kepalasekolah.id – Program Remedial dan Pengayaan Guru SD Tahun 2026/2027: Format Word dan Excel. Hasil asesmen seharusnya tidak berhenti pada angka. Setelah guru melakukan penilaian, langkah berikutnya adalah menganalisis hasil tersebut untuk menentukan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan setiap murid.
Ada murid yang sudah mencapai tujuan pembelajaran dan membutuhkan tantangan berikutnya. Ada pula murid yang masih mengalami kesulitan sehingga memerlukan pendampingan dan pembelajaran kembali.
Di sinilah program remedial dan pengayaan menjadi bagian penting dari administrasi guru SD tahun pelajaran 2026/2027.
Program remedial ditujukan untuk membantu murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran yang ditargetkan, sedangkan pengayaan diberikan kepada murid yang sudah mencapai atau melampaui tujuan pembelajaran untuk memperluas dan memperdalam kompetensinya.
Panduan resmi Kurikulum menyebutkan bahwa tujuan remedial bukan sekadar memperbaiki nilai, tetapi meningkatkan capaian belajar murid. Remedial juga bukan hanya memberikan soal tambahan, melainkan memberikan pendampingan agar murid mempelajari kembali kriteria tujuan pembelajaran yang belum tercapai. Sementara itu, pengayaan diarahkan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan melalui tantangan yang sesuai.
Mengapa Program Remedial dan Pengayaan Penting?
Setiap murid mempunyai kemampuan, pengalaman, kecepatan belajar, dan kebutuhan yang berbeda.
Ketika guru memberikan pembelajaran yang sama kepada seluruh murid, hasil yang diperoleh tentu tidak selalu sama. Sebagian murid mungkin langsung memahami materi, sementara murid lainnya membutuhkan penjelasan tambahan, contoh yang berbeda, atau kesempatan belajar lebih banyak.
Karena itu, hasil asesmen perlu digunakan untuk menentukan tindak lanjut.
Secara sederhana, alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:
Pembelajaran → Asesmen → Analisis Hasil → Identifikasi Kebutuhan → Remedial/Pengayaan → Asesmen Tindak Lanjut → Refleksi
Alur tersebut membuat administrasi penilaian memiliki hubungan langsung dengan kegiatan pembelajaran.
Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses mengatur perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian proses pembelajaran. Peraturan tersebut berlaku sejak 5 Januari 2026.
Dengan demikian, guru tidak perlu memandang remedial dan pengayaan sebagai administrasi tambahan yang terpisah dari pembelajaran. Keduanya merupakan bagian dari tindak lanjut berdasarkan informasi yang diperoleh melalui asesmen.
Apa Perbedaan Remedial dan Pengayaan?
Secara sederhana, perbedaannya dapat dilihat pada tabel berikut.
| Aspek | Remedial | Pengayaan |
|---|---|---|
| Sasaran | Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran | Murid yang sudah mencapai tujuan pembelajaran |
| Tujuan | Membantu mengatasi kesulitan belajar | Memperluas dan memperdalam kompetensi |
| Kegiatan | Pembelajaran ulang, bimbingan, latihan bertahap | Tantangan, proyek, eksplorasi, penerapan |
| Materi | Fokus pada kompetensi yang belum dikuasai | Pengembangan dari kompetensi yang sudah dikuasai |
| Pendekatan | Lebih terarah dan bertahap | Lebih kompleks dan eksploratif |
| Hasil yang diharapkan | Tujuan pembelajaran tercapai | Kompetensi berkembang lebih luas dan mendalam |
Yang perlu diperhatikan, remedial bukan hukuman bagi murid yang mendapatkan hasil rendah.
Sebaliknya, pengayaan juga bukan sekadar memberikan lebih banyak soal kepada murid yang memperoleh nilai tinggi.
Keduanya harus dirancang berdasarkan kebutuhan belajar.
1. Contoh Format Analisis Hasil Asesmen
Sebelum membuat program remedial dan pengayaan, guru perlu melakukan analisis.
Contoh format:
| No | Nama Murid | TP 1 | TP 2 | TP 3 | Keterangan | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ahmad | Tercapai | Tercapai | Tercapai | Baik | Pengayaan |
| 2 | Budi | Tercapai | Belum | Belum | Perlu bantuan | Remedial |
| 3 | Citra | Tercapai | Tercapai | Tercapai | Sangat baik | Pengayaan |
| 4 | Deni | Belum | Tercapai | Belum | Perlu pendampingan | Remedial |
| 5 | Eka | Tercapai | Tercapai | Tercapai | Baik | Pengayaan |
Format tersebut dapat dibuat dalam Excel.
