendirikan Indonesia merdeka?”

Selama beberapa hari berturut-turut, para tokoh bangsa bergantian naik ke podium untuk menyampaikan gagasan hebat mereka. Pemikiran-pemikiran cerdas mulai bermunculan. Tokoh-tokoh seperti Mr. Mohammad Yamin dan Prof. Dr. Soepomo turut menyumbangkan ide-ide brilian mengenai konsep negara, hukum, dan kebangsaan Indonesia.

Meskipun ide-idenya sangat luar biasa, sidang belum juga mencapai kesepakatan bulat mengenai apa nama dan rumusan final untuk dasar negara kita. Suasana sidang pun sempat diwarnai perdebatan sengit yang penuh dinamika.

1 Juni 1945: Pidato Sang Proklamator dan Lahirnya Nama “Pancasila”

Hari terakhir sidang pertama, tepatnya tanggal 1 Juni 1945, giliran Ir. Soekarno yang maju ke mimbar. Tanpa teks, Bung Karno menyampaikan pidato yang sangat berapi-api dan memukau seluruh ruang sidang.

Bung Karno menjelaskan bahwa dasar negara yang kita butuhkan adalah sebuah Philosofische Grondslag (fundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya) di atas mana gedung Indonesia Merdeka akan didirikan. Beliau mengusulkan lima prinsip dasar:

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan yang Berkebudayaan

Lalu, dari mana nama “Pancasila” muncul? Di depan para peserta sidang, Bung Karno dengan tersenyum berkata:

“Namanya bukan Panca Dharma, bukan. Saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa—namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.”

Mendengar penjelasan dan nama yang begitu puitis sekaligus bermakna mendalam tersebut, seluruh peserta sidang BPUPKI menyambutnya dengan tepuk tangan riuh. Akhirnya, dasar negara kita memiliki sebuah nama resmi. Momen inilah yang kelak kita peringati setiap tahun sebagai Hari Lahir Pancasila.

Perjalanan Menuju Pengesahan Resmi

Apakah setelah pidato Bung Karno Pancasila langsung sah menjadi dasar negara? Belum, Teman-teman. Rumusan 1 Juni tersebut masih berupa usulan.

BPUPKI kemudian membentuk Panitia Sembilan untuk merapikan rumusan tersebut hingga menghasilkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Setelah melalui musyawarah besar demi menjaga persatuan bangsa (terutama perubahan pada sila pertama), Pancasila yang kita kenal sekarang akhirnya disahkan secara resmi sebagai Dasar Negara Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945.  PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) mengesahkan ini bersamaan dengan pengesahan UUD 1945.

Hingga saat ini, kelima sila yang lahir dari rahim sejarah 1945 tersebut tetap setia menjadi bintang penuntun yang menyatukan keragaman suku, bahasa, dan budaya di seluruh nusantara.

Daftar Pustaka

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi REPUBLIK INDONESIA. Buku Panduan Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).
  2. Sekretariat Negara Republik Indonesia (1995). Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) – Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) 29 Mei 1945 – 19 Agustus 1945. Jakarta: Sekretariat Negara RI.
  3. Notosusanto, Nugroho (1981). Proses Perumusan Pancasila Dasar Negara. Jakarta: Inti Idayu Press.
  4. Keputusan Presiden (KEPPRES) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *