TP Bahasa Inggris SD Fase B dan Fase C 2027/2028: Contoh Tujuan Pembelajaran Kelas 3–6

kepalasekolah.id – TP Bahasa Inggris SD Fase B dan Fase C 2027/2028: Contoh Tujuan Pembelajaran Kelas 3–6. Menjelang penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD pada tahun ajaran 2027/2028, guru perlu mulai menyiapkan perangkat pembelajaran secara bertahap. Salah satu bagian penting yang perlu dipahami adalah Tujuan Pembelajaran atau TP Bahasa Inggris.

Jika pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai Capaian Pembelajaran (CP) Bahasa Inggris SD Fase B dan Fase C, maka artikel ini membahas langkah berikutnya, yaitu bagaimana CP tersebut diterjemahkan menjadi tujuan pembelajaran yang lebih konkret dan dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

Secara sederhana, hubungan perangkat pembelajaran dapat digambarkan sebagai berikut:

CP → TP → ATP → Perencanaan Pembelajaran → Pembelajaran dan Asesmen

Panduan resmi Mata Pelajaran Bahasa Inggris menjelaskan bahwa CP masih bersifat umum sehingga perlu dikembangkan menjadi dokumen yang lebih operasional. Setelah CP dianalisis, pendidik menyusun tujuan pembelajaran dan alurnya sebelum merencanakan pembelajaran dan asesmen.

Untuk jenjang SD, Bahasa Inggris menggunakan Fase B untuk kelas III–IV dan Fase C untuk kelas V–VI.

Karena itu, guru kelas 3, 4, 5, dan 6 sebaiknya mulai memahami bagaimana menyusun TP yang sesuai dengan kemampuan murid, bukan sekadar membuat daftar materi Bahasa Inggris.

Apa Itu Tujuan Pembelajaran atau TP?

Tujuan Pembelajaran adalah tujuan yang lebih operasional yang menggambarkan kemampuan yang diharapkan dapat ditunjukkan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran.

Menurut panduan resmi Rumah Pendidikan, setelah memahami CP, pendidik perlu mengidentifikasi kata-kata kunci dari CP untuk merumuskan tujuan pembelajaran. TP kemudian dikembangkan menjadi tujuan yang lebih konkret sebelum disusun menjadi ATP.

Dengan demikian, TP bukan sekadar:

“Murid belajar tentang greetings.”

Kalimat tersebut lebih menyerupai topik atau materi.

TP sebaiknya menggambarkan kemampuan yang dapat ditunjukkan murid.

Contohnya:

“Murid mampu menggunakan ungkapan salam dan memperkenalkan diri secara lisan dalam percakapan sederhana sesuai konteks.”

Pada contoh tersebut terlihat kemampuan yang harus ditunjukkan, yaitu menggunakan ungkapan dan melakukan percakapan.

Komponen Utama dalam Merumuskan TP

Panduan resmi menjelaskan bahwa TP sebaiknya memiliki dua komponen utama, yaitu:

  1. Kompetensi
  2. Lingkup materi

Kompetensi menunjukkan kemampuan yang perlu ditunjukkan atau didemonstrasikan peserta didik.

Lingkup materi menunjukkan konten atau konsep utama yang perlu dipahami.

Dalam Bahasa Inggris SD, kedua komponen tersebut dapat dipadukan secara sederhana.

Contohnya:

Kompetensi: mengidentifikasi informasi sederhana.

Lingkup materi: teks pendek tentang keluarga.

Kemudian dapat dirumuskan menjadi:

“Murid mampu mengidentifikasi informasi sederhana dari teks pendek tentang anggota keluarga.”

Contoh lainnya:

Kompetensi: mengomunikasikan pengalaman.

Lingkup materi: kegiatan akhir pekan.

Menjadi:

“Murid mampu mengomunikasikan pengalaman sederhana tentang kegiatan akhir pekan secara lisan dan tertulis.”

Mengapa TP Penting untuk Guru Bahasa Inggris SD?

TP membantu guru menjawab pertanyaan:

“Setelah pembelajaran ini selesai, kemampuan apa yang harus dapat ditunjukkan murid?”

Pertanyaan tersebut sangat penting karena pembelajaran Bahasa Inggris tidak seharusnya hanya berorientasi pada penyelesaian materi.

Misalnya guru mengajarkan topik My Family.

Jika hanya berorientasi pada materi, guru mungkin membuat daftar:

  • father;
  • mother;
  • brother;
  • sister;
  • grandfather;
  • grandmother.

Namun jika berorientasi pada tujuan pembelajaran, guru dapat menargetkan:

“Murid mampu memperkenalkan anggota keluarganya menggunakan kalimat sederhana secara lisan.”

Dengan tujuan tersebut, kosakata, dialog, membaca, menulis, dan asesmen dapat dirancang untuk mendukung kemampuan tersebut.

Bahasa Inggris SD Fase B: Kelas III dan IV

Fase B mencakup kelas III dan IV SD. Dalam CP Bahasa Inggris, murid pada fase ini diarahkan untuk memahami dan merespons teks sederhana serta berkomunikasi mengenai kehidupan sehari-hari.

Panduan Bahasa Inggris menempatkan pembelajaran pada enam keterampilan yang dikembangkan secara terintegrasi, yaitu menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, dan mempresentasikan.

Karena itu, TP kelas III dan IV sebaiknya tidak hanya berisi kemampuan menghafal kosakata.

Guru dapat mengembangkan TP yang mencakup:

  • memahami ungkapan sederhana;
  • merespons instruksi;
  • melakukan percakapan;
  • memahami teks pendek;
  • menemukan informasi sederhana;
  • menulis kalimat pendek;
  • mempresentasikan informasi sederhana.

Contoh TP Bahasa Inggris Kelas 3 SD

Kelas III merupakan tahap awal Fase B. Oleh karena itu, TP sebaiknya menggunakan bahasa dan tuntutan kemampuan yang sederhana.

Topik Greetings

Contoh TP:

Murid mampu menggunakan ungkapan salam sederhana dalam interaksi sehari-hari sesuai konteks.

Topik Introducing Myself

Murid mampu memperkenalkan identitas diri menggunakan kalimat Bahasa Inggris sederhana secara lisan.

Topik My Family

Murid mampu menyebutkan dan memperkenalkan anggota keluarga menggunakan kosakata dan kalimat sederhana.

Topik Classroom Objects

Murid mampu mengidentifikasi benda-benda di kelas berdasarkan gambar, benda nyata, atau teks pendek sederhana.

Topik My Classroom

Murid mampu mendeskripsikan kondisi dan benda-benda sederhana yang terdapat di dalam kelas.

Topik Numbers

Murid mampu menggunakan angka dalam konteks sederhana seperti menyebutkan jumlah benda, usia, atau informasi pribadi.

Topik Colors

Murid mampu mengidentifikasi dan menggunakan kosakata warna untuk mendeskripsikan benda di lingkungan sekitar.

Topik Daily Activities

Murid mampu menyebutkan kegiatan sehari-hari menggunakan ungkapan dan kalimat sederhana.

Contoh TP Bahasa Inggris Kelas 4 SD

Pada kelas IV, guru dapat mulai meningkatkan kompleksitas komunikasi.

Topik My Daily Activities

Murid mampu menceritakan kegiatan sehari-hari menggunakan kalimat sederhana secara lisan.

Topik My Hobbies

Murid mampu menyampaikan informasi sederhana tentang hobi dan memberikan alasan sederhana mengenai kesukaannya.

Topik Food and Drinks

Murid mampu mengidentifikasi informasi sederhana tentang makanan dan minuman dari teks pendek atau gambar.

Topik My Favorite Food

Murid mampu mengungkapkan makanan dan minuman yang disukai atau tidak disukai menggunakan ungkapan sederhana.

Topik Describing Things

Murid mampu mendeskripsikan ciri sederhana suatu benda berdasarkan warna, ukuran, bentuk, atau karakteristik lainnya.

Topik Places Around Me

Murid mampu memahami dan memberikan informasi sederhana mengenai lokasi atau tempat di lingkungan sekitar.

Topik Instructions

Murid mampu memahami dan mengikuti instruksi sederhana yang diberikan secara lisan maupun tertulis.

Contoh TP Bahasa Inggris Kelas 3–4 dalam Bentuk Tabel

Kelas Topik Contoh Tujuan Pembelajaran
III Greetings Murid mampu menggunakan ungkapan salam dalam interaksi sederhana
III Introducing Myself Murid mampu memperkenalkan identitas diri secara lisan
III My Family Murid mampu memperkenalkan anggota keluarga
III Classroom Objects Murid mampu mengidentifikasi benda di kelas
III Colors Murid mampu mendeskripsikan benda berdasarkan warna
IV Daily Activities Murid mampu menceritakan kegiatan sehari-hari
IV Hobbies Murid mampu menyampaikan informasi tentang hobi
IV Food and Drinks Murid mampu memahami informasi sederhana tentang makanan dan minuman
IV Describing Things Murid mampu mendeskripsikan benda sederhana
IV Instructions Murid mampu mengikuti instruksi sederhana

Tabel tersebut merupakan contoh pengembangan TP, bukan daftar TP resmi yang wajib digunakan apa adanya. Guru dapat menyesuaikannya dengan CP, karakteristik murid, konteks sekolah, dan urutan pembelajaran.

Bahasa Inggris SD Fase C: Kelas V dan VI

Fase C mencakup kelas V dan VI.

Pada fase ini, kemampuan murid mulai berkembang. Murid tidak hanya diharapkan memahami teks sederhana, tetapi juga mulai menemukan gagasan utama, informasi rinci, memahami alur informasi, serta mengomunikasikan ide dan pengalaman.

Panduan Bahasa Inggris menjelaskan bahwa pembelajaran dikembangkan secara terintegrasi melalui enam keterampilan bahasa: menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, dan mempresentasikan.

Karena itu, TP kelas V dan VI dapat dibuat lebih kompleks dibandingkan kelas III dan IV.

Contoh TP Bahasa Inggris Kelas 5 SD

Topik My Experiences

Murid mampu menceritakan pengalaman sederhana secara lisan menggunakan urutan informasi yang logis.

Topik My Weekend

Murid mampu memahami informasi utama dan informasi rinci dari teks pendek tentang kegiatan akhir pekan.

Topik My Hobby

Murid mampu menulis teks sederhana tentang hobi dan mempresentasikan informasi tersebut secara lisan.

Topik Healthy Life

Murid mampu mengidentifikasi informasi penting dari teks sederhana tentang pola hidup sehat.

Topik Food and Healthy Habits

Murid mampu menyampaikan informasi sederhana mengenai makanan dan kebiasaan hidup sehat.

Topik My School

Murid mampu mendeskripsikan lingkungan sekolah menggunakan kalimat sederhana dalam bentuk lisan dan tertulis.

Topik Directions

Murid mampu memahami dan memberikan petunjuk arah sederhana berdasarkan gambar atau peta lingkungan sekitar.

Contoh TP Bahasa Inggris Kelas 6 SD

Pada kelas VI, guru dapat memberikan tujuan pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa keterampilan sekaligus.

Topik Personal Experiences

Murid mampu menulis pengalaman pribadi sederhana secara runtut dan mempresentasikan hasil tulisannya.

Topik My Future Dream

Murid mampu menyampaikan cita-cita dan alasan sederhananya melalui percakapan atau presentasi singkat.

Topik Environment

Murid mampu menemukan informasi utama dan informasi rinci dari teks sederhana tentang lingkungan.

Topik Public Places

Murid mampu memahami dan menyampaikan informasi tentang tempat umum berdasarkan teks, gambar, atau peta sederhana.

Topik Giving Opinions

Murid mampu mengungkapkan pendapat sederhana mengenai topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Topik Story

Murid mampu memahami urutan kejadian dalam cerita sederhana dan menceritakan kembali isi cerita menggunakan kalimat sederhana.

Contoh TP Bahasa Inggris Kelas 5–6 dalam Tabel

Kelas Topik Contoh Tujuan Pembelajaran
V My Weekend Menemukan informasi utama dan rinci dari teks tentang kegiatan akhir pekan
V My Hobby Menulis dan mempresentasikan informasi tentang hobi
V Healthy Life Mengidentifikasi informasi penting dari teks tentang hidup sehat
V Directions Memahami dan memberikan petunjuk arah sederhana
VI Personal Experience Menulis dan mempresentasikan pengalaman pribadi
VI My Future Dream Menyampaikan cita-cita dan alasan sederhana
VI Environment Menemukan informasi utama dan rinci dari teks lingkungan
VI Giving Opinions Mengungkapkan pendapat sederhana
VI Story Memahami urutan cerita dan menceritakan kembali

Contoh TP Berdasarkan Enam Keterampilan Bahasa Inggris

Agar TP tidak terlalu berorientasi pada materi, guru dapat mengelompokkannya berdasarkan keterampilan.

Menyimak

Contoh:

Murid mampu mengidentifikasi informasi utama dari percakapan sederhana tentang kegiatan sehari-hari.

Berbicara

Murid mampu menceritakan kegiatan sehari-hari menggunakan kalimat sederhana secara lisan.

Membaca

Murid mampu menemukan informasi rinci dalam teks pendek tentang kehidupan sehari-hari.

Memirsa

Murid mampu mengidentifikasi informasi dari poster sederhana yang memadukan gambar dan teks.

Menulis

Murid mampu menulis teks pendek tentang pengalaman pribadi menggunakan kalimat sederhana.

Mempresentasikan

Murid mampu menyampaikan informasi tentang hobinya melalui presentasi singkat dengan bantuan gambar.

Enam keterampilan tersebut sebaiknya tidak selalu diajarkan secara terpisah. Pembelajaran Bahasa Inggris justru diarahkan agar keterampilan tersebut berkembang secara terintegrasi.

Contoh TP Terintegrasi untuk Satu Pembelajaran

Misalnya guru memilih topik My Hobby untuk kelas V.

Guru dapat menyusun beberapa TP yang saling berhubungan.

TP 1 – Menyimak

Murid mampu mengidentifikasi informasi utama dari percakapan sederhana tentang hobi.

TP 2 – Berbicara

Murid mampu menyampaikan informasi tentang hobinya menggunakan kalimat sederhana.

TP 3 – Membaca

Murid mampu menemukan informasi tertentu dari teks pendek tentang hobi.

TP 4 – Menulis

Murid mampu menulis beberapa kalimat sederhana tentang hobinya.

TP 5 – Mempresentasikan

Murid mampu mempresentasikan informasi tentang hobinya dengan bantuan gambar atau media sederhana.

Dengan model seperti ini, satu topik dapat mengembangkan berbagai keterampilan Bahasa Inggris sekaligus.

Cara Menyusun TP Bahasa Inggris dari CP

Guru dapat menggunakan langkah sederhana berikut.

Langkah 1: Baca CP Secara Utuh

Jangan langsung membuat TP dari daftar materi.

Baca CP Fase B atau Fase C secara lengkap dan tandai kata-kata penting yang menunjukkan kemampuan murid.

Misalnya:

  • memahami;
  • merespons;
  • mengidentifikasi;
  • menemukan;
  • mengomunikasikan;
  • menulis;
  • mempresentasikan.

Langkah 2: Identifikasi Kompetensi

Tanyakan:

“Apa yang harus dapat dilakukan murid?”

Contoh:

mengidentifikasi informasi.

atau:

mengomunikasikan pengalaman.

Langkah 3: Tentukan Lingkup Materi

Setelah mengetahui kompetensinya, tentukan konteks yang sesuai.

Contoh:

Kompetensi: mengidentifikasi informasi.

Materi/konteks: kegiatan sehari-hari.

Kemudian:

Murid mampu mengidentifikasi informasi utama dari teks pendek tentang kegiatan sehari-hari.

Langkah 4: Sesuaikan dengan Tingkat Kelas

TP kelas III tidak harus sama dengan kelas IV meskipun berada dalam Fase B.

Demikian juga kelas V dan VI.

Guru dapat mengembangkan tingkat kesulitan secara bertahap.

Langkah 5: Pastikan TP Dapat Diamati

Hindari tujuan yang sulit diamati seperti:

“Murid memahami Bahasa Inggris.”

Lebih baik:

“Murid mampu menjawab pertanyaan sederhana berdasarkan teks Bahasa Inggris yang dibaca.”

Kemampuan tersebut lebih mudah diamati dan dinilai.

TP Tidak Harus Sama dengan Tujuan Setiap Pertemuan

Hal lain yang sering membingungkan guru adalah hubungan antara TP dengan kegiatan harian.

TP bukan berarti setiap pertemuan harus memiliki satu TP yang berdiri sendiri.

Panduan resmi menjelaskan bahwa TP dapat dicapai dalam satu atau lebih jam pelajaran.

Artinya, sebuah TP dapat membutuhkan beberapa kegiatan pembelajaran.

Misalnya:

“Murid mampu menulis teks sederhana tentang pengalaman pribadi.”