Guru kemudian dapat memanfaatkan hasil analisis untuk menentukan kelompok atau individu yang membutuhkan tindakan tertentu.
2. Contoh Format Program Remedial
Berikut contoh format yang dapat digunakan dalam administrasi guru.
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Satuan Pendidikan | SDN ……………. |
| Kelas | VI |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase | C |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Materi | Pecahan |
| Tujuan Pembelajaran | Murid mampu menyelesaikan masalah pecahan dalam kehidupan sehari-hari |
| Bentuk Remedial | Pembelajaran ulang dan latihan bertahap |
Kemudian dilanjutkan dengan daftar peserta:
| No | Nama Murid | Kesulitan yang Ditemukan | Strategi Remedial | Waktu | Hasil |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Budi | Kesulitan memahami soal cerita | Menggunakan contoh konkret | 30 menit | Berkembang |
| 2 | Deni | Salah menentukan operasi | Latihan bertahap | 30 menit | Tercapai |
| 3 | Fajar | Belum memahami konsep | Penjelasan ulang | 40 menit | Tercapai |
Format ini dapat dibuat dalam Word untuk dicetak atau dalam Excel untuk pengolahan data.
3. Contoh Kegiatan Remedial untuk SD
Remedial tidak harus selalu berupa tes ulang.
Guru dapat memilih kegiatan yang sesuai dengan penyebab kesulitan murid.
Matematika
Jika murid kesulitan memahami pecahan, guru dapat menggunakan benda konkret, gambar, potongan kertas, atau situasi kehidupan sehari-hari.
Bahasa Indonesia
Jika murid kesulitan menemukan ide pokok, guru dapat memberikan teks yang lebih pendek terlebih dahulu, kemudian mengajak murid menemukan kalimat utama bersama-sama.
IPAS
Jika murid belum memahami sistem pernapasan, guru dapat menggunakan gambar organ pernapasan dan meminta murid menjelaskan fungsi masing-masing bagian secara bertahap.
Pendidikan Pancasila
Jika murid belum memahami penerapan nilai Pancasila, guru dapat memberikan beberapa situasi kehidupan sehari-hari dan meminta murid menentukan perilaku yang sesuai.
Dengan demikian, remedial sebaiknya memperbaiki cara belajar dan pemahaman, bukan sekadar mengganti soal.
4. Remedial Tidak Sama dengan Memberikan Soal yang Sama
Ini merupakan hal penting yang perlu diperhatikan guru.
Misalnya seorang murid memperoleh hasil kurang baik karena tidak memahami konsep perkalian pecahan.
Memberikan 20 soal perkalian pecahan yang sama tingkat kesulitannya belum tentu menyelesaikan masalah.
Guru perlu mencari tahu penyebabnya.
Apakah murid belum memahami konsep?
Apakah murid keliru melakukan operasi?
Apakah murid kesulitan membaca soal?
Apakah murid belum mampu memahami informasi dalam soal?
Setelah penyebab ditemukan, strategi remedial dapat ditentukan.
Panduan resmi Kurikulum menegaskan bahwa remedial tidak dilakukan hanya dengan memberikan soal atau tugas, tetapi melalui pendampingan agar murid kembali mempelajari kriteria tujuan pembelajaran yang belum tercapai.
5. Contoh Format Asesmen Ulang Remedial
Setelah kegiatan remedial, guru dapat melakukan asesmen tindak lanjut.
| No | Nama | TP yang Diremedial | Bentuk Asesmen | Hasil Sebelum | Hasil Sesudah | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Budi | TP 2 | Praktik + soal | 60 | 78 | Tercapai |
| 2 | Deni | TP 2 | Soal kontekstual | 58 | 75 | Tercapai |
| 3 | Fajar | TP 3 | Bimbingan + tugas | 62 | 70 | Perlu pendampingan |
Jika murid sudah menunjukkan penguasaan terhadap tujuan pembelajaran, guru dapat mencatat bahwa tindak lanjut telah berhasil.
Jika belum, guru dapat memberikan pendampingan berikutnya dengan strategi yang berbeda.
6. Contoh Format Program Pengayaan
Berbeda dengan remedial, pengayaan diberikan kepada murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran.