Untuk mencapai TP tersebut, guru dapat membutuhkan beberapa pembelajaran:

  1. mengenal kosakata;
  2. membaca contoh teks;
  3. mengidentifikasi struktur informasi;
  4. menyusun kalimat;
  5. membuat draf;
  6. memperbaiki tulisan;
  7. mempresentasikan hasil.

Jadi, guru tidak perlu membuat TP baru setiap kali masuk kelas.

Dari TP Menuju ATP Bahasa Inggris SD

Setelah TP dirumuskan, tahap berikutnya adalah menyusun Alur Tujuan Pembelajaran atau ATP.

ATP merupakan rangkaian TP yang disusun secara sistematis dan logis dalam satu fase agar murid dapat mencapai CP. Guru dapat menyusun ATP sendiri, mengembangkan atau memodifikasi contoh yang tersedia, maupun menggunakan contoh yang disediakan pemerintah sesuai ketentuan.

Contoh sederhana:

CP Fase B

↓

TP 1: Murid mampu menggunakan salam sederhana.

↓

TP 2: Murid mampu memperkenalkan diri.

↓

TP 3: Murid mampu memperkenalkan anggota keluarga.

↓

TP 4: Murid mampu mendeskripsikan benda di kelas.

↓

TP 5: Murid mampu menceritakan kegiatan sehari-hari.

↓

TP 6: Murid mampu memahami informasi dari teks sederhana.

Rangkaian tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi ATP Fase B.

Apakah Guru Harus Membuat TP Sendiri?

Tidak selalu.

Pemerintah menyediakan berbagai sumber dan inspirasi pembelajaran. Rumah Pendidikan juga menyediakan akses untuk mencari CP dan inspirasi ATP berdasarkan jenjang serta mata pelajaran. Namun, ketersediaan contoh dapat terus diperbarui sehingga guru sebaiknya mengecek sumber resmi secara berkala.

Yang perlu diingat, contoh dari pemerintah bukan berarti guru harus menyalinnya tanpa mempertimbangkan kondisi sekolah.

Guru tetap perlu memperhatikan:

  • kemampuan awal murid;
  • karakteristik peserta didik;
  • kondisi sekolah;
  • lingkungan sekitar;
  • sarana pembelajaran;
  • alokasi waktu;
  • konteks sosial dan budaya;
  • kebutuhan belajar murid.

TP Bahasa Inggris Sebaiknya Kontekstual

Bahasa Inggris akan lebih mudah dipahami murid jika dikaitkan dengan kehidupan mereka.

Misalnya, daripada menggunakan konteks yang jauh dari kehidupan anak, guru dapat menggunakan:

Lingkungan sekolah

Describe your classroom.

Keluarga

Introduce your family.

Hobi

Tell us about your hobby.

Makanan

What is your favorite food?

Lingkungan

What can we do to keep our school clean?

Konteks tersebut membuat Bahasa Inggris menjadi bahasa yang digunakan untuk menyampaikan makna, bukan sekadar kumpulan kata yang harus dihafalkan.

Pembelajaran Bahasa Inggris dan Pembelajaran Mendalam

Panduan Mata Pelajaran Bahasa Inggris mengintegrasikan pembelajaran mendalam dengan pengajaran berbasis teks. Pendekatan tersebut menempatkan teks dalam berbagai moda—lisan, tulisan, visual, audio, maupun multimodal—sebagai bagian penting pembelajaran.

Guru dapat menggunakan alur:

Memahami → Mengaplikasi → Merefleksi

Misalnya topik Healthy Life.

Memahami

Murid membaca dan menyimak teks sederhana mengenai kebiasaan hidup sehat.

Mengaplikasi

Murid membuat daftar kebiasaan sehat yang mereka lakukan dalam Bahasa Inggris.

Merefleksi

Murid menjawab:

What healthy habit do you practice every day?

Dengan demikian, TP tidak hanya menghasilkan kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman belajar yang bermakna.

Asesmen Harus Sesuai dengan TP

TP yang sudah dibuat akan membantu guru menentukan bentuk asesmen.

Misalnya TP:

“Murid mampu mempresentasikan hobinya secara lisan.”

Maka asesmennya tidak cukup hanya berupa pilihan ganda.

Guru dapat menggunakan rubrik presentasi dengan aspek:

  • pronunciation;
  • vocabulary;
  • fluency;
  • content;
  • confidence.

Jika TP:

“Murid mampu menemukan informasi rinci dari teks pendek.”

Guru dapat menggunakan:

  • soal pemahaman bacaan;
  • pertanyaan tertulis;
  • mencocokkan informasi;
  • melengkapi tabel;
  • menentukan benar atau salah berdasarkan teks.

Dengan demikian, TP → kegiatan pembelajaran → asesmen harus saling berhubungan.

Persiapan Guru Menuju Bahasa Inggris Wajib 2027/2028

Pemerintah telah menyiapkan Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris atau PKGSD-MBI untuk meningkatkan kemahiran Bahasa Inggris dan kompetensi pedagogik guru SD yang mengajar Bahasa Inggris.

Program tersebut menjadi bagian dari dukungan masa transisi menuju penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib pada tahun ajaran 2027/2028.

Karena itu, guru tidak perlu menunggu sampai tahun ajaran 2027/2028 untuk mulai mempelajari CP dan TP.

Guru dapat mulai dari hal sederhana:

☐ Membaca CP Bahasa Inggris Fase B atau C
☐ Menandai kompetensi utama dalam CP
☐ Mengidentifikasi materi dan konteks yang sesuai
☐ Menyusun contoh TP
☐ Mendiskusikan TP dengan guru lain
☐ Menyusun ATP secara bertahap
☐ Menyiapkan bahan ajar
☐ Menyiapkan asesmen
☐ Mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris
☐ Mengikuti pelatihan yang tersedia

Contoh Format Sederhana TP Bahasa Inggris SD

Guru yang ingin membuat dokumen TP dapat menggunakan format sederhana berikut.

No. Fase/Kelas Elemen Kompetensi Lingkup Materi Tujuan Pembelajaran
1 B/III Menyimak-Berbicara Menggunakan Greetings Murid mampu menggunakan ungkapan salam dalam interaksi sederhana
2 B/III Menulis-Mempresentasikan Mengomunikasikan My Family Murid mampu memperkenalkan anggota keluarga secara sederhana
3 B/IV Membaca-Memirsa Mengidentifikasi Classroom Murid mampu menemukan informasi dari teks sederhana tentang kelas
4 B/IV Menulis-Mempresentasikan Mendeskripsikan My Hobby Murid mampu menulis deskripsi sederhana tentang hobinya
5 C/V Membaca-Memirsa Menemukan My Weekend Murid mampu menemukan informasi utama dan rinci dari teks
6 C/V Menyimak-Berbicara Menceritakan Daily Activities Murid mampu menceritakan kegiatan sehari-hari
7 C/VI Menulis Mengomunikasikan Personal Experience Murid mampu menulis pengalaman pribadi sederhana
8 C/VI Menulis-Mempresentasikan Mengomunikasikan My Future Dream Murid mampu menyampaikan cita-cita dan alasan sederhana

Format tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan sekolah.

Kesimpulan

Tujuan Pembelajaran Bahasa Inggris SD merupakan langkah penting setelah guru memahami Capaian Pembelajaran. CP memberikan gambaran kompetensi yang harus dicapai pada akhir fase, sedangkan TP menerjemahkan kompetensi tersebut menjadi tujuan yang lebih operasional dan konkret.

Untuk Bahasa Inggris SD, guru kelas III dan IV berada pada Fase B, sedangkan guru kelas V dan VI berada pada Fase C. Tujuan pembelajaran dapat dikembangkan melalui enam keterampilan utama Bahasa Inggris, yaitu menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, dan mempresentasikan.

TP yang baik tidak hanya menyebutkan materi seperti greetings, family, hobby, atau daily activities, tetapi menjelaskan kemampuan yang dapat ditunjukkan murid setelah mempelajari materi tersebut.

Guru juga tidak harus membuat TP secara kaku berdasarkan satu pertemuan. TP dapat dicapai melalui beberapa kegiatan pembelajaran dan kemudian disusun menjadi ATP secara sistematis dan logis dalam satu fase.

Dengan mulai menyusun TP sejak sekarang, guru akan lebih mudah mempersiapkan ATP, modul atau dokumen perencanaan pembelajaran, bahan ajar, serta asesmen Bahasa Inggris untuk menghadapi penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib SD pada tahun ajaran 2027/2028.