Contoh:
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Satuan Pendidikan | SDN ……………. |
| Kelas | VI |
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase | C |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Materi | Pecahan |
| Tujuan | Mengembangkan kemampuan menerapkan konsep pecahan |
| Bentuk Pengayaan | Masalah kontekstual dan proyek sederhana |
Daftar kegiatan:
| No | Nama Murid | Kompetensi yang Sudah Dikuasai | Kegiatan Pengayaan | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Ahmad | Pecahan | Membuat masalah pecahan dalam kehidupan sehari-hari | Baik |
| 2 | Citra | Pecahan | Menyelesaikan masalah kompleks | Sangat baik |
| 3 | Eka | Pecahan | Membuat soal dan penyelesaian | Baik |
7. Contoh Kegiatan Pengayaan
Pengayaan dapat dibuat lebih menarik dan kontekstual.
Matematika
Murid membuat perhitungan kebutuhan bahan untuk sebuah resep makanan.
Bahasa Indonesia
Murid membuat teks informasi berdasarkan hasil pengamatan lingkungan sekolah.
IPAS
Murid membuat poster atau presentasi tentang cara menjaga kesehatan lingkungan.
Pendidikan Pancasila
Murid melakukan pengamatan terhadap kegiatan gotong royong kemudian menjelaskan nilai Pancasila yang terlihat.
Seni
Murid membuat karya dengan teknik berbeda dan menjelaskan proses pembuatannya.
Kegiatan pengayaan dapat diarahkan pada kreativitas, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan menerapkan pengetahuan.
8. Pengayaan Bukan Sekadar Soal yang Lebih Sulit
Pengayaan sering disalahartikan sebagai memberikan soal yang lebih sulit.
Padahal, pengayaan dapat berupa kegiatan yang membuat murid memperluas wawasan dan menerapkan kompetensi dalam situasi baru.
Panduan resmi Kurikulum menjelaskan bahwa pengayaan bukan sekadar memberikan soal yang lebih sulit, tetapi dapat digunakan untuk mempertajam dan memperluas pengetahuan murid dengan berbagai referensi.
Misalnya, setelah murid memahami cara menghitung luas persegi panjang, guru tidak harus memberikan soal dengan angka yang lebih besar.
Guru dapat meminta murid mengukur luas meja kelas, menghitung kebutuhan bahan penutup meja, atau membuat masalah sendiri berdasarkan kondisi nyata.
Kegiatan seperti ini lebih bermakna karena murid menggunakan pengetahuan yang sudah dimilikinya.
9. Format Excel Program Remedial dan Pengayaan
Agar lebih praktis, guru dapat membuat satu file Excel dengan beberapa sheet.
Sheet 1 – Data Murid
| No | Nama Murid | L/P | Kelas | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Ahmad | L | VI | – |
| 2 | Budi | L | VI | Remedial |
| 3 | Citra | P | VI | Pengayaan |
Sheet 2 – Analisis
| No | Nama | TP 1 | TP 2 | TP 3 | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ahmad | T | T | T | Pengayaan |
| 2 | Budi | T | BT | BT | Remedial |
| 3 | Citra | T | T | T | Pengayaan |
Keterangan:
T = Tercapai
BT = Belum Tercapai
Sheet 3 – Remedial
| No | Nama | TP | Kesulitan | Strategi | Tanggal | Hasil |
|---|
Sheet 4 – Pengayaan
| No | Nama | TP | Bentuk Pengayaan | Tanggal | Hasil |
|---|
Sheet 5 – Rekap
| No | Nama | Status | Tindakan | Hasil Akhir |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Ahmad | Tercapai | Pengayaan | Berkembang |
| 2 | Budi | Belum tercapai | Remedial | Tercapai |
| 3 | Citra | Tercapai | Pengayaan | Sangat baik |
Dengan format seperti ini, guru dapat mengelola administrasi remedial dan pengayaan dalam satu file.
10. Format Catatan Tindak Lanjut Guru
Selain tabel, guru dapat menyediakan catatan singkat.
Nama Murid: Budi
Tujuan Pembelajaran: Menyelesaikan masalah pecahan.
Hasil Asesmen:
Murid belum mampu menentukan operasi yang tepat ketika menyelesaikan soal cerita.
Tindak Lanjut:
Guru memberikan pembelajaran ulang menggunakan benda konkret dan contoh masalah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Hasil Tindak Lanjut:
Murid mulai mampu menentukan operasi yang digunakan dan menyelesaikan soal dengan bimbingan minimal.
Format seperti ini sangat berguna ketika guru membutuhkan dokumentasi perkembangan murid secara lebih deskriptif.
Remedial dan Pengayaan dalam Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran pada tahun 2026/2027 semakin menekankan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan.
Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 menjelaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran mencakup praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi. Praktik pedagogis mencakup strategi pembelajaran dan penilaian yang berfokus pada pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Hal ini memberikan ruang bagi guru untuk merancang remedial dan pengayaan yang lebih kontekstual.
Misalnya, ketika murid mengalami kesulitan dalam materi pengukuran, guru dapat menggunakan benda-benda nyata di sekitar kelas untuk membantu mereka memahami konsep.
Sementara murid yang sudah menguasai konsep dapat diberikan tantangan untuk melakukan pengukuran terhadap lingkungan sekolah dan menyajikan hasilnya.
Dengan demikian, remedial dan pengayaan tetap berada dalam satu tujuan besar, yaitu membantu setiap murid berkembang sesuai kebutuhannya.
Memanfaatkan Hasil Asesmen untuk Pembelajaran Berikutnya
Hasil remedial dan pengayaan juga sebaiknya masuk kembali ke perencanaan pembelajaran.
Contohnya:
Hasil asesmen: 8 dari 28 murid belum menguasai TP 2.
Tindak lanjut: Pembelajaran ulang untuk kelompok kecil.
Hasil remedial: 6 murid telah mencapai TP 2.
Tindak lanjut berikutnya: 2 murid mendapatkan pendampingan individual.
Sementara itu:
20 murid telah mencapai TP 2.
Mereka mendapatkan kegiatan pengayaan berupa pemecahan masalah kontekstual.
Dengan pola tersebut, guru tidak harus mengulang seluruh materi untuk semua murid.
Pembelajaran dapat dibuat lebih adaptif berdasarkan data.
Checklist Administrasi Remedial dan Pengayaan 2026/2027
Guru dapat menggunakan checklist berikut:
☐ Hasil asesmen telah dianalisis
☐ Tujuan pembelajaran yang belum tercapai telah diidentifikasi
☐ Murid yang membutuhkan remedial telah dicatat
☐ Penyebab kesulitan belajar telah dianalisis
☐ Strategi remedial telah ditentukan
☐ Pelaksanaan remedial telah dicatat
☐ Asesmen tindak lanjut telah dilakukan
☐ Murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran telah diidentifikasi
☐ Kegiatan pengayaan telah dirancang
☐ Hasil pengayaan telah dicatat
☐ Catatan perkembangan murid telah diperbarui
☐ Hasil tindak lanjut digunakan untuk pembelajaran berikutnya
Tips Agar Administrasi Remedial dan Pengayaan Tidak Menjadi Beban
Administrasi sebaiknya dibuat sesederhana mungkin.
Guru tidak perlu membuat dokumen yang berbeda untuk setiap kegiatan jika satu format sudah mampu memuat informasi yang diperlukan.
Salah satu cara praktis adalah membuat satu file Excel Administrasi Penilaian yang terdiri atas:
- Data murid
- Daftar nilai
- Analisis tujuan pembelajaran
- Remedial
- Pengayaan
- Catatan tindak lanjut
Sedangkan dokumen Word dapat digunakan ketika sekolah membutuhkan format yang siap dicetak dan ditandatangani.
Yang paling penting adalah konsistensi.
Jika guru sudah menentukan format tertentu, gunakan format tersebut secara berkelanjutan agar perkembangan murid dapat dilacak dari waktu ke waktu.
Kesimpulan
Program remedial dan pengayaan merupakan bagian penting dari tindak lanjut hasil asesmen guru SD tahun pelajaran 2026/2027.
Remedial seharusnya tidak dipahami sebagai kegiatan memperbaiki nilai semata. Fokus utamanya adalah membantu murid mengatasi kesulitan dan mencapai tujuan pembelajaran yang belum dikuasai.
Sebaliknya, pengayaan bukan sekadar memberikan soal tambahan atau soal yang lebih sulit. Pengayaan dapat digunakan untuk memperluas pengetahuan, memperdalam pemahaman, meningkatkan kreativitas, dan memberikan tantangan yang sesuai dengan kemampuan murid.